alexametrics
23.8 C
Mojokerto
Thursday, May 26, 2022

Penyitaan KPK Mengembang ke Rumah Keluarga MKP di Desa Tampungrejo

MOJOKERTO – Setelah menyita belasan aset tanah terkait kasus tindak pidana pencucian uang (TPPU) dengan tersangka Bupati Mojokerto nonaktif Mustofa Kamal Pasa (MKP), Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mengembangkan sitaan.

Di hari ke enam kemarin, lembaga antirasuah ini terus menelusuri aset MKP dengan melakukan pemeriksaan pejabat Pemkab Mojokerto hingga rekanan. Bahkan, penyidik turut menyita armada kendaraan milik PT Musika dan menyita aset rumah milik keluarga MKP.

Pantauan radarmojokerto.id, pemeriksaan maraton kali ini berlangsung hingga tadi malam. Secara bergantian para pejabat dan rekanan naik ke lantai dua mapolresta untuk mengikuti proses pemeriksaan guna menggali keberadaan aset-aset MKP dalam kasus TPPU.

Di antarnya, H. Suyitno dari Mojosari. Dia yang tampak hadir bersama istrinya sejak pagi hingga siang diperiksa tak lain terkait dugaan gratifikasi yang diterima MKP. ’’Saya dipanggil terkait tanah (MKP) yang berada di Desa Begaganlimo, Kecamatan Gondang, berjumlah 9 bidang dengan luas 5 hektare,’’ katanya seusai menjalani pemeriksaan.

Suyitno mengaku tanah tersebut sebelumnya memamg milik MKP. Namun, di tahun 2011 bidang tanah di bawah lereng Gunung Anjasmoro tersebut sudah menjadi miliknya. Setelah resmi dibelinya melalui perantara rekanan PT Musika, perusahaan milik keluarga besar MKP.

Baca Juga :  Motor Terjun ke Jurang, Sekeluarga Tewas di Jalur Wisata

’’Sudah dijual ke saya dengan harga Rp 3 miliar. Tapi, pembayaran masih saya bayar 50 persen dari harga penjualan,’’ terangnya. Hanya saja, Suyitno tak mengetahui secara detail, apakah asal tanah tersebut hasil dari hadiah atau gratifikasi. ’’Yang saya satu tanah tersebut milik MKP dan dijual kepada saya,’’ tandasnya.

Tak hanya Suyitno, dalam pemeriksan kali ini nampak hadir pejabat Pemkab Mojokerto Moh. Ridwan, mantan Camat Ngoro, dan Sekdakab Mojokerto Herry Suwito. Hanya saja, kehadiran sekdakab yang tak begitu lama tersebut sekadar untuk menyetor data kepegawaian yang sebelumnya diminta penyidik KPK. ’’Hanya menyerahkan data kepegawaian,’’ ucapnya singkat.

Tak hanya itu, sederet orang dekat dan rekanan juga nampak hadir dalam pemeriksaan. Di antaranya, H Condro dari Dlanggu, Suheri, Husain, dan orang dekat MKP yang akrap dipanggil Nono, mantan ajudan MKP Lutfi Arif Muttaqin, serta Heri Susanto, asal Gedeg.

Baca Juga :  Korupsi Uang Portal Rp 1,7 M, Kades Wonosari Dituntut 5 Tahun

Heri yang hadir menggunakan Toyota Kijang Innova Nopol 1858 RG itu mengaku hanya menyerahkan sejumah data yang diminta penyidik KPK. ’’Besok (hari ini, Red) ke sini lagi kok. Ini tadi (kemarin, Red) hanya data-data sama mobil saja,’’ terangnya.

Dengan penyerahan mobil dobel kabin Hilux Nopol S 9699 SA yang terparkir di halaman mapolresta tersebut menjadi deretan aset bergerak yang kembali disita KPK. Dari sebelumnya dua mobil Toyota Kijang Innova Nopol S 1612 ND milik PT Musika dan Daihatsu Granmax Nopol S 1513 QI bertuliskan Himpunan Anak Usia Dini (Himpaudi).

Perlu diketahui, dari 19 papan penyitaan aset milik MKP yang tersebar di tiga kecamatan. Meliputi, Kecamatan Sooko, Puri, dan Pungging. Selain aset tanah, KPK ternyata juga menyita rumah milik orang tua MKP di Desa Tampungrejo, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto. Sebelumnya lembaga superbodi itu juga menyita 27 sertifikat tanah dan puluhan BPKB mobil.

