alexametrics
30.8 C
Mojokerto
Tuesday, May 24, 2022

Sektor Industri Dominasi Kasus Kebakaran

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Puncak musim kemarau saat ini berpotensi menyumbang kasus kebakaran. Hingga awal Oktober ini saja tercatat sudah ada 79 kali kejadian kebakaran. Amukan si jago merah tahun ini banyak terjadi di tempat usaha atau industri, disusul kebakaran lahan, dan permukiman.

Kepala BPBD Kabupaten Mojokerto Muhammad Zaini mengatakan, kasus kebakaran di kabupaten memang tergolong masih tinggi. Terbukti, sejak Januari hingga awal Oktober 2020 tercatat ada 79 kasus kebakaran. Dari kebakaran rumah, lahan, hutan, tempat usaha, industri, gedung hingga instalasi listrik. ’’Tren paling banyak kebakaran terjadi di area industri atau tempat usaha,’’ ungkapnya.

Dengan rincian 33 kasus kebakaran tempat usaha atau industri, 23 kasus kebakaran lahan, 12 kasus kebakaran rumah warga, 8 kali kebakaran hutan, 2 kali kebakaran instalasi listrik, dan 1 kali kebakaran gedung. Tingginya kasus kebakaran di lingkungan industri menjadikan Kecamatan Ngoro sebagai kawasan paling rawan terjadi kebakaran, disusul Kecamatan Jetis, dan Kecamatan Towulan.

Baca Juga :  Korsleting Pompa Air, Gudang Rongsokan Ludes

Berbagai faktor banyak menjadi pemicu kebakaran, mulai korsleting listrik, obat nyamuk bakar, tabung gas, dan charger handphone (HP). ’’Itu untuk dipermukiman dan tempat usaha. Sedangkan untuk kebakaran lahan dan hutan, ada dua kemungkinan. Satu memang ada dugaan sengaja dibakar, dua bisa jadi karena rambatan pembakaran sampah atau pembuangan puntung rokok,’’ paparnya.

Hanya, lanjut Zaini, tingginya kebakaran sejauh ini kurang didukung dengan sarana dan prasarana yang ada. Dengan ketersediaan 6 unit mobil PMK disebut-sebut kebutuhannya masih jauh dari proporsional. Jika dilihat dari luasan 18 kecamatan yang ada. Sehingga dalam penanganan selama ini membuat personel benar-benar kelabakan. Tidak jarang saat nyampai di lokasi kebakaran, api juga sudah membesar hingga akhirnya tak bisa lagi menyelamatkan fasilitasataupun bangunan yang terbakar.Padahal, sesuai Permen PU Nomor 20 Tahun 2009 tentang Pedoman Teknis Manajemen Proteksi Kebakaran di Perkotaan,proteksi kebakaran kota disebutkan waktu tanggap instansi pemadam kebakaran terhadap pemberitahuan kebakaran untuk kondisi di Indonesia tidak lebih dari 15 menit. ’’Tapi, selama ini hal itu tidak bisa dilakukan, karena sarana dan prasarana sendiri tidak memenuhi. Bahkan, jika ngebut malah berisiko di jalan raya,’’ jelasnya.

Baca Juga :  HP Di-Charge, Dua Rumah Dilalap Si Jago Merah

Dengan hanya ada dua pos,di Jalan Pemuda, Desa Seduri, Kecamatan Mojosari, dan di pos utama kantor BPBD di Jalan Raya Jabon, Kecamatan Mojoanyar,kondisi itu dinilai jauh dari ideal.  Sulitnya mencari sumber air dikala memasuki musim kemarau turut menyumbang kendala di tengah proses pemadaman. ’’Hidran atau sumur buatan di Kabupaten Mojokerto juga tidak ada,’’ tandasnya. Selain kasus kebakaran, BPBD mencatat, ada 22 kejadian bencana lain terjadi saat ini. Meliputi, angin kencang, pohon tumbang, banjir, dan tanggul atau plengsengan jebol.

