alexametrics
23.8 C
Mojokerto
Friday, May 27, 2022

Puluhan Anak Terlibat Pesta Miras

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Peredaran miras di pengujung tahun ini kian meraja lela. Selain masih banyak dijual bebas di warung remang-remang dan hiburan malam, minuman memabukkan ini juga banyak dibuat pesta anak di bawah umur. Bahkan tak sedikit berstatus pelajar aktif.

Kapolresta Mojokerto AKBP Bogie Sugiarto, mengatakan, pergantian tahun seperti sekarang ini peredaran miras memang jadi atensi kepolisian. Selain menjadi faktor tindak kejahatan, akibat minuman memabukkan ini, ketertiban umum juga terganggu. ’’Jangan sampai momentum pergantian tahun baru justru dimanfaatkan untuk pesta miras,’’ ungkapnya.

Selain polres, peredaran miras juga menjadi atensi jajaran polsek di wilayah hukumnya. Sehingga, dalam Operasi Lilin Semeru kali ini, ada ratusan botol miras berbagai merek disita. Tidak hanya mereka yang menjual, mereka yang kedapatan sedang pesta minuman memabukkan itu juga turut diamankan untuk dilakukan tipiring. ’’Itu untuk menjadikan mereka jera. Miras ini menjadi penyebab tindak kejahatan dan menggangu ketertiban umum,’’ tegasnya.

Baca Juga :  Kejari Tunggu Hasil Audit

Dengan menjamurnya peredaran miras ilegal di Kota Onde-Onde ini, Bogie mengaku, cukup prihatin. Sebab, dari sebagian pelaku yang terjaring di pengujung tahun ini tercatat ada enam dari 25 tersangka yang diamankan berstatus anak di bawah umur. ’’Enam anak ini statusnya juga pelajar aktif. Kesemuanya sudah diputus dalam persidangan tipiring. Sebagai pembinaan mereka juga kami serahkan ke dinas sosial,’’ paparnya.

Angka ini belum lagi penindakan yang dilakukan pada bulan-bulan sebelumnya. Jika ditotal, setidaknya sudah 126 tersangka ditindak dalam kurun waktu satu tahun ini atau sepanjang Januari-Desember 2019. Trennya lagi-lagi tidak hanya melibatkan orang dewasa, anak di bawah umur yang terlibat juga cenderung banyak. Yakni, mencapai 36 pelaku anak dan 90 orang dewasa. Dengan rincian 111 para pemabuk di tempat umum dan 15 berstatus penjual miras tanpa dilengkap izin edar. ’’Dari total 36 anak. 29 di antaranya pelajar aktif,’’ paparnya.

Baca Juga :  Jelang Nataru, Polisi Musnahkan Miras Ilegal

Tak menyasar kaum pria, satu di antaranya perempuan. ’’Perempuan ini juga statusnya pelajar aktif,’’ tambahnya.

Dikatakannya, keterlibatan anak yang cenderung tinggi ini tentu menjadi perhatian serius kepolisian. Menyusul, massa depan mereka dipertaruhkan lantaran masih panjang. Dengan begitu, peran orang tua, lingkungan, dan pemerintah, serta semua pihak dituntut untuk meninkatkan dalam pengawasannya. Harapannya bisa menekan keterlibatan anak mengkonsumsi barang haram ini.

Nah, sebagai upaya menekan pesta miras di pergantian tahun ini, petugas juga getol melakukan penyisiran ke warung remang-remang dan tempat hiburan malam. Sebab, hingga kini peredaran miras masih menjamur dan beredar dengan bebas di Mojokerto. Terbukti, dari hasil penyisiran Satsabhara Polresta Mojokerto, di pengujung tahun ini ada ratusan miras berbagai merek disita sebagai barang bukti. ’’Rata-rata miras yang disita jenis arak Jowo,’’ pungkasnya.

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Peredaran miras di pengujung tahun ini kian meraja lela. Selain masih banyak dijual bebas di warung remang-remang dan hiburan malam, minuman memabukkan ini juga banyak dibuat pesta anak di bawah umur. Bahkan tak sedikit berstatus pelajar aktif.

Kapolresta Mojokerto AKBP Bogie Sugiarto, mengatakan, pergantian tahun seperti sekarang ini peredaran miras memang jadi atensi kepolisian. Selain menjadi faktor tindak kejahatan, akibat minuman memabukkan ini, ketertiban umum juga terganggu. ’’Jangan sampai momentum pergantian tahun baru justru dimanfaatkan untuk pesta miras,’’ ungkapnya.

Selain polres, peredaran miras juga menjadi atensi jajaran polsek di wilayah hukumnya. Sehingga, dalam Operasi Lilin Semeru kali ini, ada ratusan botol miras berbagai merek disita. Tidak hanya mereka yang menjual, mereka yang kedapatan sedang pesta minuman memabukkan itu juga turut diamankan untuk dilakukan tipiring. ’’Itu untuk menjadikan mereka jera. Miras ini menjadi penyebab tindak kejahatan dan menggangu ketertiban umum,’’ tegasnya.

Baca Juga :  Personel Bhabinkamtibmas Akan Ditambah

Dengan menjamurnya peredaran miras ilegal di Kota Onde-Onde ini, Bogie mengaku, cukup prihatin. Sebab, dari sebagian pelaku yang terjaring di pengujung tahun ini tercatat ada enam dari 25 tersangka yang diamankan berstatus anak di bawah umur. ’’Enam anak ini statusnya juga pelajar aktif. Kesemuanya sudah diputus dalam persidangan tipiring. Sebagai pembinaan mereka juga kami serahkan ke dinas sosial,’’ paparnya.

Angka ini belum lagi penindakan yang dilakukan pada bulan-bulan sebelumnya. Jika ditotal, setidaknya sudah 126 tersangka ditindak dalam kurun waktu satu tahun ini atau sepanjang Januari-Desember 2019. Trennya lagi-lagi tidak hanya melibatkan orang dewasa, anak di bawah umur yang terlibat juga cenderung banyak. Yakni, mencapai 36 pelaku anak dan 90 orang dewasa. Dengan rincian 111 para pemabuk di tempat umum dan 15 berstatus penjual miras tanpa dilengkap izin edar. ’’Dari total 36 anak. 29 di antaranya pelajar aktif,’’ paparnya.

Baca Juga :  Brak! Truk Tabrak Mobil Patroli Polisi di Traffic Light, Ini Gambarnya

Tak menyasar kaum pria, satu di antaranya perempuan. ’’Perempuan ini juga statusnya pelajar aktif,’’ tambahnya.

- Advertisement -

Dikatakannya, keterlibatan anak yang cenderung tinggi ini tentu menjadi perhatian serius kepolisian. Menyusul, massa depan mereka dipertaruhkan lantaran masih panjang. Dengan begitu, peran orang tua, lingkungan, dan pemerintah, serta semua pihak dituntut untuk meninkatkan dalam pengawasannya. Harapannya bisa menekan keterlibatan anak mengkonsumsi barang haram ini.

Nah, sebagai upaya menekan pesta miras di pergantian tahun ini, petugas juga getol melakukan penyisiran ke warung remang-remang dan tempat hiburan malam. Sebab, hingga kini peredaran miras masih menjamur dan beredar dengan bebas di Mojokerto. Terbukti, dari hasil penyisiran Satsabhara Polresta Mojokerto, di pengujung tahun ini ada ratusan miras berbagai merek disita sebagai barang bukti. ’’Rata-rata miras yang disita jenis arak Jowo,’’ pungkasnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/