Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Studi Kunjungan Riset Industri ke PT Yakult Indonesia Persada

Indah Oceananda • Kamis, 19 Februari 2026 | 18:09 WIB

Santri Kelas 8 Program Expert Social Class SMP UBG Pondok Pesantren Nurul Islam Pungging Mojokerto
Santri Kelas 8 Program Expert Social Class SMP UBG Pondok Pesantren Nurul Islam Pungging Mojokerto
Oleh: Santri Kelas 8 Program Expert Social Class Smp UBG Pondok Pesantren Nurul Islam Pungging Mojokerto

“Sebuah pengalaman baru dan pembelajaran akan arti pentingnya menjaga kesehatan dan kebersihan”

 

SYUKUR Alhamdulillah, pada hari Senin tanggal 9 Februari 2026, kelas kami telah mengadakan kunjungan studi riset Industri ke PT. Yakult Indonesia Persada. Tepat jam 06.00 pagi kami sudah siap di halaman depan pondok untuk keberangkatan ke tujuan, tetapi sebelum berangkat kami wajib sowan terlebih dahulu kepada Abah Yai kami yaitu Romo Yai Ahmad Shiddiq. Sebagai seorang santri, kami telah menganggap Abah Yai seperti orang tua kami sendiri karena beliaulah yang telah mendidik kami selama di Pondok Pesantren dengan penuh ketulusan, keikhlasan, dan kasih sayang. Oleh karena itulah ketika ada momentum kami melakukan kegiatan di luar Pondok Pesantren kami wajib sowan untuk memohon dan ridho beliau.

Tepat jam 07.00 pagi setelah Abah Yai memberikan izin dan mendoakan keberangkatan kami, akhirnya kami berangkat menuju lokasi PT. Yakult Indonesia Persada yang terletak di kompleks areal industri Ngoro Industri Park (NIP). Perjalanan terasa singkat karena jarak dari pondok kami ke lokasi relative dekat dan sekira jam 07.50 kami tiba di lokasi dan langsung disambut oleh staff PT. Yakult dengan penuh kehangatan. PT. Yakult yang kami ketahui merupakan sebuah industry/pabrik yang sangat terbuka untuk memberikan wawasan dan ilmu bagi masyarakat termasuk santri dan pelajar seperti kami. Setiap hari PT. Yakult selalu menerima kunjungan dari sekolah-sekolah dari hari Senin sampai Jum’at dan khusus di hari Sabtu dan Minggu adalah kunjungan untuk family atau anak-anak Taman Kanak-Kanak.

Jam 08.00 rombongan kami masuk ke sebuah hall atau ruangan khusus untuk menerima informasi, ilmu, dan wawasan tentang perjalanan sejarah panjang PT. Yakult mulai dari masa awal hingga sekarang, mulai dari lingkup nasional hingga global. Pada sesi awal kami dipandu oleh Ibu Palmira, beliau menjabat sebagai Humas PT. Yakult Indonesia. Penjelasan dari beliau sangat detail, dan komunikatif, di samping itu kami juga bisa melihat video tentang profil perusahaan PT. Yakult Indonesia melalui videotron, sehingga menambah kenyamanan bagi kami untuk belajar, dan menambah ilmu.

Sekilas Tentang Produk Yakult

Minuman Yakult adalah sebuah minuman susu yang difermentasi dengan bakteri baik untuk membantu mencegah penyakit usus. Bakteri tersebut adalah bakteri Laksat (L Casei Shirota Strain). Bakteri tersebut ditemukan oleh DR. Minoru Shirota dari Universitas Kyoto Jepang pada tahun 1930. Beliau menemukan bakteri tersebut yang berguna untuk mencegah penyakit usus maupun lambung pada manusia. Bakteri tersebut memiliki dinding sel yang sangat tebal sehingga bisa bertahan hingga ke lambung manusia dan berguna untuk memangsa bakteri jahat yang ada di lambung ataupun usus manusia.

Dengan penemuan tersebut, DR. Minoru Shirota ingin membantu banyak masyarakat di dunia untuk lebih sehat dengan cara mengonsumsi produk Yakult setiap hari. DR. Minoru Shirota memiliki 3 prinsip :

  1. Mencegah lebih baik daripada mengobati
  2. Lambung yang sehat kunci umur panjang
  3. Semua golongan masyarakat bisa mengonsumsi Yakult

Untuk produk Yakult yang beredar di pasaran saat ini ada 3 varian, yakni original, light, dan mangga.

Proses Pembuatan Yakult

Tahap pembuatan Yakult dimulai dari ruang pengendali mutu, yaitu dimana bakteri dan bahan-bahan lain diuji dan memilih bahan baku yang baik dan berkualitas tinggi. Tahap berikutnya adalah ruang pembibitan, dimana di ruangan ini terdapat tangki berukuran besar yang dapat menampung 500 liter yang berfungsi sebagai pengkulturan bakteri L Casei Shirota Strain untuk dijadikan bibit Yakult.

