alexametrics
25.8 C
Mojokerto
Thursday, May 26, 2022

Polisi Punya Tunggakan 93 Kasus

MOJOSARI, Jawa Pos Radar Mojokerto – Peredaran narkoba cenderung meningkat di wilayah Kabupaten Mojokerto. Bahkan, berdasarkan catatan Polres Mojokerto di akhir tahun 2019, persentase kualitas barang bukti khusus narkoba mencapai 500 persen. “Untuk kuantitas memang menurun, tapi kalau kualitas justru meningkat tajam. Hampir 500 persen kenaikkan kualitas barang bukti dari tahun sebelumnya,” ungkap Kapolres Mojokerto AKBP Setyo Koes Heriyatno.

Menurutnya, di tahun 2019, tercatat ada 544,86 gram sabu-sabu disita dari 129 kasus dengan 165 tersangka. Sementara di tahun 2018 hanya ada 128,48 gram sabu-sabu dengan 131 kasus dari 183 tersangka.

Tak hanya sabu-sabu. Kualitas barang bukti pil dobel L trennya juga meningkat signifikan. Di tahun 2019, sedikitnya ada 564.681 butir disita dari para tersangka. Sedangkan di tahun sebelumnya hanya 3.251 saja. “Dilihat persentasi ini tentu peredaran barang haram ini sudah sangat mengkhawatirkan,” tegasnya.

Baca Juga :  BBPOM: Banyak Konsumen Online Jadi Korban Kosmetik Ilegal

Dengan demikian, semua pihak harus dilibatkan. Tidak hanya fokus pada pemberantasan dan penindakan, pencegahan juga dianggap cukup penting untuk menekan sekaligus memutus mata rantai peredaran dan penyalahgunaannya. Sebab, jika hal ini dibiarkan dan tidak segera digalakkan akan merusak generasi penerus bangsa yang sejauh ini masih menjadi sasaran empuk peredaran narkoba. Apalagi, peredarannya tak memandang usia dan kalangan.

Hampir semua menjadi sasaran. Termasuk kalangan pelajar. Disamping itu, pemerintah juga harus serius dalam melakukan penanggulangan narkotika. “Tolong ada keseriusan di kalangan kabupaten, dalam penanggulangan narkotika ini. Kita harus benar-benar serius melakukan upaya bersama dalam pencegahan narkoba,” tegasnya.

Selain narkoba, lanjut Setyo, selama  2019 polres menangani sebanyak 364 perkara dari berbagai tindak pidana kejahatan. Di dalamnya meliputi, kecelakaan lalu lintas, dan tindak pidana kriminal. Seperti pencurian dengan pemberatan (curat), pencurian dengan kekerasan (curas), dan lain sebagainya.

Baca Juga :  Sabu Dibungkus Kemasan Permen Kopi

Tren penurunan kasusnya mencapai yakni 3 persen dari tahun lalu. Dari sekian banyak kasus yang ditangani, jumlah penyelesaian tahun 2019 hanya 271 dari 364 perkara. Sedangkan di tahun 2018 lalu, polres bisa menyelesaikan 282 dari 376 kasus. “Jadi di tahun 2020 Polres Mojokerto masih memiliki tunggakan 93 kasus dengan persentase penyelesaian kasus mencapai 75 persen,” pungkasnya.

MOJOSARI, Jawa Pos Radar Mojokerto – Peredaran narkoba cenderung meningkat di wilayah Kabupaten Mojokerto. Bahkan, berdasarkan catatan Polres Mojokerto di akhir tahun 2019, persentase kualitas barang bukti khusus narkoba mencapai 500 persen. “Untuk kuantitas memang menurun, tapi kalau kualitas justru meningkat tajam. Hampir 500 persen kenaikkan kualitas barang bukti dari tahun sebelumnya,” ungkap Kapolres Mojokerto AKBP Setyo Koes Heriyatno.

Menurutnya, di tahun 2019, tercatat ada 544,86 gram sabu-sabu disita dari 129 kasus dengan 165 tersangka. Sementara di tahun 2018 hanya ada 128,48 gram sabu-sabu dengan 131 kasus dari 183 tersangka.

Tak hanya sabu-sabu. Kualitas barang bukti pil dobel L trennya juga meningkat signifikan. Di tahun 2019, sedikitnya ada 564.681 butir disita dari para tersangka. Sedangkan di tahun sebelumnya hanya 3.251 saja. “Dilihat persentasi ini tentu peredaran barang haram ini sudah sangat mengkhawatirkan,” tegasnya.

Baca Juga :  Polisi Buru Pelaku Dumping Limbah, Amankan Sopir Truk Pengangkut

Dengan demikian, semua pihak harus dilibatkan. Tidak hanya fokus pada pemberantasan dan penindakan, pencegahan juga dianggap cukup penting untuk menekan sekaligus memutus mata rantai peredaran dan penyalahgunaannya. Sebab, jika hal ini dibiarkan dan tidak segera digalakkan akan merusak generasi penerus bangsa yang sejauh ini masih menjadi sasaran empuk peredaran narkoba. Apalagi, peredarannya tak memandang usia dan kalangan.

Hampir semua menjadi sasaran. Termasuk kalangan pelajar. Disamping itu, pemerintah juga harus serius dalam melakukan penanggulangan narkotika. “Tolong ada keseriusan di kalangan kabupaten, dalam penanggulangan narkotika ini. Kita harus benar-benar serius melakukan upaya bersama dalam pencegahan narkoba,” tegasnya.

Selain narkoba, lanjut Setyo, selama  2019 polres menangani sebanyak 364 perkara dari berbagai tindak pidana kejahatan. Di dalamnya meliputi, kecelakaan lalu lintas, dan tindak pidana kriminal. Seperti pencurian dengan pemberatan (curat), pencurian dengan kekerasan (curas), dan lain sebagainya.

Baca Juga :  Penyebab Ledakan Di Pabrik Baja Masih Misterius
- Advertisement -

Tren penurunan kasusnya mencapai yakni 3 persen dari tahun lalu. Dari sekian banyak kasus yang ditangani, jumlah penyelesaian tahun 2019 hanya 271 dari 364 perkara. Sedangkan di tahun 2018 lalu, polres bisa menyelesaikan 282 dari 376 kasus. “Jadi di tahun 2020 Polres Mojokerto masih memiliki tunggakan 93 kasus dengan persentase penyelesaian kasus mencapai 75 persen,” pungkasnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/