alexametrics
28.8 C
Mojokerto
Thursday, July 7, 2022

Beraksi di Dekat Kantor Polisi

• Karyawan Bengkel Rampok Toko Emas
• Bersenjata Palu lalu Sembunyi di Hutan

JETIS, Jawa Pos Radar Mojokerto – Aksi perampokan terjadi di Toko Emas Pribadi Baru, Desa Kupang, Kecamatan Jetis, Selasa (31/5) pagi. Agus Nurul Efendi, 33, beraksi seorang diri hanya dengan senjata palu. Ia berhasil menggasak 15 gelang. 15 menit kemudian, ia berhasil ditangkap saat bersembunyi di Hutan Watu Blorok.

Aksi perampokan yang berlangsung sekitar pukul 07.00 tersebut terbilang nekat. Mengingat, lokasi yang menjadi sasaran pelaku berada tepat di sudut perempatan Desa Kupang. Lokasinya, cukup dekat dengan kantor Polsek Jetis. Dan, saat itu, arus lalu lintas tengah ramai.

Kapolsek Jetis Kompol Soegeng Prajitno menceritakan, perampokan terjadi saat toko emas milik Mochamad Imron, warga Gempolkrep, Kecamatan Gedeg, itu baru buka. Awalnya, pelaku datang dari arah timur mengendarai Honda Vario nopol W 3566 MM seorang diri. Pria asal Desa Kepuh Klagen, Wringinanom, Gresik itu langsung memecahkan kaca etalase toko menggunakan palu. ”Palu yang sudah disiapkan dari rumah,” katanya.

Baca Juga :  Perampok Emas Masih Amatir

Suara pecahan kaca membuat karyawan di ruangan kasir memeriksa keluar. Menurut Soegeng, saksi ketakutan saat mengetahui tokonya sedang dirampok. Saksi melihat pelaku tengah mengambil perhiasan berupa gelang emas. Pria yang beraksi dengan mengenakan helm dan masker itu juga sempat mengayunkan palu ke arah karyawan sebelum akhirnya tancap gas ke arah utara. Agus kabur dengan menggondol sejumlah perhiasan di tangannya.

Setelah kejadian itu, warga dengan cepat melapor ke Polsek Jetis yang kantornya hanya berjarak sekitar 400 meter dari tempat kejadian perkara (TKP). Saat masih melakukan pemeriksaan CCTV toko, polisi mendapat laporan dari warga yang melihat pria dicurigai sebagai pelaku perampokan masuk Hutan Watu Blorok. ”Dari sana kami lakukan pengejaran dan akhirnya ditangkap,” tegasnya.

Kanitreskrim Polsek Jetis AKP Edy Hendro Utomo menambahkan, pelaku ditangkap di hutan yang berjarak sekitar satu kilometer dari TKP. Dia niat bersembunyi di hutan untuk menghilangkan jejak. ”Kalau dari waktu kejadian, sekitar 15 menit sudah tertangkap,” ungkap dia.
Dari dalam jok motor pelaku, polisi menemukan 15 perhiasan gelang emas yang diperkirakan mencapai 150 gram. Pelaku berikut barang bukti diamankan ke Mapolsek Jetis.

Baca Juga :  Warga Minta Ditutup, Polisi Sebut Galian Sudah Berizin

Agus mengaku nekat melakukan aksinya lantaran terdesak kebutuhan. Dia terus ditagih segera membayar utang sebesar Rp 60 juta. Pria yang sehari-harianya bekerja sebagai karyawan bengkel motor di Sidoarjo itu mengaku memiliki tanggungan utang sebesar Rp 60 juta. ”Saya khilaf,” ujarnya. Agus mengaku baru sekali ini melakukan aksi kriminal. ”Karena masalah ekonomi saja,” imbuhnya lirih.

