Banyak kreasi yang dapat dihasilkan dengan bahan daur ulang. Salah satunya berasal dari koran bekas yang dijadikan untuk kerajinan unik. Melalui tangan kreatif siswa di Kota Mojokerto, bahan baku kertas itu bisa menghasilkan karya miniatur kapal layar.
RIZAL AMRULLOH, Kota, Jawa Pos Radar Mojokerto
Naurah Mutia Kandi Malfinas, 13, memotong tiap lembar kertas koran bekas menjadi dua bagian. Setelah terkumpul beberapa lembar, kedua temannya, Aisya Mutiara Ayu Nadya, 13, dan Fella Cristiana, 12, turut membantu menyiapkan peralatan pemilin kertas.
Lembar demi lembar koran bekas tersebut digulung secara manual menggunakan alat sederhana dari kayu. Dengan telaten, pelajar kelas VII SMPN 7 Kota Mojokerto ini mampu menghasilkan batangan-batangan kertas berbentuk silinder.
Untuk hasil gulungan kertas yang padat dan tidak mudah berubah bentuk, maka tiap lembaran koran bekas direkatkan dengan lem kayu. Pilinan seukuran sedotan plastik es itulah yang kemudian dijadikan sebagai bahan baku pembuatan kerajinan tangan. ”Dari gulungan kertas koran bekas ini yang nanti bisa dirangkaikan untuk membuat miniatur kapal layar,” ulas Naurah.
Lambung kapal menjadi bagian pertama yang dirangkai. Tiap batang kertas disusun dan direkatkan dengan menggunakan lem. Setelah terbentuk, baru dilanjutkan dengan memasang bagian deck atau geladak utama.
Sedangkan di tahap akhir menyentuh bagian anjungan dan layar. ”Detail pada bagian-bagian yang kecil ini yang paling sulit,” jelas siswi kelas VII A asal Balongbendo, Kabupaten Sidoarjo ini.
Proses penyusunan memang menjadi bagian yang paling membutuhkan ketelatenan. Di samping harus mepresisikan antara sisi kanan dan kiri badan kapal, tiap gulungan kertas juga juga dipotong untuk menyesuaikan ukuran di tiap bagian kapal. ”Karena tidak menggunakan rangka, jadi kuncinya gulungan koran tidak boleh letoi,” timpal Fella Cristiana, siswi kelas VII C.
Sebenarnya, kata dia, bahan baku kertas koran bekas bisa dijadikan untuk berbagai macam jenis miniatur armada transportasi laut. Baik kapal pinisi, kapal pesiar, hingga jung atau kapal Majapahit. ”Bisa sesuai imajinasi atau lihat contoh gambar jenis-jenis kapal sebagai referensi,” imbuh Fella.
Untuk membuat satu karya kapal sekuran 40-50 centimeter, dibutuhkan bahan baku sekitar 1 kilogram koran bekas. Bahkan, bisa lebih banyak jika proses penggulungan mengalami kegagalan. ”Kalau kertasnya robek atau lembek nggak bisa dipakai,” imbuhnya.
Untuk finishing, miniatur kapal layar diberi pewarnaan menggunakan politur dengan corak menyerupai warna kayu. Guna menimbulkan efek mengkilap, maka di tahap akhir juga dipoles dengan pernis.
Nadya, siswi lainnya menambahkan, pembuatan karya miniatur kapal layar dengan bahan koran bekas membutuhkan waktu sekitar dua hari. Karena perlu dilakukan proses pengeringan dengan dijemur di bawah sinar matahari.
Selain kapal layar, bahan bekas kertas koran juga bisa dibuat untuk membuat kerajinan daur ulang lainnya. ”Buat untuk celengan juga bisa,” ulas peserta didik ssal Griya Permata Ijen, Kelurahan Wates, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto.
Karya para siswa tidak hanya untuk menghiasi etalase sekolah saja. Beberapa juga dijadikan sebagai buah tangan atau cendera mata bagi tamu yang berkunjung ke sekolah yang berada di Jalan Karyawan, Kelurahan Sentanan, Kecamatan Kranggan, Kota Mojokerto ini. (ron)
Editor : Fendy Hermansyah