alexametrics
29.8 C
Mojokerto
Saturday, August 13, 2022

Ada Kerugian Negara, Kejari Mojokerto Kembali Usut Dugaan Korupsi BK Desa

Inspektorat Temukan Kerugian Negara
KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Kejaksaan Kabupaten Mojokerto kembali melanjutkan pengusutan dugaan korupsi Bantuan Keuangan (BK) Desa Rp 300 Juta di Desa Lolawang, Kecamatan Ngoro. Itu setelah hasil audit yang dilakukan inspektorat rampung dan menemukan kerugian negara.

Kasi Intel Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Mojokerto M. Indra Subrata mengatakan, pemeriksaan lapangan yang dilakukan inspektorat selaku Aparat pengawasan Internal Pemerintah (APIP) sudah rampung. Hasilnya sudah dikirim ke kejaksaan. ’’Hasilnya sudah ada di kita. Tapi rahasia. Intinya ada temuan (kerugian negara),’’ ungkapnya saat dikonfirmasi kemarin.

Atas temuan itu, tentu menjadi angin segar bagi kejaksaan dalam mengusut perkara yang bergulir sejak Maret lalu. Unsur pidana atas dugaan penyelewengan bantuan keuangan (BK) desa senilai Rp 300 juta pun dikantongi penyidik. Hanya saja, kejaksaan tak mau gegabah untuk menetapkan tersangka dibalik praktik kotor yang diduga dilakukan pejabat di level desa ini. ’’Tunggu ekspose dulu, belum ada penetapan tersangka,’’ tuturnya.

Baca Juga :  MK Tolak Gugatan DPD dan PBB Terkait "Presidential Threshold"

Sesuai dumas yang masuk, desa ini diduga tidak menyelesaikan bangunan fisik yang sudah didanai dari APBD 2021. Pengerjaan jalan cor dengan anggaran Rp 300 juta itu diduga tidak selesai, melainkan hanya diselesaikan separonya saja.

Dari hasil penyelidikan, penyidik kembali mendapat laporan dari masyarakat terkait dugaan penyelewengan yang dilakukan desa. Selain BK desa senilai Rp 300 juta, ada dugaan penyelewengan penyertaan modal usaha di badan usaha milik desa (BUMDes). Nilainya capai Rp 198 juta. Dugaannya uang bersumber dari dana desa ini diselewengkan oknum tak bertanggung jawab.

’’Dilaporan itu untuk penyertaan modal usaha bumdes Rp 198 juta, padahal tidak ada kegiatan apapun di BUMDes. Itu yang menjadi salah satu temuan inspektorat,’’ kata salah satu BPD Lolawang, Jainurin. (ori/ron)

Baca Juga :  Masyarakat Puas Penanganan Pandemi dan Pemulihan Ekonomi Pemerintah

Inspektorat Temukan Kerugian Negara
KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Kejaksaan Kabupaten Mojokerto kembali melanjutkan pengusutan dugaan korupsi Bantuan Keuangan (BK) Desa Rp 300 Juta di Desa Lolawang, Kecamatan Ngoro. Itu setelah hasil audit yang dilakukan inspektorat rampung dan menemukan kerugian negara.

Kasi Intel Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Mojokerto M. Indra Subrata mengatakan, pemeriksaan lapangan yang dilakukan inspektorat selaku Aparat pengawasan Internal Pemerintah (APIP) sudah rampung. Hasilnya sudah dikirim ke kejaksaan. ’’Hasilnya sudah ada di kita. Tapi rahasia. Intinya ada temuan (kerugian negara),’’ ungkapnya saat dikonfirmasi kemarin.

Atas temuan itu, tentu menjadi angin segar bagi kejaksaan dalam mengusut perkara yang bergulir sejak Maret lalu. Unsur pidana atas dugaan penyelewengan bantuan keuangan (BK) desa senilai Rp 300 juta pun dikantongi penyidik. Hanya saja, kejaksaan tak mau gegabah untuk menetapkan tersangka dibalik praktik kotor yang diduga dilakukan pejabat di level desa ini. ’’Tunggu ekspose dulu, belum ada penetapan tersangka,’’ tuturnya.

Baca Juga :  Terpaksa Beralih Jenis Premium

Sesuai dumas yang masuk, desa ini diduga tidak menyelesaikan bangunan fisik yang sudah didanai dari APBD 2021. Pengerjaan jalan cor dengan anggaran Rp 300 juta itu diduga tidak selesai, melainkan hanya diselesaikan separonya saja.

Dari hasil penyelidikan, penyidik kembali mendapat laporan dari masyarakat terkait dugaan penyelewengan yang dilakukan desa. Selain BK desa senilai Rp 300 juta, ada dugaan penyelewengan penyertaan modal usaha di badan usaha milik desa (BUMDes). Nilainya capai Rp 198 juta. Dugaannya uang bersumber dari dana desa ini diselewengkan oknum tak bertanggung jawab.

’’Dilaporan itu untuk penyertaan modal usaha bumdes Rp 198 juta, padahal tidak ada kegiatan apapun di BUMDes. Itu yang menjadi salah satu temuan inspektorat,’’ kata salah satu BPD Lolawang, Jainurin. (ori/ron)

Baca Juga :  Tetangga Sampaikan Permintaan Maaf Terbuka

Artikel Terkait

Most Read

Getol Kelola Human Capital

Perkuat Literasi dan SDM

Artikel Terbaru

/