alexametrics
25.8 C
Mojokerto
Sunday, May 29, 2022

Dimensi Over, Panjang Truk Ini Mirip Gerbong Kereta Api

MOJOKERTO – Kerusakan jalan bypass dengan kontur berlubang dan bergelombang membuat petugas terus ambil sikap. Mereka yang tergabung dalam forum lalu lintas pun getol melakukan razia dengan sasaran truk dan angkutan barang yang bak melebihi dimensi.

Setiap kali razia, petugas berhasil menjaring 24 truk barang dengan bak melebihi ukuran standar. Di Bahkan, ada truk yang panjangnya menyerupai gerbong kereta api.  

Kasi Pengendalian dan Operasional UPT LLAJ Mojokerto Dishub Provinsi Jatim Yoyok Kristyowahono, menuturkan, razia petugas gabungan terdiri dari Satlantas Polresta Mojokerto, Dishub Kota Mojokerto, dan DLLAJ Jatim UPT Mojokerto belakangan memang dilakukan rutin di jalan raya bypass yang mengarah dari Surabaya menuju Jombang.

Langkah ini sebagai upaya petugas dalam menekan angka kecelakaan, sekaligus menertibkan kendaraan yang masih mengabaikan ukuran standar bak truk. ’’Kondisi ini juga ada kaitannya dengan kerusakan jalan bypass yang kerap terjadi,’’ katanya.

Menurutnya, kerusakan jalan dengan kontur berlubang dan berglombang yang terjadi di jalur antarkota antarprovinsi ini salah satunya memang disebabkan kendaraan overload atau melebihi kapasitas angkut. Artinya, dengan muatan yang berlebihan, secara otomatis akan membuat tekanan ban terhadap aspal jalan semakin berat.

Baca Juga :  Pencari Rongsokan Meninggal di Pemandian Usai Kerokan

Sehingga, jika hal ini dibiarkan bukan tidak mungkin akan membuat jalan bergelombang, bahkan berlubang. Ditambah lagi saat ini memasuki puncak musim hujan. ’’Secara cepat kerusakan jalan akan makin parah karena tergerus air,’’ tegasnya.

Nah, sebagai upaya antisipasi kerusakan jalan kian parah, Yoyok mengaku, razia truk dan angkutan barang yang bak melebihi dimensi akan lebih ditekankan di jalan trans nasional. Yakni, sepanjang jalan raya bypass sabagai jalur utama angkutan umum dan barang. Penindakan ini tak lepas dari atensi pemeliharaan infrastruktur petugas atas banyaknya kendaraan yang melebihi muatan.

Sehingga penertiban ini mampu menstabilkan situasi lalu lintas di jalur nasional yang terus penurunan kualitasnya itu. ’’Apalagi masih banyak pengemudi dan pemilik armada yang mengabaikan dan melanggar dimensi,’’ tutur Yoyok.

Baca Juga :  Puluhan Truk Langgar Dimensi, Sopir Disidang di Tempat

Kondisi itu dibuktikan dari hasil razia gabungan yang dilaksanakan selama dua hari ini. Setidaknya, petugas berhasil menindak 49 kendaraan yang kedapatan baknya melebihi dimensi. Jika dirata-rata, setiap harinya petugas bisa menindak 24 kendaraan dengan pelanggaran bak ukuran melebihi standar.

’’Jadi, razia truk overload dan atau dimensi ini akan terus kita lakukan sebagai upaya pemeliharaan infrastruktur,’’ ujarnya. Kata dia, apalagi pelanggaran itu juga cukup mendominasi dari ratusan pengendara yang ditindak.

Belum lagi armada yang habis masa berlaku uji KIR, tanpa izin angkutan orang, serta tanpa dilengkapi buku uji. ’’Di sisi lain, kami juga tindak kendaraan yang kondisi bannya sudah gundul. Itu juga sangat membahayakan penumpang,’’ tandasnya.

Yoyok menegaskan, dengan kondisi jalan yang bergelombang dan berlubang tentunya juga rentan terhadap ban yang sudah tipis. Selain bisa membuat patah as, juga ban bocor. ’’Kalau sudah begitu, kan rentan terjadi kecelakaan juga,’’ pungkasnya. 