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Puncak musim kemarau saat ini berpotensi menyumbang kasus kebakaran. Hingga awal Oktober ini saja tercatat sudah ada 79 kali kejadian kebakaran. Amukan si jago merah tahun ini banyak terjadi di tempat usaha atau industri, disusul kebakaran lahan, dan permukiman.

Kepala BPBD Kabupaten Mojokerto Muhammad Zaini mengatakan, kasus kebakaran di kabupaten memang tergolong masih tinggi. Terbukti, sejak Januari hingga awal Oktober 2020 tercatat ada 79 kasus kebakaran. Dari kebakaran rumah, lahan, hutan, tempat usaha, industri, gedung hingga instalasi listrik. ’’Tren paling banyak kebakaran terjadi di area industri atau tempat usaha,’’ ungkapnya.

Dengan rincian 33 kasus kebakaran tempat usaha atau industri, 23 kasus kebakaran lahan, 12 kasus kebakaran rumah warga, 8 kali kebakaran hutan, 2 kali kebakaran instalasi listrik, dan 1 kali kebakaran gedung. Tingginya kasus kebakaran di lingkungan industri menjadikan Kecamatan Ngoro sebagai kawasan paling rawan terjadi kebakaran, disusul Kecamatan Jetis, dan Kecamatan Towulan.

Baca Juga :  Seminggu Tak Pulang, Siswi SD Diduga Dicabuli Anak di Bawah Umur

Berbagai faktor banyak menjadi pemicu kebakaran, mulai korsleting listrik, obat nyamuk bakar, tabung gas, dan charger handphone (HP). ’’Itu untuk dipermukiman dan tempat usaha. Sedangkan untuk kebakaran lahan dan hutan, ada dua kemungkinan. Satu memang ada dugaan sengaja dibakar, dua bisa jadi karena rambatan pembakaran sampah atau pembuangan puntung rokok,’’ paparnya.

Hanya, lanjut Zaini, tingginya kebakaran sejauh ini kurang didukung dengan sarana dan prasarana yang ada. Dengan ketersediaan 6 unit mobil PMK disebut-sebut kebutuhannya masih jauh dari proporsional. Jika dilihat dari luasan 18 kecamatan yang ada. Sehingga dalam penanganan selama ini membuat personel benar-benar kelabakan. Tidak jarang saat nyampai di lokasi kebakaran, api juga sudah membesar hingga akhirnya tak bisa lagi menyelamatkan fasilitasataupun bangunan yang terbakar.Padahal, sesuai Permen PU Nomor 20 Tahun 2009 tentang Pedoman Teknis Manajemen Proteksi Kebakaran di Perkotaan,proteksi kebakaran kota disebutkan waktu tanggap instansi pemadam kebakaran terhadap pemberitahuan kebakaran untuk kondisi di Indonesia tidak lebih dari 15 menit. ’’Tapi, selama ini hal itu tidak bisa dilakukan, karena sarana dan prasarana sendiri tidak memenuhi. Bahkan, jika ngebut malah berisiko di jalan raya,’’ jelasnya.

Baca Juga :  HP Di-Charge, Dua Rumah Dilalap Si Jago Merah

Dengan hanya ada dua pos,di Jalan Pemuda, Desa Seduri, Kecamatan Mojosari, dan di pos utama kantor BPBD di Jalan Raya Jabon, Kecamatan Mojoanyar,kondisi itu dinilai jauh dari ideal.  Sulitnya mencari sumber air dikala memasuki musim kemarau turut menyumbang kendala di tengah proses pemadaman. ’’Hidran atau sumur buatan di Kabupaten Mojokerto juga tidak ada,’’ tandasnya. Selain kasus kebakaran, BPBD mencatat, ada 22 kejadian bencana lain terjadi saat ini. Meliputi, angin kencang, pohon tumbang, banjir, dan tanggul atau plengsengan jebol.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

Terancam Hukuman Maksimal

PPDB SMA/SMK Dimulai


/