alexametrics
25.8 C
Mojokerto
Thursday, May 19, 2022

Pegawai BPN Tewas Misterius, Polisi Selidiki Penyebabnya

MOJOKERTO – Warga Desa Banjarsari, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto, digegerkan dengan temuan sesosok mayat tergeletak di areal persawahan pinggir jalan raya desa setempat Kamis (4/1) pagi.

Ngadani, warga Desa Mojodadi, Kecamatan Kemlagi ini, ditemukan tewas bersimbah darah dengan luka parah di wajah. Pegawai Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Mojoketo itu, ditemukan tergeletak bersama dengan motor dinasnya yang masih utuh di lokasi kejadian.

Temuan tersebut sontak menimbulkan teka-teki tersendiri bagi petugas kepolisian dalam mengungkap penyebab kematian korban. Jasad korban kali pertama ditemukan seorang warga yang hendak berangkat ke pasar sekitar pukul 03.00 WIB.

Saat itu, warga mengira, Ngadani adalah korban kecelakaan tunggal saat melintas di lokasi. Dugaan tersebut tak lepas dari keberadaan motor Honda GL Win pelat merah nopol L 2255 GP yang juga tergeletak di tepi jalan dekat titik temuan jasad korban.

Baca Juga :  Tak Kantongi Izin, KofiBrik Disegel Satpol PP

Saat pertama kali ditemukan, jasad Ngadani dalam posisi miring dengan memakai jaket dan celana jins warna hitam. Korban tergeletak dengan kondisi luka parah di bagian wajah. Bahkan, darah masih terlihat mengucur di sekitar area wajah hingga sulit dikenali.

Berdasarkan informasi yang diterima Jawa Pos Radar Mojokerto, korban diketahui adalah pegawai negeri sipil (PNS) BPN Kota Mojokerto. Hanya saja, dugaan awal kematian korban karena kecelakaan tunggal dinilai cukup janggal.

Pasalnya, petugas Satlantas Polresta Mojokerto sampai saat ini belum menemukan cukup bukti yang menguatkan korban tewas karena kecelakaan. Sekilas, baik motor maupun helm yang dikenakan korban juga belum ditemukan ada tanda-tanda goresan bekas kecelakaan.

’’Belum bisa dipastikan, apakah korban laka lantas atau tidak. Kami masih melakukan lidik bersama satreskrim,’’ terang Kasatlantas Polresta Mojokerto, AKP Edwin Nathanael. Sampai Kamis sore, petugas dari satreskrim dan satlantas masih melakukan olah tempat kejadian perkara serta mengumpulkan informasi dan barang bukti untuk memastikan penyebab kematian korban.

Baca Juga :  Siswa SD Ditemukan Tewas di Bawah Jembatan

Untuk jasad korban, sementara telah dievakuasi ke RSUD RA Basuni Gedeg, Kabupaten Mojokerto, untuk dilakukan proses otopsi. Kanitreskrim Polsek Jetis AKP Amat juga belum bisa mengungkap penyebab kematian Ngadani.

Apakah karena kecelakaan atau penganiayaan. Sampai saat ini, pihaknya masih harus menunggu hasil otopsi atau cek fisik korban oleh tim medis rumah sakit pelat merah tersebut. Bahkan, satreskrim polresta juga berencana menghadirkan tim Puslabfor Polda Jatim untuk mengetahui tanda-tanda penyebab kematian korban.

’’Sampai saat ini belum ada kejelasan penyebab meninggalnya korban. Besok (hari ini, Red) kemungkinan kita terjunkan tim labfor untuk secepatnya mengidentifikasi jasad korban,’’ pungkasnya. 

MOJOKERTO – Warga Desa Banjarsari, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto, digegerkan dengan temuan sesosok mayat tergeletak di areal persawahan pinggir jalan raya desa setempat Kamis (4/1) pagi.

Ngadani, warga Desa Mojodadi, Kecamatan Kemlagi ini, ditemukan tewas bersimbah darah dengan luka parah di wajah. Pegawai Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Mojoketo itu, ditemukan tergeletak bersama dengan motor dinasnya yang masih utuh di lokasi kejadian.

Temuan tersebut sontak menimbulkan teka-teki tersendiri bagi petugas kepolisian dalam mengungkap penyebab kematian korban. Jasad korban kali pertama ditemukan seorang warga yang hendak berangkat ke pasar sekitar pukul 03.00 WIB.

Saat itu, warga mengira, Ngadani adalah korban kecelakaan tunggal saat melintas di lokasi. Dugaan tersebut tak lepas dari keberadaan motor Honda GL Win pelat merah nopol L 2255 GP yang juga tergeletak di tepi jalan dekat titik temuan jasad korban.

Baca Juga :  Alfamart di Dawarblandong Digarong, Isi Brankas Dikuras Habis

Saat pertama kali ditemukan, jasad Ngadani dalam posisi miring dengan memakai jaket dan celana jins warna hitam. Korban tergeletak dengan kondisi luka parah di bagian wajah. Bahkan, darah masih terlihat mengucur di sekitar area wajah hingga sulit dikenali.

Berdasarkan informasi yang diterima Jawa Pos Radar Mojokerto, korban diketahui adalah pegawai negeri sipil (PNS) BPN Kota Mojokerto. Hanya saja, dugaan awal kematian korban karena kecelakaan tunggal dinilai cukup janggal.

- Advertisement -

Pasalnya, petugas Satlantas Polresta Mojokerto sampai saat ini belum menemukan cukup bukti yang menguatkan korban tewas karena kecelakaan. Sekilas, baik motor maupun helm yang dikenakan korban juga belum ditemukan ada tanda-tanda goresan bekas kecelakaan.

’’Belum bisa dipastikan, apakah korban laka lantas atau tidak. Kami masih melakukan lidik bersama satreskrim,’’ terang Kasatlantas Polresta Mojokerto, AKP Edwin Nathanael. Sampai Kamis sore, petugas dari satreskrim dan satlantas masih melakukan olah tempat kejadian perkara serta mengumpulkan informasi dan barang bukti untuk memastikan penyebab kematian korban.

Baca Juga :  Gugatan Praperadilan Ditolak Hakim

Untuk jasad korban, sementara telah dievakuasi ke RSUD RA Basuni Gedeg, Kabupaten Mojokerto, untuk dilakukan proses otopsi. Kanitreskrim Polsek Jetis AKP Amat juga belum bisa mengungkap penyebab kematian Ngadani.

Apakah karena kecelakaan atau penganiayaan. Sampai saat ini, pihaknya masih harus menunggu hasil otopsi atau cek fisik korban oleh tim medis rumah sakit pelat merah tersebut. Bahkan, satreskrim polresta juga berencana menghadirkan tim Puslabfor Polda Jatim untuk mengetahui tanda-tanda penyebab kematian korban.

’’Sampai saat ini belum ada kejelasan penyebab meninggalnya korban. Besok (hari ini, Red) kemungkinan kita terjunkan tim labfor untuk secepatnya mengidentifikasi jasad korban,’’ pungkasnya. 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/