alexametrics
26.8 C
Mojokerto
Sunday, May 29, 2022

Jual Ciu Pakai Rengkek

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Modus peredaran miras ilegal di Kota Mojokerto kian beragam. Selain lewat media sosial (medsos) dan berkedok warung kopi (warkop), barang haram itu juga dijual dengan cara berkeliling menggunakan rengkek.

Cara nyeleneh inilah yang dilakukan Vino Hartanto, warga Desa Bringkang, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik. Aksinya ini terungkap setelah Satsabhara Polres Mojokerto Kota mendapat informasi Vino hendak transaksi miras di Jalan Benteng Pancasila, Sabtu malam (29/1).

Saat itu, ia sedang menunggu pelanggannya untuk COD miras jenis ciu bekongan. Dari penggeledahan yang dilakukan, petugas menemukan puluhan botol ciu ukuran 600 mililiter tersimpan di keranjang rengkek yang dibonceng menggunakan Honda Beat. ”Ada 24 botol ciu yang kami sita,” terang Kasi Humas Polres Mojokerto Kota Iptu MK Umam, kemarin (31/1).

Baca Juga :  27 Pelanggar Parkir Liar Ditilang

Vino berikut barang bukti miras khas Sukoharjo, Jawa Tengah itu langsung diangkut petugas. Berdasarkan pengakuannya, lanjut Umam, Vino menjual ciu bekonang lewat facebook. Namun, dia tidak mengantongi izin penjualan miras. Baik izin berupa SIUP-MB maupun SIUP-MBT. Transaksi dilakukan dengan cara pengiriman lewat jasa ekspedisi maupun transaksi langsung atau COD. Pelanggannya sudah banyak, bahkan hingga luar kota seperti Mojokerto.

Uniknya, saat transaksi langsung, Vino membawa barang dagangannya menggunakan rengkek. Cara ini diakuinya sebagai kamuflase supaya tak dicurigai polisi. ”Dia antar barangnya itu pakai keranjang motor dengan alasan agar tidak ketahuan,” ungkap Umam.

Seolah mirip menjual sayur atau pengantar paket, Vino berkendara menuju tempat tujuannya sambil membonceng keranjang yang ternyata isinya barang haram.

Baca Juga :  Kelabuhi Petugas, Dikemas dalam Botol Minyak Tanah

Atas perbuatannya ini, Vino dikenakan Pasal 25 Ayat 2 Perda Kota Mojokerto Nomor 2 Tahun 2015 tengan Pengawasan dan Pengendalian Minuman Beralkohol dengan ancaman maksimal tiga bulan penjara. Dalam waktu dekat, ia akan menjalani sidang tindak pidana ringan (tipiring) di Pengadilan Negeri (PN) Mojokerto. ”Razia miras ini sebagai langkah pencegahan untuk memimalisir gangguan kamtibmas akibat penjualan dan aktivitas mengonsumsi miras,” tegasnya. (adi/ron)

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Modus peredaran miras ilegal di Kota Mojokerto kian beragam. Selain lewat media sosial (medsos) dan berkedok warung kopi (warkop), barang haram itu juga dijual dengan cara berkeliling menggunakan rengkek.

Cara nyeleneh inilah yang dilakukan Vino Hartanto, warga Desa Bringkang, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik. Aksinya ini terungkap setelah Satsabhara Polres Mojokerto Kota mendapat informasi Vino hendak transaksi miras di Jalan Benteng Pancasila, Sabtu malam (29/1).

Saat itu, ia sedang menunggu pelanggannya untuk COD miras jenis ciu bekongan. Dari penggeledahan yang dilakukan, petugas menemukan puluhan botol ciu ukuran 600 mililiter tersimpan di keranjang rengkek yang dibonceng menggunakan Honda Beat. ”Ada 24 botol ciu yang kami sita,” terang Kasi Humas Polres Mojokerto Kota Iptu MK Umam, kemarin (31/1).

Baca Juga :  Sempat Dimanfaatkan SKP, Kini Jadi SMP Negeri

Vino berikut barang bukti miras khas Sukoharjo, Jawa Tengah itu langsung diangkut petugas. Berdasarkan pengakuannya, lanjut Umam, Vino menjual ciu bekonang lewat facebook. Namun, dia tidak mengantongi izin penjualan miras. Baik izin berupa SIUP-MB maupun SIUP-MBT. Transaksi dilakukan dengan cara pengiriman lewat jasa ekspedisi maupun transaksi langsung atau COD. Pelanggannya sudah banyak, bahkan hingga luar kota seperti Mojokerto.

Uniknya, saat transaksi langsung, Vino membawa barang dagangannya menggunakan rengkek. Cara ini diakuinya sebagai kamuflase supaya tak dicurigai polisi. ”Dia antar barangnya itu pakai keranjang motor dengan alasan agar tidak ketahuan,” ungkap Umam.

Seolah mirip menjual sayur atau pengantar paket, Vino berkendara menuju tempat tujuannya sambil membonceng keranjang yang ternyata isinya barang haram.

Baca Juga :  Gelapkan Rp 444 Juta, Kepala Gudang Distributor Es Krim Ditahan
- Advertisement -

Atas perbuatannya ini, Vino dikenakan Pasal 25 Ayat 2 Perda Kota Mojokerto Nomor 2 Tahun 2015 tengan Pengawasan dan Pengendalian Minuman Beralkohol dengan ancaman maksimal tiga bulan penjara. Dalam waktu dekat, ia akan menjalani sidang tindak pidana ringan (tipiring) di Pengadilan Negeri (PN) Mojokerto. ”Razia miras ini sebagai langkah pencegahan untuk memimalisir gangguan kamtibmas akibat penjualan dan aktivitas mengonsumsi miras,” tegasnya. (adi/ron)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/