alexametrics
27.8 C
Mojokerto
Saturday, June 25, 2022

Replika Jung Majapahit, Ikon Baru di Pemandian Sekarsari

Perwujudan Armada Laut dari Kerajaan Maritim

Pemandian Sekarsari telah dibuka gratis bagi warga Kota Mojokerto. Selain menara Tribuana Tunggaderi, wisata kolam renang legendaris ini juga memiliki ikon anyar berupa replika Jung Majapahit yang merupakan karya perupa Putut Nugroho.

RIZAL AMRULLOH, Kota, Jawa Pos Radar Mojokerto

Setelah dua tahun direvitalisasi, Pemandian Sekarsari kini bisa dinikmati secara cuma-cuma oleh pengunjung dalam rangka Hari Jadi Ke-104 Kota Mojokerto. Selain menyediakan fasilitas kolam renang yang lebih modern, sentuhan infrastruktur objek wisata yang berada di Jalan Empunala ini juga kental dengan unsur Majapahitan.

Tak hanya menara Tribuana Tunggadewi yang berkilau keemasan dan menyala saat malam hari, ikon replika kapal yang berada di area kolam renang juga tak kalah menyedot perhatian. Karya dari perupa Putut Nugoro yang dinamakan Jung Majapahit itu merupakan perwujudan dari sarana transportasi air di zaman Kerajaan Majapahit.

Putut menceritakan, dibutuhkan proses yang cukup panjang sebelum merealisasikan replika kapal di Pemandian Sekarsari. Meskipun sebelumnya telah ada kajian terkait kapal Majapahit, namun dia melakukan pendalaman data dari berbagai referensi untuk menemukan bentuk yang berbeda. ”Berangkatnya karena Majapahit yang dikenal sebagai kerajaan maritim tidak mungkin kalau hanya memiliki kapal jenis tunggal. Pasti ada bentuk dan jenis lainnya sesuai dengan peruntukannya,” urainya ditemui di kediamannya di Lingkungan/Kelurahan Miji 4, Kecamatan Kranggan, Kota Mojokerto.

Baca Juga :  Bunga Plastik Daur Ulang Kreasi Siswa Berkebutuhan Khusus

Bersama Dewan Kebudayaan Daerah (DKD) Kota Mojokerto, Putut melakukan pendalaman data dan mengumpulkan berbagai referensi terkait kapal era Majapahit. Dari berbagai sumber yang diperoleh, disimpulkan terdapat spesifikasi khusus pada armada laut Majapahit.

Pria paro baya ini menyebut, salah satu yang spesifik dari kapal Majapahit terletak di antara haluan dan buritan yang masing-masing berbentuk bangun V. Ciri kedua, lanjut Putut, kapal memiliki 3 sampai 4 tiang layar utama. ”Bentuk layarnya kotak atau persegi,” paparnya.

Di samping itu, kapal Majapahit juga dilengkapi dengan cadik sebagai penyeimbang di sisi kanan dan kiri. Sebagai kontrol, kapal menggunakan kemudi ganda di bagian buritan.

Dari hasil pendalaman data tersebut, Putut akhirnya membuat tiga buah sketsa sebagai perwujudan kapal Majapahit.”Tiga sketsa menggambarkan kapal Majapahit dengan berbagai fungsi. Ada armada perang, armada penjaga pantai, serta armada niaga dan pelesir,” sebutnya.

Dari tiga alternatif wujud kapal Majapahit tersebut, armada pelesiran dipilih untuk dijadikan replika kapal Majapahit di Pemandian Sekarsari. Replika yang diletakkan di area kolam renang itu dibangun dengan panjang 13 meter, lebar 3 meter, dan ketinggian sekitar 6,5 meter dari permukaan air.

Baca Juga :  Kejaksaan Rampungkan Dakwaan Kasus Korupsi Dana Hibah KONI

Putut menggunakan material besi sebagai rangka dan fiberglass untuk bodi kapal dan layar. Proses pembuatan replika armada laut yang bernama Jung Majapahit itu tuntas dikerjakan dalam waktu tiga bulan pada September hingga Desember 2021 lalu.

Karena diperuntukkan sebagai rekreasi, replika Jung terebut diberi sentuhan ornamen Majapahit di bagian bodi depan. ”Ornamen hanya untuk sisi estetika dan penguatan fungsi sebagai kapal pelesir saja,” imbuh pematung Soekarno kecil di SDN Purwotengah ini.

Selain itu, Putut juga memberi sentuhan ornamen yang bersifat khusus pada replika Jung Majapahit. Di antaranya di ruang kemudi yang diberi ornamen Kalacakra yang merupakan simbol dari penguasa arah. Sedangkan, pada moncong kapal juga memunculkan simbol naga baruna yang menggambarkan Sang Hyang Baruna atau dewa penguasa laut dan trisula weda. ”Semua yang saya munculkan pada Jung Majapahit merujuk pada sisi filosofis, tidak asal-asalan,” tegasnya.

