27.8 C
Mojokerto
Saturday, December 3, 2022

SMPN 5 Kota Mojokerto Bikin Aplikasi Adi Pintar, Petakan Potensi Siswa

Tak kenal maka tak sayang. Berangkat dari pepatah ini, Kepala SMPN 5 Kota Mojokerto Nono Purnomo dan tim berhasil menciptakan aplikasi Adi Pintar. Aplikasi yang membantu guru mengenali potensi individu siswa dalam proses belajar mengajar.

INDAH OCEANANDA, KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto

PADA tahun ajaran 2022/2023, SMPN 5 Kota Mojokerto berhasil menerapkan implementasi Kurikulum Merdeka secara mandiri. Penerapan ini, tentu tak lepas dari beragam kendala. Salah satunya, keluhan guru yang mengaku kesulitan mengenali setiap potensi individu peserta didik dalam kebutuhan belajarnya.

Tak hanya itu, asesmen diagnostik yang dijalankan secara manual juga belum terlaksana efektif dan efisien. ’’Berawal dari kedua permasalahan tersebut, akhirnya berdampak pada kebutuhan belajar peserta didik belum tercukupi sesuai kondisinya,’’ ujar pria yang kerap disapa Nono ini.

Demi memenuhi kebutuhan pembelajaran, Nono menuturkan penciptaan aplikasi menjadi salah satu solusi untuk memberikan kemudahan bagi guru. Dari situlah, Aplikasi Adi Pintar pun digagas oleh Tim Kurikulum dan Tim IT SMPN 5 Kota Mojokerto. Adi Pintar merupakan akronim dari Asesmen Diagnostik dan Penilaian Terpadu Hasil Belajar. ’’Fungsinya untuk memudahkan guru dalam menyusun dan merancang asesmen diagnostik yang efektif dan efisien. Sekaligus sebagai upaya menunjang pembelajaran berdiferensiasi,’’ terangnya.

Baca Juga :  Temukan Gaya Khas Bernyanyi saat Dakwah

Dijelaskannya, ada beragam fitur yang tersedia pada Aplikasi Adi Pintar. Di antaranya halaman utama berupa kursus, setelan, peserta, penilaian, kompetensi, dan laporan. Berbagai fitur tersebut dapat diakses melalui akun guru, peserta didik maupun admin. Aplikasi ini berperan membantu kinerja guru dalam memotret capaian kompetensi peserta didik di awal pembelajaran.

Selain itu, guru juga bisa mengetahui gaya belajar, dan karakter serta minat peserta didik sebelum masuk proses pembelajaran berdiferensiasi. ’’Adi Pintar memudahkan guru memetakan pembelajaran berdiferensiasi berdasarkan hasil asesmen peserta didik,’’ tambah Waka Kurikulum SMPN 5 Kota Mojokerto Tutus Andriyani.

Selain penggunaan pada asesmen diagnostik, Aplikasi Adi Pintar juga dapat digunakan pada asesmen sumatif. Sebagaimana yang diutarakan, Effendi, guru IPA SMPN 5 Mojokerto yang juga menggunakan aplikasi tersebut dalam proses pembelajaran. ’’Semua mata pelajaran sangat terbantu dalam melaksanakan asesmen diagnostik dalam pelaksanaan sumatif akhir materi,’’ papar dia.

Baca Juga :  Tak Hanya Untuk Si Renta

Terkait hasil asesmen sumatif, Nono menuturkan, melalui aplikasi ini, guru dapat langsung mengetahui hasilnya secara langsung. Sehingga, dengan penentuan hasil yang otomatis itu, kini refleksi dari hasil pembelajaran diferensiasi antara peserta didik dan guru dapat teratasi.

’’Selain memudahkan guru, proses pengevaluasian dan refleksi hasil pembelajaran berdiferensiasi bisa diketahui dengan mudah. Sehingga, guru kini dapat menyelesaikan permasalahan perkembangan kognitif dan non kognitif peserta didik dengan terpetakan,’’ tutupnya. (fen)

Artikel Terkait

Most Read

Sasar Puluhan Ribu Siswa SD

Pesimistis Turun di Ajang Porprov

Artikel Terbaru

/