alexametrics
24.8 C
Mojokerto
Friday, May 27, 2022

Maling Teror Perumahan Japan Raya, Bawa Kabur Motor, HP, dan Dompet

SOOKO, Jawa Pos Radar Mojokerto – Kawanan maling teror perumahan di Japan Raya, Desa Japan, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto, Kamis (3/9) dini hari.

Aksi kriminalitas yang menyasar perumahan elite itu berhasil menggondol motor Honda Beat, tiga handphone (HP), dan uang tunai. Pencurian yang sudah kali kesekian terjadi di lingkungan tersebut menimpa rumah seorang karyawan Tirto Agung, Bambang, 55.

Istri Bambang, Hamkimlam, 52, saat ditemui di rumahnya Jalan Kupang, mengatakan, aksi pencurian diperkirakan terjadi sekitar pukul 02.30. Saat itu, dirinya bersama suami serta anaknya sedang tertidur pulas.

Dirinya baru menyadari bahwa rumahnya menjadi sasaran maling saat terbangun sekitar pukul 04.00. ’’Pukul 04.00 saya biasanya bangun. Lha kebetulan kemarin ini saya mau cari handphone saya untuk melihat jam,’’ tuturnya.

Karena HP yang dicarinya tak kunjung ketemu, dirinya sempat menanyakan kepada suami yang tidur. Namun, saat keluar ke ruang tamu, dirinya malah dikejutkan dengan kondisi rumah yang acak-acakan. Semua barang berserakan di lantai layaknya kapal pecah.

Baca Juga :  Driver Grab Dianiaya Penumpang, Leher Dijerat, Tubuh Ditusuki Pisau

Penasaran dengan apa yang terjadi membuat Hamkimlam melakukan pengecekan di beberapa sudut rumah. Benar saja, dirinya baru menyadari, jika motor Honda Beat dan HP raib dibawa kabur maling.

’’Saya menyadarinya itu saat saya mengecek pintu samping rumah sudah terbuka. Gerbang depan juga terbuka separo,’’ katanya. Sontak hal itu membuatnya panik dan membangunkan anak serta suaminya.

Rupanya, pelaku pencurian tak hanya membawa kabur motor yang saat itu terparkir di teras rumah. Namun, juga membawa kabur HP milik anak dan suaminya. ’’Jadi yang hilang bukan hanya motor, tapi tiga HP. Milik saya, anak dan suami. Padahal HP ini berada di dalam kamar tidur. Tapi semua yang ada di dalam rumah ini tidak ada yang terbangun,’’ jelasnya.

Pelaku juga menguras habis isi dompetnya dan hanya menyisahkan uang logam Rp 200 dan ATM. Dompet berisi uang Rp 1 juta lebih itu ditaruhnya di meja tamu. ’’Tinggal KTP, ATM, dan uang receh Rp 200,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Gara-gara WIL, Silaturahmi Pasutri Berujung di Meja Polisi

Total keseluruhan uang yang dibawa kabur oleh pelaku sebesar Rp 2,5 juta. Uang miliknya, uang suami, dan uang anak. Sedangkan modus pelaku yakni dengan cara mencongkel jendela rumah dan mengacak-ngacak isi rumah.

Akibat kejadian tersebut, korban mengaku mengalami kerugian mencapai Rp 30 juta. ’’Sudah saya laporkan ke polisi, tadi sudah olah TKP,’’ tegasnya. Sebelumya, di perumahan yang sama, Rabu (19/8) dini hari juga terjadi aksi kriminalitas yang sama. Kawanan maling mengacak-ngacak lima rumah warga sekaligus di Perumahan Japan Raya, Desa Japan.

Sayangnya, hingga saat ini, pelaku belum tertangkap. ’’Kesulitannya (pengungkapan red) karena memang tidak ada atau minim saksi,’’ ungkap Kanitreskrim Polsek Sooko, Ipda Wahib.

Kendati begitu, hingga kini penanganan masih berlanjut. Pengumpulan bukti petunjuk terus dilakukan. Termasuk dengan kejadian kemarin (3/9).

