alexametrics
30.8 C
Mojokerto
Tuesday, May 24, 2022

Terobos Arahan Supeltas, Mahasiswa Tewas setelah Menabrak Grand Max

MOJOSARI, Jawa Pos Radar Mojokerto – Silvi Maria Novita, 20, warga Dusun Tegaldadi, Desa Mojosulur, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto, mengalami petaka, Sabtu (2/5). Mahasiswi ini meregang nyawa setelah menorobos arahan lalu lintas relawan di pertigaan Jalan Airlangga, Desa Seduri, Kecamatan Mojosari. Motor yang dikendarai menghantam Daihatsu Gran Max.

Kecelakaan terjadi pukul 11.30 ini berawal saat korban mengendarai Motor Honda Beat warna putih bernopol S 2757 NAG melaju dari arah Ngoro menuju Mojosari. Setibanya di simpang tiga Taman Lalu Lintas Mojosari, korban menorobos arahan sukarelawan pengatur lalu lintas (supeltas).

Padahal, relawan itu sudah melentangkan tangan sebagai tanda agar pengendara yang dai Ngoro berhenti, dan memberikan waktu bagi pengendara dari arah selatan untuk melintas. ”Yang arah selatan dan arah utara saya jalankan. Otomatis yang dari timur saya berhentikan. Tapi pengendara beat itu menorobos, dan langsung menabrak gran max dari arah selatan,” ungkap Supadi Harto, relawan sekaligus saksi mata.

Baca Juga :  Sakit Komplikasi, Dokter Spesialis Cabul Urung Ditahan

Saking kerasnya benturan, tubuh korban terpental hingga berada di depan mobil gran max bernopol S 1756 RG yang dikemudikan Moh Khodim, 66, warga Desa Lebaksono, Kecamatan, Pungging, Kabupaten Mojokerto. Sementara Moh Khodim tidak bisa mengendalikan laju kendaraan lantaran jarak yang cukup dekat.

Sehingga mobilnya melindas tubuh korban yang sudah dalam kondisi terkapar di jalan. Korban tewas di lokasi lantaran mengalami luka di bagian kepala. ”Korban itu menabrak gran max dari samping. Tepatnya, roda depan grand max sebelah kanan,” ungkapnya.

Warga setempat yang melihat kecelakaan membantu mengevakuasi korban bersama kepolisian dan relawan.  Jasad korban dibawa ke RSUD Prof  dr Soekandar Mojosari. Pantauan Jawa Pos Radar Mojokerto di tempat kejadian perkara (TKP), kecelakaan ini sempat mengakibatkan jalur lalu lintas mengalami kemacetan selama 30 menit. 

Baca Juga :  Satgas Hentikan Operasi Masker

Kanit Laka Salantas Polres Mojokerto Ipda Handoko, menyatakan, pemicu terjadinya kecelakaan ini diduga korban sedang terburu-buru hingga tidak konsentrasi saat berkendara. ”Pengendara sepeda motor ini diduga ngelamun atau kurang konsentrasi,” tandasnya. (hin)

 

 

MOJOSARI, Jawa Pos Radar Mojokerto – Silvi Maria Novita, 20, warga Dusun Tegaldadi, Desa Mojosulur, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto, mengalami petaka, Sabtu (2/5). Mahasiswi ini meregang nyawa setelah menorobos arahan lalu lintas relawan di pertigaan Jalan Airlangga, Desa Seduri, Kecamatan Mojosari. Motor yang dikendarai menghantam Daihatsu Gran Max.

Kecelakaan terjadi pukul 11.30 ini berawal saat korban mengendarai Motor Honda Beat warna putih bernopol S 2757 NAG melaju dari arah Ngoro menuju Mojosari. Setibanya di simpang tiga Taman Lalu Lintas Mojosari, korban menorobos arahan sukarelawan pengatur lalu lintas (supeltas).

Padahal, relawan itu sudah melentangkan tangan sebagai tanda agar pengendara yang dai Ngoro berhenti, dan memberikan waktu bagi pengendara dari arah selatan untuk melintas. ”Yang arah selatan dan arah utara saya jalankan. Otomatis yang dari timur saya berhentikan. Tapi pengendara beat itu menorobos, dan langsung menabrak gran max dari arah selatan,” ungkap Supadi Harto, relawan sekaligus saksi mata.

Baca Juga :  Provokasi Lewat Status WA, Nyaris Berujung Bentrok

Saking kerasnya benturan, tubuh korban terpental hingga berada di depan mobil gran max bernopol S 1756 RG yang dikemudikan Moh Khodim, 66, warga Desa Lebaksono, Kecamatan, Pungging, Kabupaten Mojokerto. Sementara Moh Khodim tidak bisa mengendalikan laju kendaraan lantaran jarak yang cukup dekat.

Sehingga mobilnya melindas tubuh korban yang sudah dalam kondisi terkapar di jalan. Korban tewas di lokasi lantaran mengalami luka di bagian kepala. ”Korban itu menabrak gran max dari samping. Tepatnya, roda depan grand max sebelah kanan,” ungkapnya.

Warga setempat yang melihat kecelakaan membantu mengevakuasi korban bersama kepolisian dan relawan.  Jasad korban dibawa ke RSUD Prof  dr Soekandar Mojosari. Pantauan Jawa Pos Radar Mojokerto di tempat kejadian perkara (TKP), kecelakaan ini sempat mengakibatkan jalur lalu lintas mengalami kemacetan selama 30 menit. 

Baca Juga :  Toko Diesel Mengalami Kebakaran Hebat, Ini Gambar Apinya
- Advertisement -

Kanit Laka Salantas Polres Mojokerto Ipda Handoko, menyatakan, pemicu terjadinya kecelakaan ini diduga korban sedang terburu-buru hingga tidak konsentrasi saat berkendara. ”Pengendara sepeda motor ini diduga ngelamun atau kurang konsentrasi,” tandasnya. (hin)

 

 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

Terancam Hukuman Maksimal

PPDB SMA/SMK Dimulai


/