Vokalis Hadrah Itu Disebutkan Tersangkut di Dalam Laut
Keluarga dan tetangga Rifky Yoeda Pratama di Perumahan The Suam Residence, Kelurahan Kedundung, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto, berharap-harap cemas. Hingga Selasa (28/1) petang, jasad siswa kelas VII C SMPN 7 Mojokerto yang ikut terseret ombak di Pantai Drini, Gunungkidul, Yogyakarta, itu belum terevakuasi.
YULIANTO ADI NUGROHO, Magersari
INFORMASI yang diterima keluarga korban dari pihak Pemkot Mojokerto, posisi tubuh Rifky telah diketahui berada di dalam laut. Namun, karena gelombang masih besar, tim SAR belum dapat mengevakuasinya. ’’Belum tahu kapan akan dievakuasi karena menunggu ombak reda dahulu,’’ kata Toni, tetangga korban di rumah duka.
Di rumah blok N nomor 6, selama ini Rifky tinggal bersama neneknya, Sarminah, dan sang paman. Ibundanya telah meninggal sedangkan ayahnya lebih sering tinggal di Krian, Sidoarjo. Rifky dikenal sebagai pribadi yang baik dan soleh. Bahkan, dia menjadi vokalis kelompok hadrah di masjid setempat. ’’Anaknya sangat baik, kalau magrib itu pasti ngajak anak-anak kecil untuk salat,’’ ungkapnya memberi kesaksian.
Setelah menerima kabar insiden tragis di Pantai Drini yang menimpa rombongan SMPN 7, ayah Rifky langsung berangkat ke Jogja. ’’Berangkat naik travel bareng keluarga lain yang anaknya meninggal,’’ imbuh dia.
Kemarin petang tenda dan kursi-kursi telah ditata di rumah Rifky untuk menyambut kedatangannya. Beberapa warga juga berdatangan untuk berbela sungkawa dan bertakziah. ’’Neneknya sangat terpukul, belum bisa menerima kalau cucu kesayangannya jadi korban,’’ tutur Toni.
Suasana serupa juga terpantau di rumah tiga korban lain saat Jawa Pos Radar Mojokerto berkunjung sejak siang hingga petang kemarin. Warga menunggu kedatangan jenazah di rumah duka.
Ketiga korban itu adalah Alfian Aditya Pratama, warga Jalan Flamboyan, Kelurahan Wates, Magersari; Malvein Yusuf Adh Dhuqa, warga Jalan Al-Azhar, Kelurahan Kedundung, Magersari; dan Bayhaki Faqtyansah, warga Desa Penompo, Jetis. (fen)
Editor : Hendra Junaedi