 

MOJOKERTO – Kerusakan jalan bypass dengan kontur berlubang dan bergelombang membuat petugas terus ambil sikap. Mereka yang tergabung dalam forum lalu lintas pun getol melakukan razia dengan sasaran truk dan angkutan barang yang bak melebihi dimensi.

Setiap kali razia, petugas berhasil menjaring 24 truk barang dengan bak melebihi ukuran standar. Di Bahkan, ada truk yang panjangnya menyerupai gerbong kereta api.  

Kasi Pengendalian dan Operasional UPT LLAJ Mojokerto Dishub Provinsi Jatim Yoyok Kristyowahono, menuturkan, razia petugas gabungan terdiri dari Satlantas Polresta Mojokerto, Dishub Kota Mojokerto, dan DLLAJ Jatim UPT Mojokerto belakangan memang dilakukan rutin di jalan raya bypass yang mengarah dari Surabaya menuju Jombang.

Langkah ini sebagai upaya petugas dalam menekan angka kecelakaan, sekaligus menertibkan kendaraan yang masih mengabaikan ukuran standar bak truk. ’’Kondisi ini juga ada kaitannya dengan kerusakan jalan bypass yang kerap terjadi,’’ katanya.

Menurutnya, kerusakan jalan dengan kontur berlubang dan berglombang yang terjadi di jalur antarkota antarprovinsi ini salah satunya memang disebabkan kendaraan overload atau melebihi kapasitas angkut. Artinya, dengan muatan yang berlebihan, secara otomatis akan membuat tekanan ban terhadap aspal jalan semakin berat.

Baca Juga :  Puluhan Truk Langgar Dimensi, Sopir Disidang di Tempat

Sehingga, jika hal ini dibiarkan bukan tidak mungkin akan membuat jalan bergelombang, bahkan berlubang. Ditambah lagi saat ini memasuki puncak musim hujan. ’’Secara cepat kerusakan jalan akan makin parah karena tergerus air,’’ tegasnya.

- Advertisement -

Nah, sebagai upaya antisipasi kerusakan jalan kian parah, Yoyok mengaku, razia truk dan angkutan barang yang bak melebihi dimensi akan lebih ditekankan di jalan trans nasional. Yakni, sepanjang jalan raya bypass sabagai jalur utama angkutan umum dan barang. Penindakan ini tak lepas dari atensi pemeliharaan infrastruktur petugas atas banyaknya kendaraan yang melebihi muatan.

Sehingga penertiban ini mampu menstabilkan situasi lalu lintas di jalur nasional yang terus penurunan kualitasnya itu. ’’Apalagi masih banyak pengemudi dan pemilik armada yang mengabaikan dan melanggar dimensi,’’ tutur Yoyok.

Baca Juga :  Giliran Novi Rahardjo dan Subambihanto Diperiksa KPK

Kondisi itu dibuktikan dari hasil razia gabungan yang dilaksanakan selama dua hari ini. Setidaknya, petugas berhasil menindak 49 kendaraan yang kedapatan baknya melebihi dimensi. Jika dirata-rata, setiap harinya petugas bisa menindak 24 kendaraan dengan pelanggaran bak ukuran melebihi standar.

’’Jadi, razia truk overload dan atau dimensi ini akan terus kita lakukan sebagai upaya pemeliharaan infrastruktur,’’ ujarnya. Kata dia, apalagi pelanggaran itu juga cukup mendominasi dari ratusan pengendara yang ditindak.

Belum lagi armada yang habis masa berlaku uji KIR, tanpa izin angkutan orang, serta tanpa dilengkapi buku uji. ’’Di sisi lain, kami juga tindak kendaraan yang kondisi bannya sudah gundul. Itu juga sangat membahayakan penumpang,’’ tandasnya.

Yoyok menegaskan, dengan kondisi jalan yang bergelombang dan berlubang tentunya juga rentan terhadap ban yang sudah tipis. Selain bisa membuat patah as, juga ban bocor. ’’Kalau sudah begitu, kan rentan terjadi kecelakaan juga,’’ pungkasnya. 

 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/