’’Dugaannya, pelakunya sama. Modusnya juga sama. Semoga aja dengan petunjuk tracking HP ini akan bisa terungkap,’’ tandasnya.

SOOKO, Jawa Pos Radar Mojokerto – Kawanan maling teror perumahan di Japan Raya, Desa Japan, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto, Kamis (3/9) dini hari.

Aksi kriminalitas yang menyasar perumahan elite itu berhasil menggondol motor Honda Beat, tiga handphone (HP), dan uang tunai. Pencurian yang sudah kali kesekian terjadi di lingkungan tersebut menimpa rumah seorang karyawan Tirto Agung, Bambang, 55.

Istri Bambang, Hamkimlam, 52, saat ditemui di rumahnya Jalan Kupang, mengatakan, aksi pencurian diperkirakan terjadi sekitar pukul 02.30. Saat itu, dirinya bersama suami serta anaknya sedang tertidur pulas.

Dirinya baru menyadari bahwa rumahnya menjadi sasaran maling saat terbangun sekitar pukul 04.00. ’’Pukul 04.00 saya biasanya bangun. Lha kebetulan kemarin ini saya mau cari handphone saya untuk melihat jam,’’ tuturnya.

Karena HP yang dicarinya tak kunjung ketemu, dirinya sempat menanyakan kepada suami yang tidur. Namun, saat keluar ke ruang tamu, dirinya malah dikejutkan dengan kondisi rumah yang acak-acakan. Semua barang berserakan di lantai layaknya kapal pecah.

Baca Juga :  Dicekoki Miras, Dua Siswi SMP Negeri lalu Disetubuhi Teman Sendiri

Penasaran dengan apa yang terjadi membuat Hamkimlam melakukan pengecekan di beberapa sudut rumah. Benar saja, dirinya baru menyadari, jika motor Honda Beat dan HP raib dibawa kabur maling.

- Advertisement -

’’Saya menyadarinya itu saat saya mengecek pintu samping rumah sudah terbuka. Gerbang depan juga terbuka separo,’’ katanya. Sontak hal itu membuatnya panik dan membangunkan anak serta suaminya.

Rupanya, pelaku pencurian tak hanya membawa kabur motor yang saat itu terparkir di teras rumah. Namun, juga membawa kabur HP milik anak dan suaminya. ’’Jadi yang hilang bukan hanya motor, tapi tiga HP. Milik saya, anak dan suami. Padahal HP ini berada di dalam kamar tidur. Tapi semua yang ada di dalam rumah ini tidak ada yang terbangun,’’ jelasnya.

Pelaku juga menguras habis isi dompetnya dan hanya menyisahkan uang logam Rp 200 dan ATM. Dompet berisi uang Rp 1 juta lebih itu ditaruhnya di meja tamu. ’’Tinggal KTP, ATM, dan uang receh Rp 200,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Tahu ”Sabu” Libatkan Kakak Beradik

Total keseluruhan uang yang dibawa kabur oleh pelaku sebesar Rp 2,5 juta. Uang miliknya, uang suami, dan uang anak. Sedangkan modus pelaku yakni dengan cara mencongkel jendela rumah dan mengacak-ngacak isi rumah.

Akibat kejadian tersebut, korban mengaku mengalami kerugian mencapai Rp 30 juta. ’’Sudah saya laporkan ke polisi, tadi sudah olah TKP,’’ tegasnya. Sebelumya, di perumahan yang sama, Rabu (19/8) dini hari juga terjadi aksi kriminalitas yang sama. Kawanan maling mengacak-ngacak lima rumah warga sekaligus di Perumahan Japan Raya, Desa Japan.

Sayangnya, hingga saat ini, pelaku belum tertangkap. ’’Kesulitannya (pengungkapan red) karena memang tidak ada atau minim saksi,’’ ungkap Kanitreskrim Polsek Sooko, Ipda Wahib.

Kendati begitu, hingga kini penanganan masih berlanjut. Pengumpulan bukti petunjuk terus dilakukan. Termasuk dengan kejadian kemarin (3/9).

’’Dugaannya, pelakunya sama. Modusnya juga sama. Semoga aja dengan petunjuk tracking HP ini akan bisa terungkap,’’ tandasnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/