alexametrics
30.8 C
Mojokerto
Saturday, May 28, 2022

Berpotensi Muncul Tersangka Baru

KABUPATEN, Jawa Pos  Radar Mojokerto – Kejaksaan Negeri (Kejari) mendalami keterlibatan orang lain dalam kasus dugaan korupsi di Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Pedesaan (PNPM-MP) Kecamatan Jatirejo. Maretik Dwi Lestari, 33 yang sudah ditahan, berpotensi mendapat teman baru dalam kasus yang merugikan negara sebesar Rp 464 juta tersebut.

Plh Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Trian Yuli Diarsa mengatakan, selama 20 hari ke depan, penyidik fokus melakukan pendalaman terhadap kasus yang menyeret kasir PNPM-MP di Kecamatan Jatirejo ini. ’’Digali informasi lagi lebih mendalam. Salah satunya yang didalami ada atau tidaknya keterlibatan pihak lain,’’ ungkapnya.

Semua kemungkinan bisa saja terjadi. Artinya, munculnya pelaku lain masih menunggu pendalaman yang dilakukan tim penyidik kejaksaan. ’’Tersangka baru, saya belum tahu. Makanya nunggu hasil pendalaman. Tentunya disesuaikan dengan temuan bukti dan fakta-fakta baru,’’ katanya.

Baca Juga :  Pamit BAB, Lansia Ditemukan Mengambang

Meski sudah cukup bukti hingga akhirnya memunculkan tersangka dalam perkara ini, bukan berarti membuat penyidik berhenti begitu saja. Menurutnya, penyidik terus mempelajari berkas-berkas yang sebelumnya sudah menjadi alat bukti dalam perkara yang dilakukan warga Desa Mojogeneng, Kecamatan Jatirejo ini.

Korps Adhyaksa bakal memeriksa saksi-saksi yang ada kaitannya dengan program Simpan Pinjam Khusus Perempuan (SPKP) dan Usaha Ekonomi Produktif (UEP) di lingkungan PNPM-MP Jatirejo saat tersangka menjadi kasir PNPM-MP selama dua tahun, terhitung sejak 2018 lalu. Termasuk, di dalamnya, 15 kelompok peminjam yang sebelumnya ikut setor uang ke tersangka. ’’Jadi, tim penyidik memperdalam lagi keterkaitan MRT (Maretik) sama yang lainnya, barangkali ada, kita perdalam lagi,’’ jelasnya.

Baca Juga :  Waspadai Jika Janda Muda Ini Bertamu

Tak menuntup kemungkinan, selama pemberkasan, jaksa menemukan alat bukti baru adanya keterlibatan pihak lain dalam perkara dugaan korupsi yang tengah bergulir ini. Kejaksaan pun berharap, tersangka kooperatif. Sebab, peran aktifnya dibutuhkan untuk mengungkap kasus ini secara gamblang.

Sebelumnya, Kasir PNPM-MP Kecamatan Jatirejo, Maretik Dwi Lestari, 33, ditahan Kejari Mojokerto. Diduga, ia telah menilap uang setoran sebesar Rp 464 juta. Perempuan yang juga guru honorer ini diduga melakukan korupsi saat menjadi kasir selama dua tahun. ’’Pada saat menjabat kasir, tersangka diduga telah menyalahgunakan kewenangannya sebagai kasir dengan cara tidak menyetorkan uang setoran yang telah disetorkan oleh kelompok peminjam,’’ tegas Kajari Kabupaten Mojokerto Gaos Wicaksono. (ori/ron)

KABUPATEN, Jawa Pos  Radar Mojokerto – Kejaksaan Negeri (Kejari) mendalami keterlibatan orang lain dalam kasus dugaan korupsi di Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Pedesaan (PNPM-MP) Kecamatan Jatirejo. Maretik Dwi Lestari, 33 yang sudah ditahan, berpotensi mendapat teman baru dalam kasus yang merugikan negara sebesar Rp 464 juta tersebut.

Plh Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Trian Yuli Diarsa mengatakan, selama 20 hari ke depan, penyidik fokus melakukan pendalaman terhadap kasus yang menyeret kasir PNPM-MP di Kecamatan Jatirejo ini. ’’Digali informasi lagi lebih mendalam. Salah satunya yang didalami ada atau tidaknya keterlibatan pihak lain,’’ ungkapnya.

Semua kemungkinan bisa saja terjadi. Artinya, munculnya pelaku lain masih menunggu pendalaman yang dilakukan tim penyidik kejaksaan. ’’Tersangka baru, saya belum tahu. Makanya nunggu hasil pendalaman. Tentunya disesuaikan dengan temuan bukti dan fakta-fakta baru,’’ katanya.

Baca Juga :  Perusahaan Tidak Siap Apar dan Hydrant

Meski sudah cukup bukti hingga akhirnya memunculkan tersangka dalam perkara ini, bukan berarti membuat penyidik berhenti begitu saja. Menurutnya, penyidik terus mempelajari berkas-berkas yang sebelumnya sudah menjadi alat bukti dalam perkara yang dilakukan warga Desa Mojogeneng, Kecamatan Jatirejo ini.

Korps Adhyaksa bakal memeriksa saksi-saksi yang ada kaitannya dengan program Simpan Pinjam Khusus Perempuan (SPKP) dan Usaha Ekonomi Produktif (UEP) di lingkungan PNPM-MP Jatirejo saat tersangka menjadi kasir PNPM-MP selama dua tahun, terhitung sejak 2018 lalu. Termasuk, di dalamnya, 15 kelompok peminjam yang sebelumnya ikut setor uang ke tersangka. ’’Jadi, tim penyidik memperdalam lagi keterkaitan MRT (Maretik) sama yang lainnya, barangkali ada, kita perdalam lagi,’’ jelasnya.

Baca Juga :  Pamit BAB, Lansia Ditemukan Mengambang

Tak menuntup kemungkinan, selama pemberkasan, jaksa menemukan alat bukti baru adanya keterlibatan pihak lain dalam perkara dugaan korupsi yang tengah bergulir ini. Kejaksaan pun berharap, tersangka kooperatif. Sebab, peran aktifnya dibutuhkan untuk mengungkap kasus ini secara gamblang.

- Advertisement -

Sebelumnya, Kasir PNPM-MP Kecamatan Jatirejo, Maretik Dwi Lestari, 33, ditahan Kejari Mojokerto. Diduga, ia telah menilap uang setoran sebesar Rp 464 juta. Perempuan yang juga guru honorer ini diduga melakukan korupsi saat menjadi kasir selama dua tahun. ’’Pada saat menjabat kasir, tersangka diduga telah menyalahgunakan kewenangannya sebagai kasir dengan cara tidak menyetorkan uang setoran yang telah disetorkan oleh kelompok peminjam,’’ tegas Kajari Kabupaten Mojokerto Gaos Wicaksono. (ori/ron)

Artikel Terkait

Most Read

Anakku Bukan Darah Dagingku

Perkuat Literasi dan SDM

Lelet, 95 Desa Tak Bentuk BUMDes

Artikel Terbaru


/