MOJOKERTO – Setelah menyita belasan aset tanah terkait kasus tindak pidana pencucian uang (TPPU) dengan tersangka Bupati Mojokerto nonaktif Mustofa Kamal Pasa (MKP), Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mengembangkan sitaan.

Di hari ke enam kemarin, lembaga antirasuah ini terus menelusuri aset MKP dengan melakukan pemeriksaan pejabat Pemkab Mojokerto hingga rekanan. Bahkan, penyidik turut menyita armada kendaraan milik PT Musika dan menyita aset rumah milik keluarga MKP.

Pantauan radarmojokerto.id, pemeriksaan maraton kali ini berlangsung hingga tadi malam. Secara bergantian para pejabat dan rekanan naik ke lantai dua mapolresta untuk mengikuti proses pemeriksaan guna menggali keberadaan aset-aset MKP dalam kasus TPPU.

Di antarnya, H. Suyitno dari Mojosari. Dia yang tampak hadir bersama istrinya sejak pagi hingga siang diperiksa tak lain terkait dugaan gratifikasi yang diterima MKP. ’’Saya dipanggil terkait tanah (MKP) yang berada di Desa Begaganlimo, Kecamatan Gondang, berjumlah 9 bidang dengan luas 5 hektare,’’ katanya seusai menjalani pemeriksaan.

Suyitno mengaku tanah tersebut sebelumnya memamg milik MKP. Namun, di tahun 2011 bidang tanah di bawah lereng Gunung Anjasmoro tersebut sudah menjadi miliknya. Setelah resmi dibelinya melalui perantara rekanan PT Musika, perusahaan milik keluarga besar MKP.

Baca Juga :  Motor Terjun ke Jurang, Sekeluarga Tewas di Jalur Wisata

’’Sudah dijual ke saya dengan harga Rp 3 miliar. Tapi, pembayaran masih saya bayar 50 persen dari harga penjualan,’’ terangnya. Hanya saja, Suyitno tak mengetahui secara detail, apakah asal tanah tersebut hasil dari hadiah atau gratifikasi. ’’Yang saya satu tanah tersebut milik MKP dan dijual kepada saya,’’ tandasnya.

- Advertisement -

Tak hanya Suyitno, dalam pemeriksan kali ini nampak hadir pejabat Pemkab Mojokerto Moh. Ridwan, mantan Camat Ngoro, dan Sekdakab Mojokerto Herry Suwito. Hanya saja, kehadiran sekdakab yang tak begitu lama tersebut sekadar untuk menyetor data kepegawaian yang sebelumnya diminta penyidik KPK. ’’Hanya menyerahkan data kepegawaian,’’ ucapnya singkat.

Tak hanya itu, sederet orang dekat dan rekanan juga nampak hadir dalam pemeriksaan. Di antaranya, H Condro dari Dlanggu, Suheri, Husain, dan orang dekat MKP yang akrap dipanggil Nono, mantan ajudan MKP Lutfi Arif Muttaqin, serta Heri Susanto, asal Gedeg.

Baca Juga :  Besuk Orang Sakit, Tahanan Kabur Ditangkap di Puskesmas

Heri yang hadir menggunakan Toyota Kijang Innova Nopol 1858 RG itu mengaku hanya menyerahkan sejumah data yang diminta penyidik KPK. ’’Besok (hari ini, Red) ke sini lagi kok. Ini tadi (kemarin, Red) hanya data-data sama mobil saja,’’ terangnya.

Dengan penyerahan mobil dobel kabin Hilux Nopol S 9699 SA yang terparkir di halaman mapolresta tersebut menjadi deretan aset bergerak yang kembali disita KPK. Dari sebelumnya dua mobil Toyota Kijang Innova Nopol S 1612 ND milik PT Musika dan Daihatsu Granmax Nopol S 1513 QI bertuliskan Himpunan Anak Usia Dini (Himpaudi).

Perlu diketahui, dari 19 papan penyitaan aset milik MKP yang tersebar di tiga kecamatan. Meliputi, Kecamatan Sooko, Puri, dan Pungging. Selain aset tanah, KPK ternyata juga menyita rumah milik orang tua MKP di Desa Tampungrejo, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto. Sebelumnya lembaga superbodi itu juga menyita 27 sertifikat tanah dan puluhan BPKB mobil.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/