
Oleh: Ps Dr. Benny Agustinus M.Th M.Pd
SHALOM saudara yang dikasihi Tuhan, memperingati Kemerdekaan Republik Indonesia kali ini, apakah kita sebagai anak Tuhan benar benar sudah merdeka? Baik secara lahir maupun batin kita.
Sering kali kita masih dibelenggu dan belum merdeka dari kekhawatiran, ketakutan dan kekecewaan. Banyak hal yang membuat kita khawatir dan kecewa, apakah itu masalah ekonomi, sakit penyakit dan masalah keluarga. tetapi di momen kemerdekaan RI ini kita harus belajar untuk bisa merdeka dan berdamai dengan diri kita sendiri. Galatia 5:1, ’’Supaya kita sungguh-sungguh merdeka, Kristus telah memerdekakan kita. Karena itu berdirilah teguh dan jangan mau lagi dikenakan kuk perhambaan.’’
Apa yang seharusnya kita lakukan supaya kita benar-benar Merdeka:
1. Sadari Identitas kita
Matius 16:24, ’’Lalu Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: ”Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku.’’
Di sini Yesus sedang mengajarkan kepada kita untuk memahami siapa jati diri kita. Sebagai pengikut Kristus kita harus bisa memikul salib. Kita belajar untuk tidak mudah marah, untuk bisa melepaskan pengampunan, untuk bisa mengasihi musuh kita. Jika kita menyadari posisi kita sebagai anak-anak Tuhan maka kita tidak akan mudah tersinggung dan membalas kejahatan orang lain. kita bisa menebarkan kedamaian, toleransi satu sama lain dan saling menolong bukan saling menjatuhkan.
2. Sadari Kita Perkasa di Hadapan Tuhan
Hakim Hakim 6:12, ’’Malaikat Tuhan menampakkan diri kepadanya dan berfirman kepadanya, demikian: ”Tuhan menyertai engkau, ya pahlawan yang gagah berani.”
Saudara yang dikasihi Tuhan. Di sini Tuhan ingin tunjukkan kepada kita pada saat itu seorang tokoh Alkitab yang bernama Gideon meskipun dia merasa rendah diri, dia merasa tidak mampu tetapi di hadapan Tuhan seorang Gideon adalah seorang pahlawan yang gagah perkasa.



