alexametrics
27.8 C
Mojokerto
Thursday, May 26, 2022

Ditinggal Salat Id, Rumah Ludes Dilalap si Jago Merah

MOJOSARI, Jawa Pos Radar Mojokerto – Lupa mematikan kompor, rumah Ainur Fatida Wijayanti, warga Jalan Kartini, Dusun/Desa Seduri, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto, terbakar saat ditinggal salat Idul Fitri 1443, Senin (2/5). Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun kerugian ditafsir capai belasan juta rupiah.

Peristiwa nahas ini terjadi sekitar pukul 07.00. Saat itu Ainur yang tengah memasak air, sebelumnya, lupa mematikan kompor saat berangkat salah IdulFitri bersama keluarganya. ”Pemilknya tergesa-gesa mau salat idul Fitri, jadi lupa kalau sedang memasak air. Hingga akhirnya terjadi kebakaran,” ungkap Kapolsek Mojosari, Kompol Heru Purwandi.

Kali pertama kebakaran diketahui warga dari jauh setelah melihat kepulan asap yang keluar dari dalam rumah korban. Sontak peristiwa itu membuat warga heboh.

Baca Juga :  Elpiji Hanguskan Rumah saat Korban Memasak Menu Berbuka Puasa

Menggunakan alat seadanya, warna berusaha melakukan upaya pemadaman. Namun, besarnya api membuat warga kewalahan. Dengan sekedar, kobaran api membakar bagian dapur dan merambat ke atap kamar bagian belakang.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun kerugian ditafsir capai belasan juta. Itu setelah kontruksi rumah yang terbuat dari kayu ludes dilalap sijago merah. Beruntung, mobil pemadam kebakaran BPBD juga segera datang.

“Sekitar pukul 96.30-an Alhamdulillah api bisa dipadamkan. Korban hanya alami kerugian material. Ditafsir dengan kerusakan yang dialami mencapai Rp 15 juta,” tandasnya.

LUDES: Petugas Damkar BPBD Kabupaten Mojokerto dibantu personil TNI-POLRI dan warga berjibaku memadamkan api, Senin (2/5).

Dengan insiden ini, kata Heru, warga agar lebih berhati-hati. Saat hendak meninggalkan rumah, semuanya harus dipastikan dalam kondisi aman. Kompor sudah dimatikan dan pintu rumah juga harusbsudah dikunci tanda. Termasuk memastikan aliran listrik dalam kondisi mati.

Baca Juga :  Ditinggal Garap Sawah, Rumah Petani Terbakar

Hal itu untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. ”Jika di perumahan ada satpamnya, rumah bisa titipkan. Itu juga untuk menghindari tindakan kriminalitas,” tuturnya.

Momentum seperti ini memang rawan juga dimanfaatkan orang tak bertanggung jawab. Terlebih saat ini masyarakat sudah kembali merayakan lebaran Idulfitri dengan sukacita dan saling bersilaturahmi dengan sanak saudara. (ori/fen)

MOJOSARI, Jawa Pos Radar Mojokerto – Lupa mematikan kompor, rumah Ainur Fatida Wijayanti, warga Jalan Kartini, Dusun/Desa Seduri, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto, terbakar saat ditinggal salat Idul Fitri 1443, Senin (2/5). Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun kerugian ditafsir capai belasan juta rupiah.

Peristiwa nahas ini terjadi sekitar pukul 07.00. Saat itu Ainur yang tengah memasak air, sebelumnya, lupa mematikan kompor saat berangkat salah IdulFitri bersama keluarganya. ”Pemilknya tergesa-gesa mau salat idul Fitri, jadi lupa kalau sedang memasak air. Hingga akhirnya terjadi kebakaran,” ungkap Kapolsek Mojosari, Kompol Heru Purwandi.

Kali pertama kebakaran diketahui warga dari jauh setelah melihat kepulan asap yang keluar dari dalam rumah korban. Sontak peristiwa itu membuat warga heboh.

Baca Juga :  ODGJ Dievakuasi ke RS Lawang

Menggunakan alat seadanya, warna berusaha melakukan upaya pemadaman. Namun, besarnya api membuat warga kewalahan. Dengan sekedar, kobaran api membakar bagian dapur dan merambat ke atap kamar bagian belakang.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun kerugian ditafsir capai belasan juta. Itu setelah kontruksi rumah yang terbuat dari kayu ludes dilalap sijago merah. Beruntung, mobil pemadam kebakaran BPBD juga segera datang.

“Sekitar pukul 96.30-an Alhamdulillah api bisa dipadamkan. Korban hanya alami kerugian material. Ditafsir dengan kerusakan yang dialami mencapai Rp 15 juta,” tandasnya.

LUDES: Petugas Damkar BPBD Kabupaten Mojokerto dibantu personil TNI-POLRI dan warga berjibaku memadamkan api, Senin (2/5).
- Advertisement -

Dengan insiden ini, kata Heru, warga agar lebih berhati-hati. Saat hendak meninggalkan rumah, semuanya harus dipastikan dalam kondisi aman. Kompor sudah dimatikan dan pintu rumah juga harusbsudah dikunci tanda. Termasuk memastikan aliran listrik dalam kondisi mati.

Baca Juga :  Terbakar Hebat, Rumah Rata dengan Tanah

Hal itu untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. ”Jika di perumahan ada satpamnya, rumah bisa titipkan. Itu juga untuk menghindari tindakan kriminalitas,” tuturnya.

Momentum seperti ini memang rawan juga dimanfaatkan orang tak bertanggung jawab. Terlebih saat ini masyarakat sudah kembali merayakan lebaran Idulfitri dengan sukacita dan saling bersilaturahmi dengan sanak saudara. (ori/fen)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/