alexametrics
30.8 C
Mojokerto
Monday, August 15, 2022

Ratusan Orang Dipenjara karena Narkoba, BNNK Ajak Masyarakat Ikut Cegah

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Peredaran narkotika di Mojokerto cukup memprihatinkan. Hingga pertengahan tahun ini, sebanyak 127 orang telah ditangkap polisi lantaran terlibat penyalahgunaan narkoba. Warga binaan kasus narkoba juga mendominasi di Lapas Kelas II-B Mojokerto.

Demikian terungkap dalam kegiatan Launching Kelurahan Bersih Narkoba (Bersinar) sekaligus Peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2022 di Pendopo Sabha Kridatama, Jalan Hayam Wuruk, Kota Mojokerto, Kamis (30/6).

Kepala BNNK Mojokerto AKBP Suharsi menjelaskan, kasus penyalahgunaan narkoba saat ini meningkat. Bahkan, tingkat peredarannya semakin menghawatirkan dan sulit dikendalikan. Menurutnya, kondisi ini juga terjadi di Mojokerto.

Tingginya kasus narkoba dapat dilihat berdasarkan dominasi warga binaan narkoba di Lapas Kelas II-B Mojokerto. Dari sekitar 999 warga binaan, 90 persen di antaranya terjerat kasus penyalahgunaan narkoba.

’’16 persen atau 164 orang dari seluruh warga binaan merupakan warga Kota Mojokerto. Sebagian besar sudah dilayar ke lapas lain, artinya jumlah aslinya jauh lebih banyak,’’ ungkapnya dalam sambutan. Suharsi menyatakan, tingginya kasus narkoba juga dapat dilihat dari jumlah penindakan yang dilakukan kepolisian selama 2022.

Baca Juga :  Tenggak Racun di Makam Ayahnya

Dia merinci, hingga pertengahan tahun ini, terdapat 40 laporan polisi dengan 57 tersangka narkoba yang ditangani Polres Mojokerto Kota. Jumlah lebih banyak pada periode sama ditangani Polres Mojokerto. Yakni 35 laporan polisi dengan 70 tersangka. Dari paparan tersebut sehingga tercatat sebanyak 127 orang telah dijebloskan ke penjara karena kasus narkoba.

’’Angka ini mengalami penurunan dari kasus lalu. Saya berharap ini bukan karena kerja keras kami menurun, tapi memang jumlah peredaran narkotika di Mojokerto yang menurun,’’ tuturnya. Pihaknya mengaku terus berupaya mencegah dan memberantas peredaran narkoba. Salah satunya dengan mengajak masyarakat berperan aktif dalam P4GN melalui tim Intervensi Berbasis Masyarakat (IBM) dan pembentukan kampung Bersinar.

Tim IMB sebagai kepanjangtanganan BNNK bertugas menjangkau para pecandu narkoba di lingkungannya secara mandiri dan memberi layanan rehabilitasi secara sederhana. Sebagai contoh, pada 2021, tim IMB yang dibentuk di Kelurahan Prajurit Kulon telah merehabilitasi tujuh pecandu. ’’Tahun ini tim IMB kami bentuk di Kelurahan Gunung Gedangan dan sedang menangani dua klien,’’ terang Suharsi.

Baca Juga :  Pilkada Kian Dekat, KPK Kembali Telusuri Aset MKP

Selain melalui tim IMB, pencegahan peredaran narkoba di Kota Mojokerto juga dilakukan dengan membentuk kampung Bersinar. Di tahun ini terdapat tiga kelurahan yakni Kelurahan Gunung Gedangan, Purowtengah, dan Surodinawan yang diajukan menjadi kampung Bersinar. Ketiga Kelurahan ini menyusul Kelurahan Prajurit Kulon.

’’Dengan adanya kesadaran dan partisipasi dari masyarakat diharapkan angka prevalensi penyalahgunaan narkoba bisa menurun,’’ tandasnya.

