alexametrics
29.8 C
Mojokerto
Thursday, May 19, 2022

Miris, Selama Tiga Bulan, Kecelakaan Tewaskan 39 Korban

MOJOKERTO – Jalur trans Nasional di sepanjang Jalan Bypass Trowulan, Mojokerto menduduki ranking tertinggi angka kecelakaan di wilayah Satlantas Polres Mojokerto. Selama triwulan atau kurun waktu bulan Mei hingga Juli kemarin, tercatat ada 39 korban meregang nyawa. Sebagian besar kecelakaan di antaranya melibatkan motor, mobil, angkutan umum, dan truk.

”Khususnya di sepanjang Jalan Bypass Trowulan,” kata Kanitlaka Satlantas Polres Mojokerto, Ipda Bachtiar Arifin kemarin (2/8). Data satlantas mencatat, dalam triwulan terakhir itu, terdapat 220 kasus kecelakaan. Semua melibatkan motor, mobil pribadi, kendaraan umum, dan truk. Perinciannya, 39 orang dari 31 kasus kecelakaan meninggal dunia. Selain itu, ada 21 korban mengalami luka berat, dan 251 korban lainnya mengalami luka ringan. ’’Sementara kerugian material ditaksir Rp 213 juta,’’ tandas Bachtiar.

Baca Juga :  Anak Sayat Leher Ibu Kandung Sendiri, Korban Sudah Berusia Lansia

Angka kasus kecelakaan ini terbilang tinggi dibanding yang pernah terjadi di jalur Nasional lainnya atau jalur-jalur provinsi. Macam sepanjang jalan Mojokerto-Mojosari, Mojosari-Ngoro dan di kawasan Sooko. Jumlah korbannya masih berada di bawah rata-rata. ’’Baik fatalitas dan jumlah kecelakaan, di Trowulan memang sangat tinggi,’’ bebernya. Terakhir, kasus kecelakaan melibatkan motor dan truk terjadi di depan Jembatan Timbang Trowulan, Senin (31/7). Murti Firmani, 34, pengendara motor Honda Beat Nopol S 5019 NT, asal Desa/Kecamatan Trowulan tewas di lokasi. Karyawati Swalayan Gajah Mada, Kota Mojokerto ini tewas setelah tubuhnya terlindas truk Nopol AA 1838 AA, saat menghindari jalan berlubang.

Mulanya, dia berusaha menghindari jalan berlubang namun motornya oleh hingga akhirnya terjatuh dan terlindas truk yang dikemudikan Daud Slamet, 50, asal Magelang, Jawa Tengah (Jateng). ’’Dari keterangan saksi dan olah TKP, korban diduga terjatuh terlebih dahulu setelah menghindari jalan berlubang,’’ paparnya. Kasatlantas Polres Mojokerto, AKP Wikha Ardilestanto menambahkan, tingginya angka kecelakaan di jalur utama trans Nasional itu memang dipengaruhi oleh banyak faktor. Utamanya, kondisi infrastruktur jalan dan human error. ’’Di sisi lain, saat malam hari PJU (penerangan jalan umum) tidak berfungsi maksimal. Ini juga bisa menjadi penyebab utama kecelakaan,” jelasnya.

Baca Juga :  Keluarga Anggota Kopassus Meregang Nyawa

Dia mengingatkan, dari identifikasi kecelakaan, faktor human error menjadi penyebab utama kecelakaan. Salah satunya karena tidak mematuhi rambu-rambu lalu lintas atau melanggar UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ). Wikha mencontohkan, banyak kendaraan mendahului dari arah sisi kiri, tapi tidak memperhatikan haluan di depannya. Padahal, kondisi jalan saat itu sangat rawan. ’’Artinya, meski faktor jalan mempengaruhi, namun hanya sedikit,’’ pungkasnya.

MOJOKERTO – Jalur trans Nasional di sepanjang Jalan Bypass Trowulan, Mojokerto menduduki ranking tertinggi angka kecelakaan di wilayah Satlantas Polres Mojokerto. Selama triwulan atau kurun waktu bulan Mei hingga Juli kemarin, tercatat ada 39 korban meregang nyawa. Sebagian besar kecelakaan di antaranya melibatkan motor, mobil, angkutan umum, dan truk.

”Khususnya di sepanjang Jalan Bypass Trowulan,” kata Kanitlaka Satlantas Polres Mojokerto, Ipda Bachtiar Arifin kemarin (2/8). Data satlantas mencatat, dalam triwulan terakhir itu, terdapat 220 kasus kecelakaan. Semua melibatkan motor, mobil pribadi, kendaraan umum, dan truk. Perinciannya, 39 orang dari 31 kasus kecelakaan meninggal dunia. Selain itu, ada 21 korban mengalami luka berat, dan 251 korban lainnya mengalami luka ringan. ’’Sementara kerugian material ditaksir Rp 213 juta,’’ tandas Bachtiar.

Baca Juga :  Jalur Sempit, Rawan Kecelakaan

Angka kasus kecelakaan ini terbilang tinggi dibanding yang pernah terjadi di jalur Nasional lainnya atau jalur-jalur provinsi. Macam sepanjang jalan Mojokerto-Mojosari, Mojosari-Ngoro dan di kawasan Sooko. Jumlah korbannya masih berada di bawah rata-rata. ’’Baik fatalitas dan jumlah kecelakaan, di Trowulan memang sangat tinggi,’’ bebernya. Terakhir, kasus kecelakaan melibatkan motor dan truk terjadi di depan Jembatan Timbang Trowulan, Senin (31/7). Murti Firmani, 34, pengendara motor Honda Beat Nopol S 5019 NT, asal Desa/Kecamatan Trowulan tewas di lokasi. Karyawati Swalayan Gajah Mada, Kota Mojokerto ini tewas setelah tubuhnya terlindas truk Nopol AA 1838 AA, saat menghindari jalan berlubang.

Mulanya, dia berusaha menghindari jalan berlubang namun motornya oleh hingga akhirnya terjatuh dan terlindas truk yang dikemudikan Daud Slamet, 50, asal Magelang, Jawa Tengah (Jateng). ’’Dari keterangan saksi dan olah TKP, korban diduga terjatuh terlebih dahulu setelah menghindari jalan berlubang,’’ paparnya. Kasatlantas Polres Mojokerto, AKP Wikha Ardilestanto menambahkan, tingginya angka kecelakaan di jalur utama trans Nasional itu memang dipengaruhi oleh banyak faktor. Utamanya, kondisi infrastruktur jalan dan human error. ’’Di sisi lain, saat malam hari PJU (penerangan jalan umum) tidak berfungsi maksimal. Ini juga bisa menjadi penyebab utama kecelakaan,” jelasnya.

Baca Juga :  Asyik Main Bola, Terpeleset di Got, Bocah SD Tewas
- Advertisement -

Dia mengingatkan, dari identifikasi kecelakaan, faktor human error menjadi penyebab utama kecelakaan. Salah satunya karena tidak mematuhi rambu-rambu lalu lintas atau melanggar UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ). Wikha mencontohkan, banyak kendaraan mendahului dari arah sisi kiri, tapi tidak memperhatikan haluan di depannya. Padahal, kondisi jalan saat itu sangat rawan. ’’Artinya, meski faktor jalan mempengaruhi, namun hanya sedikit,’’ pungkasnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/