alexametrics
26.1 C
Mojokerto
Thursday, August 11, 2022

Miris! Tega Tikam Rekan Kerja karena Diperlakukan Layaknya Babu

Kasus Tukang Kebun Tusuk Tukang Kebun di Gondang

GONDANG, Jawa Pos Radar Mojokerto – Abel Arya, 20, warga Dusun Ploso, Desa Wonoploso, Kecamatan Gondang, nekat menikam rekan Minarto alias Amin, 36, lantaran dendam kesumat. Kekesalannya memuncak lantaran kerap diperlakukan korban bak seorang babu.

Pengakuan itu dilontarkan Abel saat diperiksa petugas di Mapolsek Gondang. Sejak sekitar dua bulan bekerja di kebun milik Pudjoe Hadi itu, pelaku merasa diperlakukan bak asisten pribadi korban. Dendam itu memuncak hingga pelaku nekat menikam korban menggunakan badik. ’’Pelaku merasa diperlakukan seperti babu. Pelaku sering disuruh-suruh korban sehingga muncul rasa emosi yang dipendam selama ini,’’ ungkap Kapolsek Gondang AKP Syaiful Isro, kemarin.

Meski begitu, lanjut Isro, kepolisian terus mendalami motif pelaku melancarkan aksi penganiayaan berat tersebut. Sebab, petugas mesti memeriksa dan memintai keterangan sejumlah pihak lain. Terlebih, kabar adanya motif lain pelaku nekat menikam Amin telah beredar di tengah masyarakat. ’’Karena memang perlu kami cocokkan keterangan dari pihak pelaku, saksi, maupun korban. Saat ini kami masih menunggu kondisi korban membaik dulu. Mungkin dua sampai tiga hari mendatang, baru korban akan kami mintai keterangan,’’ terangnya.

Baca Juga :  Pemprov NTT Sambut Baik Pembukaan Rute Bus Kupang-Timor Leste

Pengakuan Abel luntur usai ditangkap petugas sekitar pukul 00.30 kemarin di rumahnya di Dusun Ploso, Desa Wonoploso. Pelaku tidak berkutik saat diamankan petugas kurang dari 1×24 jam usai menikam Amin sekitar pukul 15.30 Selasa (2/8). ’’Setelah difasilitasi kakak pelaku, akhirnya pelaku mau kembali pulang. Saat itu juga kami amankan,’’ urai Isro. Penangkapan itu setelah pelaku melarikan diri ke rumah beberapa temannya di wilayah Dlanggu. Namun, ia bersedia pulang usai dibujuk sang kakak.

Dari tangan pelaku, petugas mengamankan sejumlah barang bukti. Di antaranya, senjata tajam jenis badik dengan panjang sekitar 35 cm. Akibatnya, tukang kebun itu dijerat dengan pasal berlapis. Pasal 351 ayat 2 KUHP tentang Penganiayaan Berat dan Pasal 2 ayat 1 UU Darurat No 12 Tahun 1951 tentang Senjata Tajam. ’’Ancaman maksimal penjara sembilan tahun. Kami kenakan pasal berlapis karena pelaku ini dengan sengaja membawa senjata tajam untuk tindak kejahatan,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Nyabu di Kosan, Warga Lolawang Dibekuk

Ditambahkannya, saat ini korban tengah mendapat perawatan intensif di RSUD Sumberglagah Pacet untuk memulihkan kesehatannya. Sebab, korban mengalami tiga luka tusukan serius di tubuhnya. Yakni di punggung atas, punggung tengah, dan paha kiri korban. ’’Luka tusukannya cukup dalam sehingga perlu penanganan medis lebih lanjut. Sekarang sudah ditangani secara intensif di RSUD Sumberglagah. Semoga kondisi kesehatan korban segera membaik,’’ tandas kapolsek. (vad/fen)

Kasus Tukang Kebun Tusuk Tukang Kebun di Gondang

GONDANG, Jawa Pos Radar Mojokerto – Abel Arya, 20, warga Dusun Ploso, Desa Wonoploso, Kecamatan Gondang, nekat menikam rekan Minarto alias Amin, 36, lantaran dendam kesumat. Kekesalannya memuncak lantaran kerap diperlakukan korban bak seorang babu.

Pengakuan itu dilontarkan Abel saat diperiksa petugas di Mapolsek Gondang. Sejak sekitar dua bulan bekerja di kebun milik Pudjoe Hadi itu, pelaku merasa diperlakukan bak asisten pribadi korban. Dendam itu memuncak hingga pelaku nekat menikam korban menggunakan badik. ’’Pelaku merasa diperlakukan seperti babu. Pelaku sering disuruh-suruh korban sehingga muncul rasa emosi yang dipendam selama ini,’’ ungkap Kapolsek Gondang AKP Syaiful Isro, kemarin.

Meski begitu, lanjut Isro, kepolisian terus mendalami motif pelaku melancarkan aksi penganiayaan berat tersebut. Sebab, petugas mesti memeriksa dan memintai keterangan sejumlah pihak lain. Terlebih, kabar adanya motif lain pelaku nekat menikam Amin telah beredar di tengah masyarakat. ’’Karena memang perlu kami cocokkan keterangan dari pihak pelaku, saksi, maupun korban. Saat ini kami masih menunggu kondisi korban membaik dulu. Mungkin dua sampai tiga hari mendatang, baru korban akan kami mintai keterangan,’’ terangnya.

Baca Juga :  Penghuni Kos di Kota Mojokerto Ditemukan Meninggal Telanjang Dada

Pengakuan Abel luntur usai ditangkap petugas sekitar pukul 00.30 kemarin di rumahnya di Dusun Ploso, Desa Wonoploso. Pelaku tidak berkutik saat diamankan petugas kurang dari 1×24 jam usai menikam Amin sekitar pukul 15.30 Selasa (2/8). ’’Setelah difasilitasi kakak pelaku, akhirnya pelaku mau kembali pulang. Saat itu juga kami amankan,’’ urai Isro. Penangkapan itu setelah pelaku melarikan diri ke rumah beberapa temannya di wilayah Dlanggu. Namun, ia bersedia pulang usai dibujuk sang kakak.

Dari tangan pelaku, petugas mengamankan sejumlah barang bukti. Di antaranya, senjata tajam jenis badik dengan panjang sekitar 35 cm. Akibatnya, tukang kebun itu dijerat dengan pasal berlapis. Pasal 351 ayat 2 KUHP tentang Penganiayaan Berat dan Pasal 2 ayat 1 UU Darurat No 12 Tahun 1951 tentang Senjata Tajam. ’’Ancaman maksimal penjara sembilan tahun. Kami kenakan pasal berlapis karena pelaku ini dengan sengaja membawa senjata tajam untuk tindak kejahatan,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Ninja vs GL Max, Satu Pengendara Tewas, TKP di Depan Koramil
- Advertisement -

Ditambahkannya, saat ini korban tengah mendapat perawatan intensif di RSUD Sumberglagah Pacet untuk memulihkan kesehatannya. Sebab, korban mengalami tiga luka tusukan serius di tubuhnya. Yakni di punggung atas, punggung tengah, dan paha kiri korban. ’’Luka tusukannya cukup dalam sehingga perlu penanganan medis lebih lanjut. Sekarang sudah ditangani secara intensif di RSUD Sumberglagah. Semoga kondisi kesehatan korban segera membaik,’’ tandas kapolsek. (vad/fen)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/