Sementara itu, pada kesempatan yang sama Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari mengaku prihatin dengan tingginya angka kasus narkoba. Sebagian besar kasus penyalahgunaan bahkan terjadi di tingkat kampung atau desa. Untuk itu, ia berkomitmen mendukung sinergitas BNNK dan pihak terkait dalam upaya memberantas peredaran narkoba. (adi/ron)

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Peredaran narkotika di Mojokerto cukup memprihatinkan. Hingga pertengahan tahun ini, sebanyak 127 orang telah ditangkap polisi lantaran terlibat penyalahgunaan narkoba. Warga binaan kasus narkoba juga mendominasi di Lapas Kelas II-B Mojokerto.

Demikian terungkap dalam kegiatan Launching Kelurahan Bersih Narkoba (Bersinar) sekaligus Peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2022 di Pendopo Sabha Kridatama, Jalan Hayam Wuruk, Kota Mojokerto, Kamis (30/6).

Kepala BNNK Mojokerto AKBP Suharsi menjelaskan, kasus penyalahgunaan narkoba saat ini meningkat. Bahkan, tingkat peredarannya semakin menghawatirkan dan sulit dikendalikan. Menurutnya, kondisi ini juga terjadi di Mojokerto.

Tingginya kasus narkoba dapat dilihat berdasarkan dominasi warga binaan narkoba di Lapas Kelas II-B Mojokerto. Dari sekitar 999 warga binaan, 90 persen di antaranya terjerat kasus penyalahgunaan narkoba.

’’16 persen atau 164 orang dari seluruh warga binaan merupakan warga Kota Mojokerto. Sebagian besar sudah dilayar ke lapas lain, artinya jumlah aslinya jauh lebih banyak,’’ ungkapnya dalam sambutan. Suharsi menyatakan, tingginya kasus narkoba juga dapat dilihat dari jumlah penindakan yang dilakukan kepolisian selama 2022.

Baca Juga :  Keraton Surakarta Pastikan Kerbau Keturunan Kyai Slamet Kirab Sura

Dia merinci, hingga pertengahan tahun ini, terdapat 40 laporan polisi dengan 57 tersangka narkoba yang ditangani Polres Mojokerto Kota. Jumlah lebih banyak pada periode sama ditangani Polres Mojokerto. Yakni 35 laporan polisi dengan 70 tersangka. Dari paparan tersebut sehingga tercatat sebanyak 127 orang telah dijebloskan ke penjara karena kasus narkoba.

- Advertisement -

’’Angka ini mengalami penurunan dari kasus lalu. Saya berharap ini bukan karena kerja keras kami menurun, tapi memang jumlah peredaran narkotika di Mojokerto yang menurun,’’ tuturnya. Pihaknya mengaku terus berupaya mencegah dan memberantas peredaran narkoba. Salah satunya dengan mengajak masyarakat berperan aktif dalam P4GN melalui tim Intervensi Berbasis Masyarakat (IBM) dan pembentukan kampung Bersinar.

Tim IMB sebagai kepanjangtanganan BNNK bertugas menjangkau para pecandu narkoba di lingkungannya secara mandiri dan memberi layanan rehabilitasi secara sederhana. Sebagai contoh, pada 2021, tim IMB yang dibentuk di Kelurahan Prajurit Kulon telah merehabilitasi tujuh pecandu. ’’Tahun ini tim IMB kami bentuk di Kelurahan Gunung Gedangan dan sedang menangani dua klien,’’ terang Suharsi.

Baca Juga :  MPLS SDN Wates 2, Tumbuhkan Karakter Pancasila dan Berbakat

Selain melalui tim IMB, pencegahan peredaran narkoba di Kota Mojokerto juga dilakukan dengan membentuk kampung Bersinar. Di tahun ini terdapat tiga kelurahan yakni Kelurahan Gunung Gedangan, Purowtengah, dan Surodinawan yang diajukan menjadi kampung Bersinar. Ketiga Kelurahan ini menyusul Kelurahan Prajurit Kulon.

’’Dengan adanya kesadaran dan partisipasi dari masyarakat diharapkan angka prevalensi penyalahgunaan narkoba bisa menurun,’’ tandasnya.

Sementara itu, pada kesempatan yang sama Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari mengaku prihatin dengan tingginya angka kasus narkoba. Sebagian besar kasus penyalahgunaan bahkan terjadi di tingkat kampung atau desa. Untuk itu, ia berkomitmen mendukung sinergitas BNNK dan pihak terkait dalam upaya memberantas peredaran narkoba. (adi/ron)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/