alexametrics
29.8 C
Mojokerto
Wednesday, May 25, 2022

Inilah Alasan Anak Punk Ini Hantam Palu Kepala Bapak, Ibu dan Adiknya

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Motif penganiyaan berat menggunakan martil atau palu yang dilakukan DMP, 17, terhadap kedua orang tua (ortu) dan adik kandungnya kian terang. Tersangka yang sudah ditahan Polres Mojokerto ini diketahui memang menaruh dendam cukup lama. Itu setelah dia kerap dibandingkan orang tuanya dengan adik dan anak tetangga. Makan mi instan pun jadi akhir kebersamaan mereka.

Kendati begitu, tersangka mengaku menyesal atas perbuatan biadapnya itu. ’’Saya tidak niat (membunuh). Ya itu, karena mangkel (sakit hati),’’ ungkap DMP lirih. Dia memendam dendam lantaran sejak kecil dibeda-bedakan oleh orang tuanya. Baik dengan adiknya yang juga sebagai korban atau pun anak tetangga. ’’Itu lho dilihat pintar, lha kamu bisanya apa. Goblok,’’ ujarnya menirukan orang tua.

Kapolres Mojokerto AKBP Dony Alexander mengatakan, sesuai pemeriksaan, motif penganiayaan berat ini memang didasari sakit hati. Bahkan, dia menyebut rasa sakit hati itu sudah dipendam sejak lama. Puncaknya, pada Rabu (31/3) dini hari sekitar pukul 01.30.

Baca Juga :  Berantas Narkoba lewat Kolaborasi dan Edukasi

Untuk meluapkan emosinya, dia memukuli korban menggunakan palu masing-masing empat sampai lima kali pada bagian kepala hingga kritis. Yakni, Sugianto, 52, ayah kandung; dan Tatik Kusnawati, 40, ibu kandung; serta DRA, 8, adik kandung. Penganiayaan yang berujung pada percobaan pembunuhan ini dilakukan pelaku saat ketiga korban sedang tidur. Aksi nekat itu terbesit sesaat setelah mendengarkan musik genre pop yang berisikan lirik ungkapan sakit hati. ’’Kejadian penganiyaan berat ini dengan niat dan sudah dilakukan perencanaan,’’ tuturnya.

Kendati begitu, sebelum melakukan penganiayaan, tersangka sempat membelikan ayahnya mi instan untuk makan malam. ’’Mereka juga sama-sama makan. Setelah makan bersama, tersangka masuk kamar. Sedangkan korban tidur di depan TV,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Meninggal Telanjang di Kamar Hotel

Menunggu semua terlelap tidur, berbekal palu yang diambil dari gudang, tersangka memukulkan palu ke kepala ayahnya satu kali. Setelahnya, pelaku masuk kamar ibunya dan memukul kepalanya sebanyak empat kali hingga tak bergerak. Tak sampai di situ, melihat ayahnya yang berusaha bangun, dengan membabibuta DMP kembali menghantamkan palu ke korban sebanyak empat kali. Nahas juga bagi adik kandungnya, dia yang terbangun juga menjadi sasaran pemukulan pelaku hingga empat kali.

Akibat perbuatannya, tersangka dijerat pasal berlapis. Selain pasal 44 ayat 2, UU Nomor 23 Tahun 2004 tentang penghapusan kekerasan dalam rumah tangga dengan ancaman hukuman pidana penjara maksimal 10 tahun, juga dijerat pasal 367 KUHP tentang pencurian dalam keluarga. 

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Motif penganiyaan berat menggunakan martil atau palu yang dilakukan DMP, 17, terhadap kedua orang tua (ortu) dan adik kandungnya kian terang. Tersangka yang sudah ditahan Polres Mojokerto ini diketahui memang menaruh dendam cukup lama. Itu setelah dia kerap dibandingkan orang tuanya dengan adik dan anak tetangga. Makan mi instan pun jadi akhir kebersamaan mereka.

Kendati begitu, tersangka mengaku menyesal atas perbuatan biadapnya itu. ’’Saya tidak niat (membunuh). Ya itu, karena mangkel (sakit hati),’’ ungkap DMP lirih. Dia memendam dendam lantaran sejak kecil dibeda-bedakan oleh orang tuanya. Baik dengan adiknya yang juga sebagai korban atau pun anak tetangga. ’’Itu lho dilihat pintar, lha kamu bisanya apa. Goblok,’’ ujarnya menirukan orang tua.

Kapolres Mojokerto AKBP Dony Alexander mengatakan, sesuai pemeriksaan, motif penganiayaan berat ini memang didasari sakit hati. Bahkan, dia menyebut rasa sakit hati itu sudah dipendam sejak lama. Puncaknya, pada Rabu (31/3) dini hari sekitar pukul 01.30.

Baca Juga :  Meninggal Telanjang di Kamar Hotel

Untuk meluapkan emosinya, dia memukuli korban menggunakan palu masing-masing empat sampai lima kali pada bagian kepala hingga kritis. Yakni, Sugianto, 52, ayah kandung; dan Tatik Kusnawati, 40, ibu kandung; serta DRA, 8, adik kandung. Penganiayaan yang berujung pada percobaan pembunuhan ini dilakukan pelaku saat ketiga korban sedang tidur. Aksi nekat itu terbesit sesaat setelah mendengarkan musik genre pop yang berisikan lirik ungkapan sakit hati. ’’Kejadian penganiyaan berat ini dengan niat dan sudah dilakukan perencanaan,’’ tuturnya.

Kendati begitu, sebelum melakukan penganiayaan, tersangka sempat membelikan ayahnya mi instan untuk makan malam. ’’Mereka juga sama-sama makan. Setelah makan bersama, tersangka masuk kamar. Sedangkan korban tidur di depan TV,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Buruh Pabrik Gitar Terlindas Truk

Menunggu semua terlelap tidur, berbekal palu yang diambil dari gudang, tersangka memukulkan palu ke kepala ayahnya satu kali. Setelahnya, pelaku masuk kamar ibunya dan memukul kepalanya sebanyak empat kali hingga tak bergerak. Tak sampai di situ, melihat ayahnya yang berusaha bangun, dengan membabibuta DMP kembali menghantamkan palu ke korban sebanyak empat kali. Nahas juga bagi adik kandungnya, dia yang terbangun juga menjadi sasaran pemukulan pelaku hingga empat kali.

- Advertisement -

Akibat perbuatannya, tersangka dijerat pasal berlapis. Selain pasal 44 ayat 2, UU Nomor 23 Tahun 2004 tentang penghapusan kekerasan dalam rumah tangga dengan ancaman hukuman pidana penjara maksimal 10 tahun, juga dijerat pasal 367 KUHP tentang pencurian dalam keluarga. 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/