alexametrics
28.8 C
Mojokerto
Tuesday, May 24, 2022

Sita Tiga Dus Anggur Merah di Depot Jamu

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Polisi melakukan pengembangan terhadap asal-usul minuman beralkohol (minol) milik pengendara yang terjaring operasi yustisi Sabtu malam (29/5). Hasilnya, sebanyak tiga dus berisi 29 botol anggur merah (amer) cap Orang Tua disita petugas dari penjual jamu di kawasan Kecamatan Kranggan, Kota Mojokerto.

Kasatsabhara Polres Mojokerto Kota AKP Wiwin Rusli mengatakan, peredaran minuman keras (miras) maupun minol yang dilakukan tanpa izin telah melanggar aturan. Hal ini tertuang dalam Perda Kota Mojokerto Nomor 2 Tahun 2015 tentang Pengawasan dan Pengendalian Minuman Beralkohol. ’’Penjual atau pengedar harus memiliki izin SIUP-MB (Surat Izin Usaha Perdagangan Minuman Beralkohol),’’ katanya, Senin (31/5).

Dua pengendara asal Kabupaten Bojonegoro yang tepergok membawa empat botol amer saat razai masker di depan Makam Islam Kranggan itu mengaku mendapatkan barang haram tersebut dari seorang penjual jamu tak jauh dari tempat kejadian perkara (TKP). ’’Waktu ditanya itu mbulet, tapi akhinya mengaku kalau beli di kawasan Simpang Miji (Jalan KH Wachid Hasyim, Kecamatan Kranggan),’’ terang Wiwin.

Baca Juga :  Narkoba di Mojokerto Ranking Sepuluh Besar Jatim

Pihaknya pun langsung bergerak cepat dengan mendatangi lokasi. Hasilnya, di depot jamu tersebut petugas mendapati tiga dus yang berisi 29 botol amer siap dijual. Terdiri dari 20 amer jenis gold yang memiliki kadar alkohol 19,7 persen serta tiga amer jenis biasa dengan kadar alkohol 14,7 persen. ’’Seluruhnya kita sita karena pemilik depot jamu tidak memiliki izin penjualan,’’ ujarnya.

Belakangan diketahui, selain sebagai campuran jamu, minol tersebut juga dijual langsung kepada pembeli. Penjualan yang dilakukan depot-depot jamu ini, diakuinya, semakin membuat peredaran minol tak terkendali. Kini, seluruh barang bukti tersebut diamankan di Mapolres Mojokerto Korta.

Sementara itu, terhadap pemilik depot bakal ditindak sesuai dengan Perda Kota Mojokerto Nomor 2 Tahun 2015. ’’Segera kita sidangkan dan kemungkinan dihukum denda,’’ tegasnya.

Baca Juga :  Pabrik Plastik Pungging Terbakar Saat Karyawan Istirahat Siang

Sebelumnya, Andi Cahyono, 22, dan Dwi Fajar, 27, diamankan petugas Sabtu malam (29/5), karena terpergok membawa empat botol amer saat terjaring operasi yustisi di Jalan Majapahit Selatan, Kecamatan Kranggan, Kota Mojokerto. Akibatnya, dua perantau asal Kabupaten Bojonegoro itu dihukum wajib lapor selama dua minggu.(adi) 

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Polisi melakukan pengembangan terhadap asal-usul minuman beralkohol (minol) milik pengendara yang terjaring operasi yustisi Sabtu malam (29/5). Hasilnya, sebanyak tiga dus berisi 29 botol anggur merah (amer) cap Orang Tua disita petugas dari penjual jamu di kawasan Kecamatan Kranggan, Kota Mojokerto.

Kasatsabhara Polres Mojokerto Kota AKP Wiwin Rusli mengatakan, peredaran minuman keras (miras) maupun minol yang dilakukan tanpa izin telah melanggar aturan. Hal ini tertuang dalam Perda Kota Mojokerto Nomor 2 Tahun 2015 tentang Pengawasan dan Pengendalian Minuman Beralkohol. ’’Penjual atau pengedar harus memiliki izin SIUP-MB (Surat Izin Usaha Perdagangan Minuman Beralkohol),’’ katanya, Senin (31/5).

Dua pengendara asal Kabupaten Bojonegoro yang tepergok membawa empat botol amer saat razai masker di depan Makam Islam Kranggan itu mengaku mendapatkan barang haram tersebut dari seorang penjual jamu tak jauh dari tempat kejadian perkara (TKP). ’’Waktu ditanya itu mbulet, tapi akhinya mengaku kalau beli di kawasan Simpang Miji (Jalan KH Wachid Hasyim, Kecamatan Kranggan),’’ terang Wiwin.

Baca Juga :  Pemotor Tewas Terlindas Truk Bermuatan Pupuk

Pihaknya pun langsung bergerak cepat dengan mendatangi lokasi. Hasilnya, di depot jamu tersebut petugas mendapati tiga dus yang berisi 29 botol amer siap dijual. Terdiri dari 20 amer jenis gold yang memiliki kadar alkohol 19,7 persen serta tiga amer jenis biasa dengan kadar alkohol 14,7 persen. ’’Seluruhnya kita sita karena pemilik depot jamu tidak memiliki izin penjualan,’’ ujarnya.

Belakangan diketahui, selain sebagai campuran jamu, minol tersebut juga dijual langsung kepada pembeli. Penjualan yang dilakukan depot-depot jamu ini, diakuinya, semakin membuat peredaran minol tak terkendali. Kini, seluruh barang bukti tersebut diamankan di Mapolres Mojokerto Korta.

Sementara itu, terhadap pemilik depot bakal ditindak sesuai dengan Perda Kota Mojokerto Nomor 2 Tahun 2015. ’’Segera kita sidangkan dan kemungkinan dihukum denda,’’ tegasnya.

Baca Juga :  Sehari, 625 Karton Migor Habis
- Advertisement -

Sebelumnya, Andi Cahyono, 22, dan Dwi Fajar, 27, diamankan petugas Sabtu malam (29/5), karena terpergok membawa empat botol amer saat terjaring operasi yustisi di Jalan Majapahit Selatan, Kecamatan Kranggan, Kota Mojokerto. Akibatnya, dua perantau asal Kabupaten Bojonegoro itu dihukum wajib lapor selama dua minggu.(adi) 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

Terancam Hukuman Maksimal

PPDB SMA/SMK Dimulai


/