alexametrics
30.8 C
Mojokerto
Tuesday, May 24, 2022

Setubuhi Pelajar SMP, Tukang Jahit Ditangkap Polisi

BANGSAL, Jawa Pos Radar Mojokerto – Hari-hari Yogi Kholfi Hidayat, 19, warga Kecamatan Bangsal, Kabupaten Mojokerto, harus dihabiskan di balik sel tahanan Polres Mojokerto. Pria yang kesehariannya menjadi penjahit konveksi sablon ini ditangkap setelah terbukti melakukan persetubuhan terhadap anak di bawah umur AR, 15.

Akibat perbuatan bejatnya, korban yang masih berstatus pelajar SMP ini mengalami trauma berat. Dia juga kerap murung. ’’Pelaku sekarang sudah kami amankan. Saat ini masih dalam proses pendalaman,’’ ungkap Kasatreskrim Polres Mojokerto, AKP Dewa Putu Primayoga, Selasa (31/12).

Pelaku berhasil ditangkap di rumahnya setelah sempat melarikan diri. Tidak ada perlawanan, tersangka yang sudah beberapa bulan menjadi target operasi petugas hanya bisa pasrah saat dibawa ke mapolres. ’’Dalam Berita acara pemeriksaan (BAP), pelaku juga mengakui perbuatannya,’’ tegasnya.

Baca Juga :  Bus Tak Layak Masih Beroperasi

Dalam perkara ini, penyidik juga turut menyita pakaian korban sebagai barang bukti. Begitu juga dengan surat hasil visum dari rumah sakit yang menyatakan pada kemaluan korban memang ada luka lecet. Kondisi itu juga diperkuat dengan keterangan saksi yang kebetulan mengetahui peristiwa tersebut. ’’Penangkapan sekaligus penahanan ini setelah sebelumnya tersangka juga tidak kooperatif. Beberapa kali dia mangkir dalam panggilan penyidik,’’ terangnya.

Peristiwa ini terjadi pada Minggu 26 Mei lalu sekitar pukul 12.30 di rumah korban Kecamatan Bangsal. Saat itu keduanya tepergok saudara AR, melakukan persetubuhan di dalam kamar korban. Sontak peritiwa itu membuat keluarga korban murka. Meski dari pengakuan tersangka, perbuatan layaknya suami istri itu atas dasar suka sama suka, orang tua korban tetap tidak terima. Mereka akhirnya melaporkan ke Unit PPA Satreskrim untuk ditindaklanjuti.

Baca Juga :  PKL Benpas Ditangkap

Awalnya penangkapan pelaku tak berjalan mulus. Pelaku yang panik dan takut beberapa kali sempat berpindah-pindah lokasi dalam persembunyiannya. Selain menghindar dari keluarga korban, juga dari pantauan petugas. Namun, pelariannya akhirnya berhasil diendus dan dilakukan penangkapan. ’’Saat kami tahu keberadaan pelaku di rumahnya, dia langsung kami tangkap,’’ tuturnya.

Kini kedua pelaku dijerat pasal 81 ayat 2 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dan pasal 76E juncto pasal 82 ayat 1 Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak. ’’Dengan ancaman minimal lima tahun penjara dan maksimal 15 tahun penjara,’’ pungkasnya.

BANGSAL, Jawa Pos Radar Mojokerto – Hari-hari Yogi Kholfi Hidayat, 19, warga Kecamatan Bangsal, Kabupaten Mojokerto, harus dihabiskan di balik sel tahanan Polres Mojokerto. Pria yang kesehariannya menjadi penjahit konveksi sablon ini ditangkap setelah terbukti melakukan persetubuhan terhadap anak di bawah umur AR, 15.

Akibat perbuatan bejatnya, korban yang masih berstatus pelajar SMP ini mengalami trauma berat. Dia juga kerap murung. ’’Pelaku sekarang sudah kami amankan. Saat ini masih dalam proses pendalaman,’’ ungkap Kasatreskrim Polres Mojokerto, AKP Dewa Putu Primayoga, Selasa (31/12).

Pelaku berhasil ditangkap di rumahnya setelah sempat melarikan diri. Tidak ada perlawanan, tersangka yang sudah beberapa bulan menjadi target operasi petugas hanya bisa pasrah saat dibawa ke mapolres. ’’Dalam Berita acara pemeriksaan (BAP), pelaku juga mengakui perbuatannya,’’ tegasnya.

Baca Juga :  Spesialis Pembobol Indomaret Kumat

Dalam perkara ini, penyidik juga turut menyita pakaian korban sebagai barang bukti. Begitu juga dengan surat hasil visum dari rumah sakit yang menyatakan pada kemaluan korban memang ada luka lecet. Kondisi itu juga diperkuat dengan keterangan saksi yang kebetulan mengetahui peristiwa tersebut. ’’Penangkapan sekaligus penahanan ini setelah sebelumnya tersangka juga tidak kooperatif. Beberapa kali dia mangkir dalam panggilan penyidik,’’ terangnya.

Peristiwa ini terjadi pada Minggu 26 Mei lalu sekitar pukul 12.30 di rumah korban Kecamatan Bangsal. Saat itu keduanya tepergok saudara AR, melakukan persetubuhan di dalam kamar korban. Sontak peritiwa itu membuat keluarga korban murka. Meski dari pengakuan tersangka, perbuatan layaknya suami istri itu atas dasar suka sama suka, orang tua korban tetap tidak terima. Mereka akhirnya melaporkan ke Unit PPA Satreskrim untuk ditindaklanjuti.

Baca Juga :  Ribuan Botol Miras Digilas

Awalnya penangkapan pelaku tak berjalan mulus. Pelaku yang panik dan takut beberapa kali sempat berpindah-pindah lokasi dalam persembunyiannya. Selain menghindar dari keluarga korban, juga dari pantauan petugas. Namun, pelariannya akhirnya berhasil diendus dan dilakukan penangkapan. ’’Saat kami tahu keberadaan pelaku di rumahnya, dia langsung kami tangkap,’’ tuturnya.

- Advertisement -

Kini kedua pelaku dijerat pasal 81 ayat 2 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dan pasal 76E juncto pasal 82 ayat 1 Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak. ’’Dengan ancaman minimal lima tahun penjara dan maksimal 15 tahun penjara,’’ pungkasnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

Terancam Hukuman Maksimal

PPDB SMA/SMK Dimulai


/