INDAH OCEANANDA, Magersari, Jawa Pos Radar Mojokerto
AWALNYA, Fajar, panggilan akrab pria 70 tahun ini membuka usaha katering dengan sang istri, Erna Susilowati. Namun, karena usaha kateringnya tak berjalan mulus, ia menjajal mendirikan usaha kuliner lainnya. Yakni dengan menjajakan jajanan tradisional seperti tiwul, gempo dan klepon.
”Itu mulai sekitar tahun 2005-an. Tapi karena bahan bakunya susah cari akhirnya tahun 2009 memilih usaha jualan getuk lindri,” katanya mengawali percakapan.
Menurutnya, getuk lindri merupakan jajanan tradisional yang perlu dilestarikan. Apalagi, diakuinya, hingga kini masih banyak pembeli yang mencari jajanan berbahan baku singkong tersebut.
”Sekarang masih ada peminatnya, meskipun nggak sebanyak dulu. Tapi yang jualan juga jarang, makanya saya masih bertahan jualan ini meskipun sekarang jajanan modern juga banyak,” imbuhnya saat ditemui di tempat jualannya di Jalan Raya Ijen, Kelurahan Wates tersebut.
Kakek dua cucu ini mengatakan, dalam sehari ia membutuhkan 12-15 kilogram singkong. Biasanya, dia menjual sebanyak 30 paket getuk lindri. Jumlah tersebut mengalami penurunan dibandingkan sebelum pandemi Covid-19. ”Kalau sebelum pandemi kemarin, sehari bisa jual 100 paket,” beber dia.
Agar kian disukai masyarakat, usaha getuk lindri miliknya ini tak hanya memasarkan getuk dengan rasa original. Tersedia pula dengan varian rasa cokelat, durian, pandan, dan stroberi. Sehingga tampilannya lebih berwarna. Ia menjualnya dengan harga yang cukup murah. Hanya Rp 10 ribu per pack.
Di tengah banyaknya jajan modern yang bermunculan, Fajar mengaku ia tidak kebingungan untuk mencari pelanggan. Dia yakin setiap orang memiliki selera jajanan yang berbeda.
Ditambah dengan lamanya ia berjualan, membuatnya memiliki pelanggan sendiri. Bahkan bukan hanya dari daerah Mojokerto saja, pelanggannya banyak dari Sidoarjo, Gresik dan Surabaya.
”Apalagi jajanan seperti ini kan ndak ada bahan pengawet. Misalkan kalau jualan nggak habis pun, ya kita bagikan ke anak yatim yang ada di Benteng Pancasila,” tandas warga Jalan Anjasmoro, Kelurahan Wates, Kecamatan Magersari ini. (ron)
Editor : Fendy Hermansyah