Selain sebagai ikon wisata, Putut berharap Jung Majapahit juga dapat menjadi edukasi sejarah bagi masyarakat terkait armada laut yang dimiliki Kerajaan Majapahit. (ron)

Perwujudan Armada Laut dari Kerajaan Maritim

Pemandian Sekarsari telah dibuka gratis bagi warga Kota Mojokerto. Selain menara Tribuana Tunggaderi, wisata kolam renang legendaris ini juga memiliki ikon anyar berupa replika Jung Majapahit yang merupakan karya perupa Putut Nugroho.

RIZAL AMRULLOH, Kota, Jawa Pos Radar Mojokerto

Setelah dua tahun direvitalisasi, Pemandian Sekarsari kini bisa dinikmati secara cuma-cuma oleh pengunjung dalam rangka Hari Jadi Ke-104 Kota Mojokerto. Selain menyediakan fasilitas kolam renang yang lebih modern, sentuhan infrastruktur objek wisata yang berada di Jalan Empunala ini juga kental dengan unsur Majapahitan.

Tak hanya menara Tribuana Tunggadewi yang berkilau keemasan dan menyala saat malam hari, ikon replika kapal yang berada di area kolam renang juga tak kalah menyedot perhatian. Karya dari perupa Putut Nugoro yang dinamakan Jung Majapahit itu merupakan perwujudan dari sarana transportasi air di zaman Kerajaan Majapahit.

Putut menceritakan, dibutuhkan proses yang cukup panjang sebelum merealisasikan replika kapal di Pemandian Sekarsari. Meskipun sebelumnya telah ada kajian terkait kapal Majapahit, namun dia melakukan pendalaman data dari berbagai referensi untuk menemukan bentuk yang berbeda. ”Berangkatnya karena Majapahit yang dikenal sebagai kerajaan maritim tidak mungkin kalau hanya memiliki kapal jenis tunggal. Pasti ada bentuk dan jenis lainnya sesuai dengan peruntukannya,” urainya ditemui di kediamannya di Lingkungan/Kelurahan Miji 4, Kecamatan Kranggan, Kota Mojokerto.

Baca Juga :  Pertunjukan Wayang Beber di Peringatan Hari Lahir Pancasila
- Advertisement -

Bersama Dewan Kebudayaan Daerah (DKD) Kota Mojokerto, Putut melakukan pendalaman data dan mengumpulkan berbagai referensi terkait kapal era Majapahit. Dari berbagai sumber yang diperoleh, disimpulkan terdapat spesifikasi khusus pada armada laut Majapahit.

Pria paro baya ini menyebut, salah satu yang spesifik dari kapal Majapahit terletak di antara haluan dan buritan yang masing-masing berbentuk bangun V. Ciri kedua, lanjut Putut, kapal memiliki 3 sampai 4 tiang layar utama. ”Bentuk layarnya kotak atau persegi,” paparnya.

Di samping itu, kapal Majapahit juga dilengkapi dengan cadik sebagai penyeimbang di sisi kanan dan kiri. Sebagai kontrol, kapal menggunakan kemudi ganda di bagian buritan.

Dari hasil pendalaman data tersebut, Putut akhirnya membuat tiga buah sketsa sebagai perwujudan kapal Majapahit.”Tiga sketsa menggambarkan kapal Majapahit dengan berbagai fungsi. Ada armada perang, armada penjaga pantai, serta armada niaga dan pelesir,” sebutnya.

Dari tiga alternatif wujud kapal Majapahit tersebut, armada pelesiran dipilih untuk dijadikan replika kapal Majapahit di Pemandian Sekarsari. Replika yang diletakkan di area kolam renang itu dibangun dengan panjang 13 meter, lebar 3 meter, dan ketinggian sekitar 6,5 meter dari permukaan air.

Baca Juga :  Raih Penghargaan CSR & Pembangunan Desa Berkelanjutan Awards 2022

Putut menggunakan material besi sebagai rangka dan fiberglass untuk bodi kapal dan layar. Proses pembuatan replika armada laut yang bernama Jung Majapahit itu tuntas dikerjakan dalam waktu tiga bulan pada September hingga Desember 2021 lalu.

Karena diperuntukkan sebagai rekreasi, replika Jung terebut diberi sentuhan ornamen Majapahit di bagian bodi depan. ”Ornamen hanya untuk sisi estetika dan penguatan fungsi sebagai kapal pelesir saja,” imbuh pematung Soekarno kecil di SDN Purwotengah ini.

Selain itu, Putut juga memberi sentuhan ornamen yang bersifat khusus pada replika Jung Majapahit. Di antaranya di ruang kemudi yang diberi ornamen Kalacakra yang merupakan simbol dari penguasa arah. Sedangkan, pada moncong kapal juga memunculkan simbol naga baruna yang menggambarkan Sang Hyang Baruna atau dewa penguasa laut dan trisula weda. ”Semua yang saya munculkan pada Jung Majapahit merujuk pada sisi filosofis, tidak asal-asalan,” tegasnya.

Selain sebagai ikon wisata, Putut berharap Jung Majapahit juga dapat menjadi edukasi sejarah bagi masyarakat terkait armada laut yang dimiliki Kerajaan Majapahit. (ron)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/