25.8 C
Mojokerto
Thursday, February 2, 2023

Mendadak Klub Buku, Silent Book Club Ala Mojokerto

Tanpa Kenalan, Ajak Diskusi Bahan Bacaan

Setiap minggu, tanpa perkenalan, mereka menghabiskan waktu satu jam. Mereka membaca di tempat yang sudah ditentukan. Meski baru dimulai akhir tahun lalu, namun kegiatan ini mampu menggugah hati banyak remaja ikut bergeliat tenggelam dalam literasi.

INDAH OCENANDA, Kota, Jawa Pos Radar Mojokerto

Sejumlah anak muda berjajar rapi menghadap sungai Brantas, tepatnya di Jogging Track Jalan Hayam Wuruk, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto. Mereka terlihat santai dan asyik membaca buku di tangannya masing-masing. Ada yang membaca buku biografi tokoh, beberapa di antaranya membaca novel keluaran terbaru.

Ya, mereka sedang dalam pertemuan kelima yang diinisiasi oleh Mendadak Klub Buku. ’’Tapi ini bukan seperti komunitas-komunitas yang lain. Karena klub ini bisa diikuti siapa saja yang ingin bergabung dengan kami secara terbuka dan bebas,” ujar Lintang Budiyanti Prameswari, pendiri klub tersebut.

Lintang, sapaan akrabnya, mendirikan klub ini bersama temannya, Rewina. Kebetulan mereka berdua memang punya hobi membaca buku. Klub tersebut terinspirasi dari silent book club yang sudah menjamur di beberapa wilayah, salah satunya Surabaya. ”Jadi, isinya cuma sesama pecinta buku yang cari teman membaca. Tapi nggak saling kenal, dan ngumpul hanya untuk baca buku bareng,” jelasnya.

Baca Juga :  Bangunan Puskesmas di Dlanggu Mojokerto Mangkrak, Berayap, dan Berjamur

Mendadak Klub Buku baru lahir di Mojokerto November 2022. Biasanya, untuk menentukan tempat membaca buku, Lintang dan Rere, julukan Rewina, selalu memutuskan atau mencari tempat yang nyaman. Bisa di kafe, taman atau warung kopi. Terkadang mereka juga memasang jajak pendapat untuk warga melalui sosial media untuk ikut andil menentukan tempat membaca buku yang nyaman.

Penentuan tempat sendiri diumumkan sehari sebelum pertemuan. ”Kita murni mengumpulkan orang-orang yang suka baca buku dari sosial media di Instagram. Tidak pernah pakai Whatsapp Group. Karena aturan klub ini tidak mengikat seperti komunitas lainnya,” tambah Rere.

Waktu membaca buku yang disediakan sekitar 1-2 jam. Sisanya, mereka akan berdiskusi tentang bacaan buku yang sudah mereka baca saat itu. Terkadang, mereka juga saling bertukar informasi mengenai buku edisi terbaru. ”Karena klub ini belum seekstrem silent book club, yang cuma baca buku tanpa ada interaksi. Kalau kami masih sempat diskusi dan masih sempat kenalan satu sama lain,” beber Lintang.

Sejak pertama kali diterapkan di Mojokerto, Lintang menyebut, ada beberapa remaja yang tertarik ikut bergabung dalam kegiatan ini. Selain dirasa unik, mereka juga merasakan pengalaman baru. Yakni membaca buku beramai-ramai dengan orang yang tak dikenal. ”Paling ramai pernah sampai 12 orang. Untuk waktu biasanya setiap akhir pekan. Karena kita cari waktu yang sama-sama senggangnya,” ucap Lintang. Mereka yang kerap mengikuti klub ini sendiri sebagian besar merupakan anak sekolah, mahasiswa dan pekerja kantoran.

Baca Juga :  Masrukhan, Sulap Sejengkal Bambu Jadi Tumbler yang Mahal

Menjelang pertemuan yang keenam, Rere mengaku bakal menambah inovasi klub untuk memudahkan semua orang yang hendak menyalurkan hobi membaca mereka. Salah satunya dengan membuat gerakan membaca buku bareng secara daring. Sebab, diakui Rere, klub yang dibuat olehnya dan Lintang menarik banyak perhatian dari anak muda lainnya. ”Ada juga yang dari Mojokerto tapi sekarang berdomisili di luar kota, gitu ingin ikutan. Ya akhirnya kita rencanakan nanti baca buku bareng secara virtual. Mungkin karena memang ada yang tipikal baca buku seru kalau bareng-bareng,” papar dia.

Fiona, salah satu pengikut klub ini mengaku sudah mengikuti pertemuan mendadak klub buku sejak pertama. Dia memang hobi membaca buku dan sudah terbiasa ikut dalam silent book club. Mendadak Buku Klub menjadi salah satu solusinya untuk mencari teman membaca. ”Kebetulan saya pindah dari Banyuwangi. Di sini belum punya teman. Pas cari di Instagram ternyata ada klub yang semacam silent book gitu. Akhirnya ikutan sampai sekarang,” imbuh warga Kecamatan Mojosari ini. (ron)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/