alexametrics
26.8 C
Mojokerto
Wednesday, May 18, 2022

Lepas Segel, Dipatok Rp 5 Juta

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Penertiban bangunan tak berizin menjadi celah orang tak bertanggungjawab untuk melakukan aksi penipuan. Pelaku yang mengatasnamakan anggota Satpol PP Kota Mojokerto menjanjikan pelepasan segel hingga pembebasan kewajiban mengurus izin mendirikan bangunan (IMB) asal mau membayar jutaan rupiah.

Kasatpol PP Kota Mojokerto Heryana Dodik Murtono menceritakan, percobaan penipuan ini diketahui setelah salah satu pelanggar IMB usai mengadu ke pihaknya. Pelapor yang merupakan pemilik apotek di Jalan Raya Surodinawan, Kecamatan Prajurit Kulon itu, mengaku diminta uang Rp 5 juta untuk membereskan persoalan penyegelan bangunannya. ”Dia merasa ditawari oleh oknum masyarakat yang mengaku satpol PP meminta uang untuk pembukaan segel dari pelanggar perda IMB,” terangnya kemarin (2/10).

Baca Juga :  Tiga Proyek Gedung Disegel

Modus pelaku, mengaku sebagai anggota satpol PP. Dia menghubungi pemilik bangunan via telepon. Awalnya, lanjut Dodik, pelapor diminta Rp 5 juta. Uang itu sebagai syarat pembukaan segel dan pengurusan IMB. Oleh pelapor tawaran itu sempat ditolak.

Namun karena terus dihubungi, terjadilah tawar menawar. Hingga akhirnya muncul kesepakatan nilainya diturunkan menjadi Rp 2 juta. Pelapor hampir saja membayar uang tersebut, sebelum akhirnya dia mengklarifikasi ke pihak satpol PP. ”Tapi, allhamdulillah sampai saat ini pelanggar tersebut yang apotek itu tidak sampai memberikan uang itu,” ujarnya.

Dodik menyebut, pelapor tidak mengenal pelaku. Bahkan keduanya tidak pernah bertemu. Dalam aksinya ini, pelaku mengatasnamakan diri sebagai staf kasatpol PP. Dari keterangan pelapor, pelaku meminta uang tersebut karena kasatpol PP sedang butuh uang. Pelaku menghubungi pelapor, Sabtu (30/10). Lima hari pasca aparat penegak perda menyegel proyek pembanguan apoteknya lantaran tidak ber-IMB. ”Jadi yang bersangkutan tidak serta merta percaya, jadi dia Senin (1/11) kemarin membuat pengaduan ke perizinan (DPMPTSP),” ungkap Dodik.

Baca Juga :  Komplotan Pembobolan ATM BCA Rp 673 Juta asal Kota Surabaya

Pihaknya menegaskan, tidak ada jasa pelepasan segel maupun penyelesaian dengan nominal uang tertentu. Yang jelas, Dodik memastikan, pelaku merupakan orang tak bertanggungjawab yang mencatut institusi satpol PP. ”Pelapor sudah kami beri tahu kalau tidak ada yang seperti itu. Jadi untuk masyarakat yang belum mengurus IMB silakan diurus sesuai peraturan,” tegasnya. (adi/ron)

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Penertiban bangunan tak berizin menjadi celah orang tak bertanggungjawab untuk melakukan aksi penipuan. Pelaku yang mengatasnamakan anggota Satpol PP Kota Mojokerto menjanjikan pelepasan segel hingga pembebasan kewajiban mengurus izin mendirikan bangunan (IMB) asal mau membayar jutaan rupiah.

Kasatpol PP Kota Mojokerto Heryana Dodik Murtono menceritakan, percobaan penipuan ini diketahui setelah salah satu pelanggar IMB usai mengadu ke pihaknya. Pelapor yang merupakan pemilik apotek di Jalan Raya Surodinawan, Kecamatan Prajurit Kulon itu, mengaku diminta uang Rp 5 juta untuk membereskan persoalan penyegelan bangunannya. ”Dia merasa ditawari oleh oknum masyarakat yang mengaku satpol PP meminta uang untuk pembukaan segel dari pelanggar perda IMB,” terangnya kemarin (2/10).

Baca Juga :  Personel Bhabinkamtibmas Akan Ditambah

Modus pelaku, mengaku sebagai anggota satpol PP. Dia menghubungi pemilik bangunan via telepon. Awalnya, lanjut Dodik, pelapor diminta Rp 5 juta. Uang itu sebagai syarat pembukaan segel dan pengurusan IMB. Oleh pelapor tawaran itu sempat ditolak.

Namun karena terus dihubungi, terjadilah tawar menawar. Hingga akhirnya muncul kesepakatan nilainya diturunkan menjadi Rp 2 juta. Pelapor hampir saja membayar uang tersebut, sebelum akhirnya dia mengklarifikasi ke pihak satpol PP. ”Tapi, allhamdulillah sampai saat ini pelanggar tersebut yang apotek itu tidak sampai memberikan uang itu,” ujarnya.

Dodik menyebut, pelapor tidak mengenal pelaku. Bahkan keduanya tidak pernah bertemu. Dalam aksinya ini, pelaku mengatasnamakan diri sebagai staf kasatpol PP. Dari keterangan pelapor, pelaku meminta uang tersebut karena kasatpol PP sedang butuh uang. Pelaku menghubungi pelapor, Sabtu (30/10). Lima hari pasca aparat penegak perda menyegel proyek pembanguan apoteknya lantaran tidak ber-IMB. ”Jadi yang bersangkutan tidak serta merta percaya, jadi dia Senin (1/11) kemarin membuat pengaduan ke perizinan (DPMPTSP),” ungkap Dodik.

Baca Juga :  Puluhan Warung Remang-Remang Dalam Pengawasan Satpol PP

Pihaknya menegaskan, tidak ada jasa pelepasan segel maupun penyelesaian dengan nominal uang tertentu. Yang jelas, Dodik memastikan, pelaku merupakan orang tak bertanggungjawab yang mencatut institusi satpol PP. ”Pelapor sudah kami beri tahu kalau tidak ada yang seperti itu. Jadi untuk masyarakat yang belum mengurus IMB silakan diurus sesuai peraturan,” tegasnya. (adi/ron)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/