27.8 C
Mojokerto
Saturday, December 3, 2022

Sumadi, Produsen Gula Merah Asal Sooko Mojokerto dengan Omzet Ratusan Juta

Dari Sopir Tebu, Kini Penghasilan Tembus Rp 800 Juta

Dibalik cerita sukses sebuah usaha, tentu ada perjalanan yang panjang yang sudah dilalui. Seperti yang dijalani Sumadi, seorang pengusaha yang berhasil meraup omzet ratusan juta berkat gula merah.

INDAH OCEANANDA, Sooko, Jawa Pos Radar Mojokerto

Sumadi merupakan sopir Pabrik Gula Gempolkrep, Kecamatan Gedeg. Sejak 1997, ia kebagian mengantar rendemen tebu ke berbagai daerah untuk diproduksi ulang. Dengan rutinitasnya itu, Sumadi bertekad ingin punya usaha sendiri untuk investasi jangka panjang. ’’Saya juga mikir ke depannya mau anak-anak saya punya sesuatu yang bisa saya wariskan. Kan nggak mungkin sampai tua jadi suruhan orang terus,’’ ujarnya saat ditemui di rumahnya, Dusun/Desa Jampirogo, Kecamatan Sooko.

Karena sudah bertahun-tahun akrab dengan industri tebu, Sumadi mulai menekuni cara pembuatan gula. Dia mengaku, eksperimennya tentang pembuatan gula dimulai sejak tahun 2016. Sumadi mulai tertarik. Kebetulan, keluarga istrinya di Kediri juga memiliki usaha industri gula merah. ’’Akhirnya saya coba mengamati proses pembuatannya, lalu saya coba praktekkan,’’ beber dia.

Baca Juga :  Siswa Kota Mojokerto Kumpulkan Rp 60 Juta untuk Peduli Korban Gempa

Dirasa sudah mendapat kemahiran, di pengujung 2018, Sumadi memutuskan tak lagi berada di belakang kemudi. Bapak tiga anak itu memilih fokus membuka usaha produksi gula merah di rumahnya. ’’Saya nekat mulai usaha buat gula merah dengan masok bahannya dari saudara di Kediri. Tapi, saya olah lagi,’’ ulas pria 56 tahun ini.

Lalu, bahan baku setengah jadi tersebut, diolah lagi oleh Sumadi dengan ditambahkan gula pasir. Sehingga, gula produksinya memiliki warna lebih terang dan menarik. ’’Kalau yang dari saudara itu kan warna niranya masih gelap. Saya olah lagi dengan tambahan gula pasir agar warnanya lebih terang. Ada empat kali proses,’’ katanya.

Kini, usahanya sudah memiliki 12 pekerja. Delapan di antaranya bertugas untuk proses produksi. Empat lainnya bertugas menjual produk di pasaran. Dalam sehari, Sumadi bisa menghasilkan sekitar 1 ton lebih gula merah. Dalam sehari dia bisa mendapat keuntungan Rp 2 juta lebih. Gula produksi Sumadi dipasarkan di daerah Mojokerto dan Madura. ’’Kalau dalam satu bulan, kurang lebih bisa dapat untung sekitar Rp 800 juta,’’ imbuhnya.

Baca Juga :  Mustain, 40, Pembuat Tempat Meditasi Sejak 22 Tahun Silam

Ke depannya, Sumadi mengaku bakal menambah jumlah hasil produksinya. Sebab, tak dipungkiri, permintaan gula merah terus meningkat sejak empat tahun terakhir. Terlebih, saat bulan puasa atau pertengahan tahun. ”Kalau bulan puasa atau bulan yang ramai hajatan itu bisa permintaannya banyak sekali,” ucapnya.

Bahkan, dia kerap menolak beberapa permintaan dari pedagang sekitar yang ingin memasok. Akibat jumlah produksi gulanya yang masih terbatas. Kini, dia masih berfokus memperluas tempat produksi gula merah yang terletak di samping rumahnya itu. ’’Targetnya mau nambah hasil sehari bisa sampai 2 ton. Makanya ini juga sedang jalan beli alat giling tebu. Biar bisa produksi sendiri juga. Jadi nggak mengandalkan bahan dari Kediri saja,’’ tukasnya. (ron)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/