alexametrics
27.8 C
Mojokerto
Thursday, May 26, 2022

Korban Tenggak Potas Bercampur Chatime

SOOKO, Jawa Pos Radar Mojokerto – Kepolisian memastikan tewasnya NWR, 23, warga Dusun Sugihan, Desa Japan, Kecamatan Sooko, disebabkan potasium yang dicampur dengan Chatime.

Kasatreskrim Polres Mojokerto AKP Andaru Rahutomo mengatakan, hasil identifikasi menemukan racun yang terkandung dalam sebotol minuman yang ditenggak korban berjenis potasium. Petugas juga menemukan bungkus bahan kimia yang biasa digunakan meracun ikan itu di tempat sampah di rumah korban. ’’Jadi pagi itu (Kamis, 2/12) korban beli potas. Tapi ketahuan sama ibunya. Dibuanglah itu ke tempat sampah di depan rumah waktu berangkat kerja. Setelah di tinggal kerja ibunya, diambil lagi sama korban,’’ bebernya kemarin.

Korban tidak menelan mentah-mentah potasium tersebut. Diduga, korban mencampurinya dengan minuman sejenis teh kekinian. Hanya saja, Andaru memilih irit bicara soal minuman yang dicampur potas tersebut. ’’Oleh korban, potas itu dicampur sama sejenis minuman gitu,’’ jelasnya.

Baca Juga :  Tujuh Mobil Dikandangkan, Beralasan SIM dan STNK Ketinggalan

Meski dipastikan tewas menenggak minuman beracun, menurut Andaru, tubuh korban tak menunjukkan ciri-ciri keracunan. Mulut tak mengeluarkan busa seperti peristiwa keracunan pada umumnya. Dari TKP, petugas mengamankan sejumlah barang bukti. Di antaranya beberapa butir potasium dan sebotol minuman yang dicampuri potas bermerek Chatime.

Sebelumnya, sekitar pukul 15.30 Kamis (2/12) warga mendapati mahasiswi Program Studi Bahasa Inggris salah satu universitas di Malang tergeletak tak bernyawa di makam desa. NWR ditemukan telentang tepat di atas pusara sang ayah. Diduga, korban nekat bunuh diri akibat mengidap depresi usai ditinggal sang ayah sekitar 100 hari lalu. (vad/ron)

 

SOOKO, Jawa Pos Radar Mojokerto – Kepolisian memastikan tewasnya NWR, 23, warga Dusun Sugihan, Desa Japan, Kecamatan Sooko, disebabkan potasium yang dicampur dengan Chatime.

Kasatreskrim Polres Mojokerto AKP Andaru Rahutomo mengatakan, hasil identifikasi menemukan racun yang terkandung dalam sebotol minuman yang ditenggak korban berjenis potasium. Petugas juga menemukan bungkus bahan kimia yang biasa digunakan meracun ikan itu di tempat sampah di rumah korban. ’’Jadi pagi itu (Kamis, 2/12) korban beli potas. Tapi ketahuan sama ibunya. Dibuanglah itu ke tempat sampah di depan rumah waktu berangkat kerja. Setelah di tinggal kerja ibunya, diambil lagi sama korban,’’ bebernya kemarin.

Korban tidak menelan mentah-mentah potasium tersebut. Diduga, korban mencampurinya dengan minuman sejenis teh kekinian. Hanya saja, Andaru memilih irit bicara soal minuman yang dicampur potas tersebut. ’’Oleh korban, potas itu dicampur sama sejenis minuman gitu,’’ jelasnya.

Baca Juga :  Dokumen Palsu Dimanfaatkan Sales Perkreditan Penuhi Target

Meski dipastikan tewas menenggak minuman beracun, menurut Andaru, tubuh korban tak menunjukkan ciri-ciri keracunan. Mulut tak mengeluarkan busa seperti peristiwa keracunan pada umumnya. Dari TKP, petugas mengamankan sejumlah barang bukti. Di antaranya beberapa butir potasium dan sebotol minuman yang dicampuri potas bermerek Chatime.

Sebelumnya, sekitar pukul 15.30 Kamis (2/12) warga mendapati mahasiswi Program Studi Bahasa Inggris salah satu universitas di Malang tergeletak tak bernyawa di makam desa. NWR ditemukan telentang tepat di atas pusara sang ayah. Diduga, korban nekat bunuh diri akibat mengidap depresi usai ditinggal sang ayah sekitar 100 hari lalu. (vad/ron)

 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/