alexametrics
26.8 C
Mojokerto
Thursday, May 26, 2022

Libur Tahun Baru, Tujuh Kecelakaan Terjadi di Gotekan Pacet

PACET, Jawa Pos Radar Mojokerto – Kecelakaan lalu lintas masih membayangi pengguna jalan di Jalur Pacet – Cangar. Setidaknya ada tujuh kendaraan yang mengalami rem blong di jalur curam tersebut. Beruntung, tidak ada korban jiwa akibat insiden itu.

Libur panjang tahun baru 2022 yang bertepatan dengan weekend membuat volume kendaraan di jalur alternatif Pacet-Batu itu meningkat. Kepadatan lalu lintas masih didominasi kendaraan roda dua (R2). Tingginya mobilitas masyarakat di jalur tengkorak itu masih dibayangi tingginya potensi kecelakaan. Utamanya, jalur turunan dari arah Batu menuju Pacet.

Welirang Community Rescue mencatat, setidaknya tujuh kendaraan mengalami rem blong hingga kemarin petang. Kejadian akibat gagal fungsi sistem pengereman itu terjadi mulai dari jalur turunan di kawasan rest area Sendi hingga tikungan Gotekan, Kecamatan Pacet. ’’Mayoritas motor matic. Tapi tadi ada satu kejadian di sekitar rest area, motor manual rem blong sampai adu moncong dengan mobil,’’ urai Made Zakaria, anggota Welirang Community Rescue.

Baca Juga :  Polisi Kesulitan Buru Pelaku Pembuangan Bayi Hasil Aborsi

Empat orang korban mendapat perawatan medis di lokasi dan pos pelayanan di Pacet lantaran mengalami luka ringan. Sedangkan delapan orang korban dilarikan ke RS Sumberglagah Pacet karena mengalami luka cukup serius. Dikatakannya, dari tujuh insiden rem blong tiga diantaranya menyelamatkan diri dengan masuk ke jalur penyelamat tikungan Gotean. ’’Tiga kendaraan di tikungan Gotean, dua di rest area, satu di kawasan Gajah Mungkur, dan sekitar Warung Obech,’’ bebernya.

Made menjelaskan, hampir setiap akhir pekan kejadian kecelakaan lalu lintas di jalur alternatif itu meningkat. Sebab, jumlah insiden kecelakaan yang terjadi di hari biasa justru sebaliknya. Dianggap sangat minim lantaran rerata hanya sekitar 1-3 kejadian dalam sehari. ’’Mungkin karena rata-rata mereka dari wisatawan dari luar kota jadi kurang menguasai medan ya. Karena kalau dari Mojokerto sendiri sudah paham harus bagaimana kalau lewat sini,’’ ungkapnya.

Baca Juga :  Kandang Ayam Terbakar

Sepanjang libur tahun baru ini, sejumlah petugas gabungan TNI, Polri, Satpol PP, hingga relawan disiagakan guna menjaga kondusifitas wilayah. Salah satunya di Jalur Pacet-Cangar. Itu agar menekan angka kecelakaan sekaligus percepatan penanganan korban guna meminimalisir fatalitas. (vad/fen)

PACET, Jawa Pos Radar Mojokerto – Kecelakaan lalu lintas masih membayangi pengguna jalan di Jalur Pacet – Cangar. Setidaknya ada tujuh kendaraan yang mengalami rem blong di jalur curam tersebut. Beruntung, tidak ada korban jiwa akibat insiden itu.

Libur panjang tahun baru 2022 yang bertepatan dengan weekend membuat volume kendaraan di jalur alternatif Pacet-Batu itu meningkat. Kepadatan lalu lintas masih didominasi kendaraan roda dua (R2). Tingginya mobilitas masyarakat di jalur tengkorak itu masih dibayangi tingginya potensi kecelakaan. Utamanya, jalur turunan dari arah Batu menuju Pacet.

Welirang Community Rescue mencatat, setidaknya tujuh kendaraan mengalami rem blong hingga kemarin petang. Kejadian akibat gagal fungsi sistem pengereman itu terjadi mulai dari jalur turunan di kawasan rest area Sendi hingga tikungan Gotekan, Kecamatan Pacet. ’’Mayoritas motor matic. Tapi tadi ada satu kejadian di sekitar rest area, motor manual rem blong sampai adu moncong dengan mobil,’’ urai Made Zakaria, anggota Welirang Community Rescue.

Baca Juga :  Larangan Berjualan Dipermanenkan

Empat orang korban mendapat perawatan medis di lokasi dan pos pelayanan di Pacet lantaran mengalami luka ringan. Sedangkan delapan orang korban dilarikan ke RS Sumberglagah Pacet karena mengalami luka cukup serius. Dikatakannya, dari tujuh insiden rem blong tiga diantaranya menyelamatkan diri dengan masuk ke jalur penyelamat tikungan Gotean. ’’Tiga kendaraan di tikungan Gotean, dua di rest area, satu di kawasan Gajah Mungkur, dan sekitar Warung Obech,’’ bebernya.

Made menjelaskan, hampir setiap akhir pekan kejadian kecelakaan lalu lintas di jalur alternatif itu meningkat. Sebab, jumlah insiden kecelakaan yang terjadi di hari biasa justru sebaliknya. Dianggap sangat minim lantaran rerata hanya sekitar 1-3 kejadian dalam sehari. ’’Mungkin karena rata-rata mereka dari wisatawan dari luar kota jadi kurang menguasai medan ya. Karena kalau dari Mojokerto sendiri sudah paham harus bagaimana kalau lewat sini,’’ ungkapnya.

Baca Juga :  Suami Tusuk Perut Istri dan Kepala Dipukul Palu

Sepanjang libur tahun baru ini, sejumlah petugas gabungan TNI, Polri, Satpol PP, hingga relawan disiagakan guna menjaga kondusifitas wilayah. Salah satunya di Jalur Pacet-Cangar. Itu agar menekan angka kecelakaan sekaligus percepatan penanganan korban guna meminimalisir fatalitas. (vad/fen)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/