25.8 C
Mojokerto
Thursday, February 2, 2023

Aksi Peduli Gempa di Mojokerto, Donasi Potong Rambut hingga Buat Sambal Pecel

Gempa bumi yang mengguncang Kabupaten Cianjur memantik kepedulian masyarakat luas. Puluhan tukang cukur di Kota Mojokerto menggalang donasi dengan menggelar potong rambut masal di jantung kota.

YULIANTO ADI NUGROHO, Mojokerto, Jawa Pos Radar Mojokerto

ALUN-ALUN Kota Mojokerto jadi barbershop dadakan, kemarin (27/11). Puluhan tukang cukur atau kapster tampak serius memangkas rambut pelanggannya. Potong rambut masal ini begitu mengundang antusias. Khususnya dari warga yang sedang olahraga pagi di jantung kota.

Sedari pagi, orang-orang dewasa hingga anak-anak sudah duduk tawaduk menanti giliran. Tak hanya mereka yang berolahraga, tampak pula warga dari berbagai profesi, termasuk PNS yang datang untuk memangkas rambut dan berdonasi. Sampai siang, tak terhitung berapa yang pulang dari alun-alun dengan penampilan berbeda.

Gaya rambut baru itu bisa mereka dapatkan secara cuma-cuma. Pelanggan juga sah membayar tarif berapa pun. Bukan masuk kantong tukang cukur, uang itu dikumpulkan untuk donasi. ”Hasil donasi ini kami salurkan untuk korban gempa di Cianjur,” kata Muhammad Zainul Abidin, 24, koordinator kegiatan.

Baca Juga :  Kain Tenun Ikat Mojokerto Bersaing di Kancah Nasional

Terhitung, selama lima jam, terkumpul dana sebesar Rp 4,7 juta. Sumbangan dari para pelanggan potong cukur masal dan warga di alun-alun itu akan disalurkan kepada korban gempa bumi di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. ”Kami salurkan melalui dinsos kota dan dinsos provinsi agar tepat sasaran,” jelas kapster di Golden Crown Barbershop, Kecamatan Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto, itu.

Sebanyak 50 kapster dari Mojokerto Raya terlibat dalam potong rambut masal tersebut. Mereka mengaku prihatin dengan gempa yang menelan ratusan korban. Gerakan sosial ini untuk kedua kalinya digelar setelah donasi serupa saat Gunung Merapi meletus 2018 silam.

”Dengan tenaga dan kemampuan kami, kami ingin menggalang donasi. Alhamdulilah banyak warga antusias. Semoga ini menjadi berkah dan bermanfaat,” harap anggota Komunitas Kapster Majapahit tersebut. Aksi sosial ini digelar dengan melibatkan Karang Taruna dan Tagana Dinsos Kota Mojokerto.

Baca Juga :  Sengketa, Lahan di Desa Duyung, Trawas, Mojokerto Dipasang Pagar

Sementara itu, di Kabupaten Mojokerto, penggalangan dana dilakukan dengan cara berbeda. Tagana Dinsos menyalurkan satu kwintal sambal pecel untuk korban gempa. Lauk pauk itu diracik pada Rabu (23/11) lalu dan dikirim ke Cianjur sehari berikutnya. ”Kami membuat sambal pecel karena buatan dari Mojokerto terkenal awet. Kita sudah sering lakukan ini,” ungkap Yani, anggota tagana.

Menurutnya, pembuatan bumbu itu dilakukan di kantor dinsos dengan dibantu anggota pramuka dan relawan. Bahan-bahan bumbu dibeli dari sumbangan berbagai pihak. Yani mengungkapkan, sambal pecel ini bisa bertahan kurang lebih satu minggu. (ron)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/