Kamis, 20 Jan 2022
Radar Mojokerto
Home / Features
icon featured
Features
Aan Iqbal, Pemrakarsa Wisata Kampung Anggur

Empat Tahun Eksperimen, Kini Sukses Kembangkan 20 Varian

27 November 2021, 07: 00: 59 WIB | editor : Fendy Hermansyah

Empat Tahun Eksperimen, Kini Sukses Kembangkan 20 Varian

SEGAR: Iqbal menilik buah anggur siap panen di kawasan wisata Kampung Anggur, di Jalan Gang KH Ismail, Kecamatan Sooko. (Indah Oceananda/jawaposradarmojokerto.id)

Share this      

Menjalankan pekerjaan karena hobi, akan sangat menyenangkan. Pun demikian yang dilakukan Aan Iqbal. Dari kesukaannya bercocok tanam, kini ia mampu menghasilkan anggur berkualitas dan dengan nilai jual tinggi.

INDAH OCEANANDA, Sooko-Jawa Pos Radar Mojokerto

Tahun 2016 lalu, menjadi titik awal ia menggeluti anggur dengan sangat serius. Saat itu, dia berhasil menanam anggur dari hasil eksperimennya selama lebih tiga tahun. Selama itu, ia harus memilih jenis anggur yang bisa tumbuh subur di Mojokerto.

Baca juga: Dari Pemain Sepak Bola Menuju Paralimpiade

Iqbal mengaku, ia melakukan pengumpulan data terkait varian anggur yang cocok untuk dibudidayakan di Indonesia. Ia tak sendirian. Selama eksperimen, ia dibantu teman-temannya yang tergabung di komunitas pecinta tanaman anggur. Hasilnya, dari ratusan varian yang didatangkan dari negara subtropis, hanya ada puluhan jenis anggur bisa dibudidayakan. ”Pengalaman saya pribadi, menarik kesimpulan dari 120 varian, yang saya amati hanya 20 jenis anggur yang layak untuk dikembangkan,” jelasnya.

Pengembangan pun dimulai. Pria 37 tahun ini menyulap lahan di belakang rumahnya yang hanya berukuran 25X15 meter. 20 jenis tanaman anggur mulai dibudidayakan. Setidaknya, kini ada 200 tanaman anggur yang bertumbuh pesat. ”Lumayan, waktu itu penghasilan dari budidaya anggur baik buah dan bibitnya bisa nambah penghasilan keluarga,” papar pria 37 tahun ini.

Masih dikatakan Iqbal. Berkat budidaya tanaman anggur ini, dia bisa meraup keuntungan sekitar Rp 100 sampai Rp 350 juta tiap musim panen. Besarnya penghasilan itu, karena buah anggur yang dikembangkan, laris manis di pasaran seluruh Indonesia.

Berbeda dengan batang anggur. Kata Iqbal, ia sudah berulangkali menembus pasar luar negeri. ”Harga bibit anggur mulai Rp 100 ribu sampai jutaan rupiah. Untuk buah, pengiriman masih di wilayah Indonesia, belum ke luar negeri. Tapi, kalau batangnya sudah sering pengiriman sampai ke Malaysia,” ulas alumni SMA Negeri 1 Puri ini.

Iqbal tak ingin menikmati berkah itu sendiri. Dia pun mengajak tetangganya ikut membudidayakan anggur. Oleh karenanya, dia membentuk Kelompok Tani Anggur Majapahit.

Modal awal bersumber dari iuran anggota yang kini telah berkembang menjadi ratusan pohon anggur. ”Kalau di lahan yang bersama warga ini, total ada 160 pohon anggur. Sudah berbuah tahun ini,” terangnya.

Lahan yang dimanfaatkan untuk budidaya warga ini merupakan lahan kosong di bantaran sungai. Luasnya mencapai 180X6 meter dan terletak di Jalan KH Ismail, Kecamatan Sooko. Lokasi ini pun disulap menjadi ladang wisata anggur.

Lahan budidaya ini sudah diresmikan sebagai wisata Kampung Anggur oleh Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati beberapa bulan lalu. Dan, lokasi ini dinilai bisa meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar. ”Rencananya, setelah hari raya nanti, kalau diberi kelancaran, mulai bisa petik buah. Akan tetapi, masih perlu banyak infrastruktur yang harus dipersiapkan, biar untuk kenyamanan pengunjung. Semoga segera terealisasi,” tandasnya. (ron)

(mj/OCE/fen/JPR)

 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
Facebook Twitter Instagram YouTube
©2022 PT. JawaPos Group Multimedia