alexametrics
31.1 C
Mojokerto
Wednesday, May 25, 2022

Polisi Kesulitan Buru Pelaku Pembuangan Bayi Hasil Aborsi

TROWULAN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Penyelidikan kasus pembuangan janin prematur di ladang jagung Dusun Kemasan, Desa Sentonorejo, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Jumat (27/9) hingga kini masih buram.

Minimnya bukti petunjuk di lokasi membuat petugas kepolisian kesulitan mengungkap siapa di balik orang tua pelaku pembuangan janin tersebut. ’’Belum ada perkembangan,’’ ungkap Kapolsek Trowulan Kompol Suhartono, kemarin.

Menurutnya, sejauh ini penyidik masih melakukan pengumpulan barang bukti dan keterangan saksi. ’’Termasuk, melakukan penyisiran rumah sakit hingga ke desa-desa,’’ tuturnya. Dari lima saksi, termasuk pemilik kebun jagung yang diperiksa, sejauh ini penyidik juga belum menemukan fakta baru di balik kasus pembuangan janin dengan kondisi ditabur bunga tersebut.

Baca Juga :  Tambang Liar Marak, Kewenangan di Kepolisian

’’Jadi, belum masih dalam lidik, belum ada tersangka,’’ tambahnya. Kendati demikian, pihaknya memastikan, janin terbungkus kantong plastik warna hitam yang dibuang oleh orang tuanya tersebut tak lain karena hasil aborsi. Kepastian itu berdasarkan hasil otopsi yang dilakuan rumah sakit.

Dia menyebutkan, janin berkelamin perempuan yang ditemukan dalam kondisi meninggal itu diperkirakan masih berusia lima bulan dalam kandungan. ’’Keterangan dokter, janin bayi ini dikeluarkan dengan paksa bukan keguguran. Artinya, bisa dikatakan Aborsi,’’ tegasnya.

Janin ini diketahui mempunyai panjang 22 cm. Sedangkan untuk berat polisi belum bisa memastikan. Sebelumnya, janin bayi ini ditemukan dalam kondisi memprihatinkan dibuang di kebun jagung. Janin perempuan hari ini diduga buang orang tuanya dengan dibungkus kantong plastik warna hitam.

Baca Juga :  Pemuda Trowulan Ditangkap saat Bawa Setengah Kilogram Sabu

Di sekeliling bayi juga bertabur bunga tujuh rupa. Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Mojokerto, janin yang diduga lahir prematur tersebut ditemukan oleh pemilik kebun jagung, Sakur, pukul 16.30. ’’Informasinya dia mau mengairi jagungnya, kemudian menemukan janin dalam keadaan terbungkus plastik hitam,’’ ungkap Hasyim, salah satu warga.

TROWULAN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Penyelidikan kasus pembuangan janin prematur di ladang jagung Dusun Kemasan, Desa Sentonorejo, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Jumat (27/9) hingga kini masih buram.

Minimnya bukti petunjuk di lokasi membuat petugas kepolisian kesulitan mengungkap siapa di balik orang tua pelaku pembuangan janin tersebut. ’’Belum ada perkembangan,’’ ungkap Kapolsek Trowulan Kompol Suhartono, kemarin.

Menurutnya, sejauh ini penyidik masih melakukan pengumpulan barang bukti dan keterangan saksi. ’’Termasuk, melakukan penyisiran rumah sakit hingga ke desa-desa,’’ tuturnya. Dari lima saksi, termasuk pemilik kebun jagung yang diperiksa, sejauh ini penyidik juga belum menemukan fakta baru di balik kasus pembuangan janin dengan kondisi ditabur bunga tersebut.

Baca Juga :  Nekat Buka, Warung Bakal Dibongkar

’’Jadi, belum masih dalam lidik, belum ada tersangka,’’ tambahnya. Kendati demikian, pihaknya memastikan, janin terbungkus kantong plastik warna hitam yang dibuang oleh orang tuanya tersebut tak lain karena hasil aborsi. Kepastian itu berdasarkan hasil otopsi yang dilakuan rumah sakit.

Dia menyebutkan, janin berkelamin perempuan yang ditemukan dalam kondisi meninggal itu diperkirakan masih berusia lima bulan dalam kandungan. ’’Keterangan dokter, janin bayi ini dikeluarkan dengan paksa bukan keguguran. Artinya, bisa dikatakan Aborsi,’’ tegasnya.

Janin ini diketahui mempunyai panjang 22 cm. Sedangkan untuk berat polisi belum bisa memastikan. Sebelumnya, janin bayi ini ditemukan dalam kondisi memprihatinkan dibuang di kebun jagung. Janin perempuan hari ini diduga buang orang tuanya dengan dibungkus kantong plastik warna hitam.

Baca Juga :  X2X Sebut Kecolongan
- Advertisement -

Di sekeliling bayi juga bertabur bunga tujuh rupa. Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Mojokerto, janin yang diduga lahir prematur tersebut ditemukan oleh pemilik kebun jagung, Sakur, pukul 16.30. ’’Informasinya dia mau mengairi jagungnya, kemudian menemukan janin dalam keadaan terbungkus plastik hitam,’’ ungkap Hasyim, salah satu warga.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/