alexametrics
30.8 C
Mojokerto
Thursday, August 11, 2022

Curanmor Marak, Warga Utara Sungai Mojokerto Ronda Bawa Celurit

JETIS, Jawa Pos Radar Mojokerto – Kasus pencurian motor (curanmor) kian marak di wilayah utara Sungai Brantas. Di Desa Mlirip dan Canggu, Kecamatan Jetis, misalnya, warga rela begadang lantaran aksi curanmor yang meresahkan. Mereka juga membekali diri dengan senjata tajam untuk melawan pencuri.

Kegiatan ronda malam itu dilakukan lantaran warga resah dengan kejadian hilangnya motor. ’’Sudah dua minggu lebih kita jaga malam,’’ ujar Siswandi, warga Desa Mlirip. Menurut dia, aksi pencurian motor terjadi secara beruntun. Aksi pencurian itu terakhir dialami seorang perangkat desa setempat. ’’Sejak itu kita ronda malam. Soalnya seminggu sekali pasti ada (motor, Red) yang hilang,’’ imbuhnya.

Warga berjaga dari pukul 10.00 sampai pukul 03.00. Cara itu dilakukan untuk mencegah komplotan maling yang kerap beraksi saat suasana sepi. Selain berjaga, warga juga membekali diri dengan senjata tajam. ’’Saya bawa celurit buat jaga-jaga karena kalau tangan kosong bagaimana melawan maling,’’ lontar dia.

Baca Juga :  Edarkan Ribuan Dobel L, Warga Kedungmaling Diringkus

Maraknya aksi pencurian ini juga diakui pihak kepolisian. Kanitsabhara Polsek Jetis Iptu Masnahari menyebut, belakang memang sering terjadi aksi curanmor di wilayah hukumnya. Terutama di Desa Mlirip. ’’Di situ memang sedang ramai (kasus pencurian, Red). Tidak hanya motor, tapi juga barang-barang lain,’’ terangnya.

Selain motor, para pelaku disebut kerap berupaya membobol rumah dan warung. Barang yang diincar sesederhara tabung gas elpiji. Pihaknya berupaya mengantisipasi maraknya aksi pencurian dengan meningkatkan partroli. Baik yang dilakukan jajaran polsek maupun satreskrim. ’’Siang malam kita patroli, tidak hanya di satu tempat tapi juga objek vital dan kawasan rawan kejahatan,’’ tandasnya. (adi/fen)

JETIS, Jawa Pos Radar Mojokerto – Kasus pencurian motor (curanmor) kian marak di wilayah utara Sungai Brantas. Di Desa Mlirip dan Canggu, Kecamatan Jetis, misalnya, warga rela begadang lantaran aksi curanmor yang meresahkan. Mereka juga membekali diri dengan senjata tajam untuk melawan pencuri.

Kegiatan ronda malam itu dilakukan lantaran warga resah dengan kejadian hilangnya motor. ’’Sudah dua minggu lebih kita jaga malam,’’ ujar Siswandi, warga Desa Mlirip. Menurut dia, aksi pencurian motor terjadi secara beruntun. Aksi pencurian itu terakhir dialami seorang perangkat desa setempat. ’’Sejak itu kita ronda malam. Soalnya seminggu sekali pasti ada (motor, Red) yang hilang,’’ imbuhnya.

Warga berjaga dari pukul 10.00 sampai pukul 03.00. Cara itu dilakukan untuk mencegah komplotan maling yang kerap beraksi saat suasana sepi. Selain berjaga, warga juga membekali diri dengan senjata tajam. ’’Saya bawa celurit buat jaga-jaga karena kalau tangan kosong bagaimana melawan maling,’’ lontar dia.

Baca Juga :  Kejati Bali Tahan Anak Mantan Sekda Buleleng Atas Korupsi dan TPPU

Maraknya aksi pencurian ini juga diakui pihak kepolisian. Kanitsabhara Polsek Jetis Iptu Masnahari menyebut, belakang memang sering terjadi aksi curanmor di wilayah hukumnya. Terutama di Desa Mlirip. ’’Di situ memang sedang ramai (kasus pencurian, Red). Tidak hanya motor, tapi juga barang-barang lain,’’ terangnya.

Selain motor, para pelaku disebut kerap berupaya membobol rumah dan warung. Barang yang diincar sesederhara tabung gas elpiji. Pihaknya berupaya mengantisipasi maraknya aksi pencurian dengan meningkatkan partroli. Baik yang dilakukan jajaran polsek maupun satreskrim. ’’Siang malam kita patroli, tidak hanya di satu tempat tapi juga objek vital dan kawasan rawan kejahatan,’’ tandasnya. (adi/fen)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/