alexametrics
24.8 C
Mojokerto
Saturday, May 21, 2022

Dominan Korban Eks Karyawan PT Tjiwi Kimia

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Ratusan warga Kota dan Kabupaten Mojokerto menjadi korban penipuan massal. Menyusul, fee bagi hasil investasi yang mereka tanamkan tak kunjung menghasilkan uang. Mereka justru kehilangan uang ratusan juta hingga miliaran. Rata-rata korban merupakan eks karyawan PT Tjiwi Kimia.

Ratusan korban ini mendatangi Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polresta Mojokerto untuk melaporkan dugaan penipuan dan penggelapan investasi bodong dilakukan PT Rofiq Hanifah Sukses (RHS) Group.’’Yang jelas, kami berharap uang kami kembali,’’ ungkap Syafii, salah satu korban kepada Jawa Pos Radar Mojokerto.id di mapolresta.

Kedatangan mereka ini untuk melaporkan manajeman RHS Group berkantor di Jalan Raya Ijen, Kelurahan Wates, Kecamatan Magersari. Selama menyampaikan laporan, para korban tampak menunjukkan kekecewaan mereka. Di mana, investasi yang ditanamkan sejak tahun 2017 justru berbuah kerugian. ”Saya mengalami kerugian Rp 172 juta,” imbuhnya.

Baca Juga :  Ciduk Dua Pasangan Mesum, Polisi Dapati Tisu Magic dan Kondom

Ia menuturkan, uang ratusan juta tersebut diinvestasikan secara bertahap. Mulai Rp 10 juta, ditambah Rp 50 juta, dan Rp 112 juta. Syafii menyebutkan, di awal pembayaran investasi, fee Rp 500 ribu atau 5 persen dari Rp 10 juta yang diinvestasikan setiap bulan terbilang lancar. Kondisi itu bahkan membuatnya semakin tergiur. Sehingga memutuskan untuk kembali menambah nominal investasi Rp 50 juta. Dengan total Rp 60 juta tersebut, selama dua bulan fee yang diterima tidak menuai kendala apa pun.

Dari situ, ia semakin tertarik untuk meningkatkan nilai investasinya dengan menambahkan uang Rp 112 juta. Dengan demikian total keseluruhan mencapai Rp 172 juta. ’’Baru setelah investasi Rp 172 juta, saya tidak pernah diberi fee lagi. Uang saya juga tidak kembali,’’ tambah warga asal Lingkungan Kedungwali, Kelurahan Miji, Kecamatan Kranggan, Kota Mojokerto. Cahyo, korban lainnya mengaku telah kehilangan uang Rp 320 juta. ’’Uang itu milik saya, istri, dan kakak,’’ jelasnya. Warga Kelurahan Wates, Kecamatan Magersari ini menyatakan, belakangan hanya menerima empat kali fee hasil investasi. Selebihnya sudah tak pernah diterima. Beberapa kali pihaknya menagih, namun manajeman RHS Group terus berbelit. Bahkan, belakangan kantornya tutup alias tidak ada aktivitas.(ori/ris)

Baca Juga :  Bus Tak Layak Masih Beroperasi

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Ratusan warga Kota dan Kabupaten Mojokerto menjadi korban penipuan massal. Menyusul, fee bagi hasil investasi yang mereka tanamkan tak kunjung menghasilkan uang. Mereka justru kehilangan uang ratusan juta hingga miliaran. Rata-rata korban merupakan eks karyawan PT Tjiwi Kimia.

Ratusan korban ini mendatangi Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polresta Mojokerto untuk melaporkan dugaan penipuan dan penggelapan investasi bodong dilakukan PT Rofiq Hanifah Sukses (RHS) Group.’’Yang jelas, kami berharap uang kami kembali,’’ ungkap Syafii, salah satu korban kepada Jawa Pos Radar Mojokerto.id di mapolresta.

Kedatangan mereka ini untuk melaporkan manajeman RHS Group berkantor di Jalan Raya Ijen, Kelurahan Wates, Kecamatan Magersari. Selama menyampaikan laporan, para korban tampak menunjukkan kekecewaan mereka. Di mana, investasi yang ditanamkan sejak tahun 2017 justru berbuah kerugian. ”Saya mengalami kerugian Rp 172 juta,” imbuhnya.

Baca Juga :  Tepergok Curi Motor, Emak-Emak Diarak Warga

Ia menuturkan, uang ratusan juta tersebut diinvestasikan secara bertahap. Mulai Rp 10 juta, ditambah Rp 50 juta, dan Rp 112 juta. Syafii menyebutkan, di awal pembayaran investasi, fee Rp 500 ribu atau 5 persen dari Rp 10 juta yang diinvestasikan setiap bulan terbilang lancar. Kondisi itu bahkan membuatnya semakin tergiur. Sehingga memutuskan untuk kembali menambah nominal investasi Rp 50 juta. Dengan total Rp 60 juta tersebut, selama dua bulan fee yang diterima tidak menuai kendala apa pun.

Dari situ, ia semakin tertarik untuk meningkatkan nilai investasinya dengan menambahkan uang Rp 112 juta. Dengan demikian total keseluruhan mencapai Rp 172 juta. ’’Baru setelah investasi Rp 172 juta, saya tidak pernah diberi fee lagi. Uang saya juga tidak kembali,’’ tambah warga asal Lingkungan Kedungwali, Kelurahan Miji, Kecamatan Kranggan, Kota Mojokerto. Cahyo, korban lainnya mengaku telah kehilangan uang Rp 320 juta. ’’Uang itu milik saya, istri, dan kakak,’’ jelasnya. Warga Kelurahan Wates, Kecamatan Magersari ini menyatakan, belakangan hanya menerima empat kali fee hasil investasi. Selebihnya sudah tak pernah diterima. Beberapa kali pihaknya menagih, namun manajeman RHS Group terus berbelit. Bahkan, belakangan kantornya tutup alias tidak ada aktivitas.(ori/ris)

Baca Juga :  Desak Polisi Usut Dugaan Pemerkosaan

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/