Pada tahap ketiga di ruang pengkulturan bakteri terdapat tangki yang sama tetapi memiliki daya tamping yang lebih besar, yaitu 18.000 liter yang berfungsi untuk mengulturkan bakteri supaya mendapat jumlah yang tepat serta membuat cita rasa Yakult yang khas. Tahap keempat adalah ruang pencampuran, di ruang ini disediakan tempat untuk menyatukan kultur bakteri dengan gula steril menjadi Yakult. Setelah menjadi Yakult kemudian dimasukkan pada botol Yakult. Khusus botolnya, Pabrik Yakult memiliki mesin daur ulang. Jadi, pabrik Yakult mendaur ulang kembali botol bekas, diolah kembali, dan setelah terbentuk sebuah botol yang baru bisa digunakan kembali.  

Setelah Yakult melalui tahap-tahap proses pembuatan, kemudian cairan/minuman Yakult dimasukkan pada botolnya. Disini ada mesin pembotolan Yakult yang mampu mengisikan cairan yakult kedalam 45.000 botol dengan sistem hampa udara. Setelah dimasukkan dalam botol Yakult, setelah itu Yakult tadi dikemas menjadi 1 pack, kemudian menjadi 10 pack. Yakult yang sudah dikemas tadi dimasukkan pada ruang penyimpanan yang memiliki suhu yang sangat dingin berkisar 5 derajat celcius supaya bisa tahan lama hingga 40 hari. Dari semua tahap proses pembuatan Yakult tersebut yang patut diacungi jempol adalah semua prosesnya harus higienis mulai dari lingkungan perusahaan mulai dari luar hingga di dalam ruangan,  karyawan, pakaian karyawan dalam bekerja dan proses produksi, bahan baku, hingga peralatan yang digunakan, dan semuanya menggunakan mesin yang canggih.

Tahap yang terakhir Yakult dikirim menggunakan kendaraan seperti mobil atau truk keseluruh wilayah Indonesia, dan PT. Yakult sendiri memliki ujung tombak pemasaran yang bernama Yakult Ladies yang menyebar dari kota hingga ke pelosok desa.  Yakult sudah tersebar di 40 negara dan memiiki 114 cabang di Indonesia. Di Indonesia sendiri pabrik Yakult sudah berdiri sejak tahun 1990 yang pertama di Jakarta Timur, seiring dengan semakin meningkatnya minat masyarakat terhadap Yakult akhirnya tahun 1997 pabrik Yakult dipindah ke Sukabumi Jawa Barat. Setelah itu berdirilah pabrik Yakult kedua di Ngoro Mojokerto pada tahun 2014.

Kesan dan Pesan Kunjungan Riset

Kami sebagai santri sangat senang dengan kegiatan Study Visit di pabrik Yakult dan ini merupakan kegiatan yang sangat bermanfaat bagi siswa SMP UBQ Nurul Islam khususnya kelas kami 8 Social Class, dan akan menjadi sebuah wawasan dan pelajaran penting bagi kami, yaitu :

  1. Kunjungan ini mengajarkan kami akan arti pentingnya menjaga kebersihan lingkungan mulai dari diri sendiri hingga lingkungan
  2. Pentingnya menjaga kesehatan  sesuai dengan motto DR. Shirota yaitu lebih baik mencegah daripada mengobati, sehingga kita bisa lebih sayang terhadap diri kita, peduli terhadap kesehatan kita, menjaga kesehatan lambung dan usus kita dengan mengonsumsi makanan dan minuman yang higienis.
  3. Yakult mengajarkan kepada kami tentang prinsip peduli dan sayang lingkungan, dan ramah lngkungan. Hal ini dibuktikan dengan komitmen PT. Yakult dalam mendaur ulang botol bekas Yakult, diolah kembali dari nol secara presisi, melalui beberapa tahapan yang akhirnya tercipta botol baru yang higienis. Tujuannya adalah menjadikan lingkungan bebas sampah plastic atau limbah non organic.
  4. Pesan kami terhadap teman-teman ataupun masyarakat adalah marilah kita menjaga kebersihan mulai dari diri kita hingga lingkungan, menjaga kesehatan tubuh kita dengan mengonsumsi makanan dan minuman yang sehat dan higienis, dan yang terakhir adalah ayo kita jadikan bumi kita kembali hijau dan kita ciptakan ramah lingkungan.

Penulis: Galih Alfaridy

8 Social Class SMP Unggulan Berbasis Al-Qur’an Nurul Islam

Pembimbing: Arief Dwi Kurniawan, S.S.

 

 

 

 

 

 

Editor : Fendy Hermansyah
#radar mojokerto #jawa pos #opini