25.8 C
Mojokerto
Thursday, February 2, 2023

Bumble Ride Team, Komunitas Pushbike Pertama di Kota Mojokerto

Butuh Ketangkasan dan Kekuatan Otot Kaki untuk Menggelindingkan Sepeda

Tren bersepeda pushbike mulai banyak digandrungi anak usia dini. Tak sekadar mengayuh, olahraga ini juga membutuhkan ketangkasan hingga kekuatan otot kaki.

FARISMA ROMAWAN, Kota, Jawa Pos Radar Mojokerto

DI awal kemunculannya, anak-anak kecil bersepeda pushbike kerap dipandang aneh. Anggapan ini sebetulnya tak salah. Sebab, pedal yang seharusnya dikayuh untuk menjalankan roda, justru dihilangkan. Sehingga, rider hanya menggunakan langkah kakinya untuk bisa menjalankan sepeda.

Keanehan inilah yang justru banyak dikampanyekan komunitas Bumble Ride Team menjadi nilai kemanfaatan yang tak dimiliki aktivitas atau hobi lain. Di mana, anak dengan usia emas pertumbuhan dapat memaksimalkan fisik dan mentalnya agar lebih kuat.

Dengan belajar kesimbangan bersepeda, anak-anak akan lebih mudah menggerakkan kemampuan otot kaki dalam bersepeda, sehingga relatif menumbuhkan rasa percaya diri.

’’Anak-anak ini bisa melatih keseimbangannya dalam mengendarai sepeda. Sehingga saat nanti mereka sudah menapak usia produktif, mereka tidak lagi kesulitan bersepeda di medan apapun. Karena otot kaki dan mentalnya sudah terbentuk,’’ terang koordinator Bumble Ride Team, Tri Kurniasari.

Baca Juga :  Perajin Kuningan Trowulan, Mojokerto Kecipratan Berkah KTT G20 Bali 2022

Meski hanya menggunakan kaki, namun metode pembelajaran pushbike ternyata tidak gampang. Sebab, objek yang dihadapi adalah anak usia dini, mulai dari usia terkecil 2 tahun hingga paling besar 10 tahun. Usia-usia tersebut diakui Tri membutuhkan effort besar lantaran fokus dan konsentrasinya lebih banyak terpusat pada aktivitas bermain.

Untuk itu, Tri yang juga mantan pembalap sepeda Jawa Timur memiliki trik tertentu. Bersama sang suami, Robert Wijaya yang juga mantan pembalap sepeda profesional, keduanya kerap menggunakan metode permainan ala taman kanak-kanak.

’’Biasanya anak kecil itu kan moody, mudah menangis dan mudah gembira. Biasanya kami beri permainan seperti balapan mendapatkan coon atau lompat bersama-sama. Dari situ kan mereka terlatih sprint, jumping sebagai modal agar kuat bersepeda,’’ tandasnya.

Meski terhitung baru eksis dua tahun terakhir, namun sejumlah anggota Bumble Ride Team memiliki prestasi yang mentereng. Mulai dari juara pertama Garuda Runbike series pertama hingga ketiga di Jakarta tahun 2021, juara pertama open runbike regional Malang tahun 2022, juara 3 grand prix grand final di Jogjakarta tahun 2022, dan terakhir juara pertama Kejurda open Wali Kota Mojokerto, akhir pekan lalu.

Baca Juga :  Apindo Kabupaten Mojokerto Khawatir Kepatuhan Perusahaan Menurun

’’Kami sempat juara umum di series runbike kategori putri. Beberapa atlet lain juga sempat meraih juara minimal tiga besar,’’ tambah pembalap Jatim era tahun 2008-2012 ini. Saat ini, Tri bersama robert terus mengampanyekan pushbike sebagai aktivitas olahraga paling efektif untuk anak usia dini.

Meski sempat berlatih di kawasan jalanan umum perumahan, kini komunitas yang berdiri sejak tahun 2020 ini sudah memiliki home base yang layak. Yakni di lantai dua Sunrise Mal dan basement Mal Pelayanan Publik (MPP) Gajah Mada. Saat ini, anggota komunitas yang aktif berlatih sudah mencari 24 anak.

Ke depan, mereka diproyeksikan sebagai atlet balap sepeda profesional seiring bertumbuhnya usia, baik di kategori BMX hingga road bike. Sehingga bisa meneruskan eksistensi cabor balap sepeda Kota Mojokerto yang sempat berjaya dan melahirkan pembalap nasional era tahun 2008 hingga 2016 silam.

’’Alhamdulillah, setelah ISSI Kota Mojokerto kembali terbentuk, Pushbike sekarang ikut terfasilitasi dan menjadi cikal bakal pembinaan balap sepeda berprestasi di Kota Mojokerto,’’ pungkasnya. (ron)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/