Agus telah ditahan di rutan Polsek Jetis. Dia dijerat pasal 365 juncto pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan dan pencurian dengan pemberatan. Pria kelahiran 17 Agustus 1989 tersebut terancam hukuman sembilan tahun penjara. (adi/ron)

• Karyawan Bengkel Rampok Toko Emas
• Bersenjata Palu lalu Sembunyi di Hutan

JETIS, Jawa Pos Radar Mojokerto – Aksi perampokan terjadi di Toko Emas Pribadi Baru, Desa Kupang, Kecamatan Jetis, Selasa (31/5) pagi. Agus Nurul Efendi, 33, beraksi seorang diri hanya dengan senjata palu. Ia berhasil menggasak 15 gelang. 15 menit kemudian, ia berhasil ditangkap saat bersembunyi di Hutan Watu Blorok.

Aksi perampokan yang berlangsung sekitar pukul 07.00 tersebut terbilang nekat. Mengingat, lokasi yang menjadi sasaran pelaku berada tepat di sudut perempatan Desa Kupang. Lokasinya, cukup dekat dengan kantor Polsek Jetis. Dan, saat itu, arus lalu lintas tengah ramai.

Kapolsek Jetis Kompol Soegeng Prajitno menceritakan, perampokan terjadi saat toko emas milik Mochamad Imron, warga Gempolkrep, Kecamatan Gedeg, itu baru buka. Awalnya, pelaku datang dari arah timur mengendarai Honda Vario nopol W 3566 MM seorang diri. Pria asal Desa Kepuh Klagen, Wringinanom, Gresik itu langsung memecahkan kaca etalase toko menggunakan palu. ”Palu yang sudah disiapkan dari rumah,” katanya.

Baca Juga :  Rem Blong, Truk Kontainer Hantam Parkiran Motor

Suara pecahan kaca membuat karyawan di ruangan kasir memeriksa keluar. Menurut Soegeng, saksi ketakutan saat mengetahui tokonya sedang dirampok. Saksi melihat pelaku tengah mengambil perhiasan berupa gelang emas. Pria yang beraksi dengan mengenakan helm dan masker itu juga sempat mengayunkan palu ke arah karyawan sebelum akhirnya tancap gas ke arah utara. Agus kabur dengan menggondol sejumlah perhiasan di tangannya.

Setelah kejadian itu, warga dengan cepat melapor ke Polsek Jetis yang kantornya hanya berjarak sekitar 400 meter dari tempat kejadian perkara (TKP). Saat masih melakukan pemeriksaan CCTV toko, polisi mendapat laporan dari warga yang melihat pria dicurigai sebagai pelaku perampokan masuk Hutan Watu Blorok. ”Dari sana kami lakukan pengejaran dan akhirnya ditangkap,” tegasnya.

- Advertisement -

Kanitreskrim Polsek Jetis AKP Edy Hendro Utomo menambahkan, pelaku ditangkap di hutan yang berjarak sekitar satu kilometer dari TKP. Dia niat bersembunyi di hutan untuk menghilangkan jejak. ”Kalau dari waktu kejadian, sekitar 15 menit sudah tertangkap,” ungkap dia.
Dari dalam jok motor pelaku, polisi menemukan 15 perhiasan gelang emas yang diperkirakan mencapai 150 gram. Pelaku berikut barang bukti diamankan ke Mapolsek Jetis.

Baca Juga :  Panti Pijat Tak Kantongi Izin

Agus mengaku nekat melakukan aksinya lantaran terdesak kebutuhan. Dia terus ditagih segera membayar utang sebesar Rp 60 juta. Pria yang sehari-harianya bekerja sebagai karyawan bengkel motor di Sidoarjo itu mengaku memiliki tanggungan utang sebesar Rp 60 juta. ”Saya khilaf,” ujarnya. Agus mengaku baru sekali ini melakukan aksi kriminal. ”Karena masalah ekonomi saja,” imbuhnya lirih.

Agus telah ditahan di rutan Polsek Jetis. Dia dijerat pasal 365 juncto pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan dan pencurian dengan pemberatan. Pria kelahiran 17 Agustus 1989 tersebut terancam hukuman sembilan tahun penjara. (adi/ron)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/