Rabu, 27 Oct 2021
Radar Mojokerto
Home / Features
icon featured
Features
Hilda Rohmawati, Alumni SMAN 1 2016

Masuk Jalur Bidikmisi Unair, Raih IPK 4.00

22 September 2021, 10: 00: 59 WIB | editor : Imron Arlado

Masuk Jalur Bidikmisi Unair, Raih IPK 4.00

SUKSES: Hilda Rohmawati foto bersama keluarga dan rektor Unair, Surabaya. (H. Achmad Basuni/radarmojokerto.id)

Share this      

Hidup dari keluarga pas-pasan, tak menghalangi Hilda Rohmawati meraih nilai tertinggi di kampus ternama. Ia tak menyangka, dengan kondisi ekonomi keluarganya, ia mampu mengenyam bangku kuliah S2 dan menyandang predikat cumlaude dengan IPK 4.00.

Ketika baru menginjak kelas 1 SMP, Hilda harus ditinggal ayahnya. Satu-satunya tulang punggung keluarga. Untuk memenuhi kebutuhan keluarganya, ibunya berjualan nasi. Namun, berkat dorongan semangat  dan informasi beasiswa Bidikmisi dari gurunya, di SMA Negeri 1 Sooko, Hilda memberanikan diri mendaftar lewat jalur undangan atau Seleksi Nasional Masuk PTN (SNMPTN).

Bermodal nilai bagus dan beberapa sertifikat nasional hasil capaiannya selama di SMA, Hilda akhirnya berhasil diterima Fakultas Ekonomi Pembanggunan di Universitas Airlangga Surabaya. ’’Saat itu, saya sudah tidak ada harapan untuk lanjut kuliah dan berpikir untuk mencari kerja saja membantu keluarga. Namun karena motivasi dan dorongan bapak ibu guru dan Kepala  SMAN Sooko, saya ikut Bidikmisi di Unair dan gerbang pembuka beasiswa fast track S2 di unair  " kata wanita asal Jambuwok, Trowulan ini.

Baca juga: Ruwat Kampung di Punden hingga Gelar Megengan di Musala

Masuk Jalur Bidikmisi Unair, Raih IPK 4.00

TERTINGGI: Hilda Rohmawati SE, MSE, masuk jalur Bidikmisi Unair raih IPK 4.00. (H. Achmad Basuni/radarmojokerto.id)

Tak sia-sia. Perjuangan berkuliah dengan dana pas-pasan hasil beasiswa Bidikmisi, Hilda berhasil meraih predikat cumlaude dengan IPK 3,94 dan masa studi empat tahun. Setelah itu, saat ia memasuki semester 7, anak ketiga dari pasangan Sudrajat dan Imdayati  ini merupakan satu teman lainnya penerima beasiswa fast track S2 Magister Sain Ekonomi.

Hilda merupakan mahasiswa penerima beasiswa Bidikmisi yang masuk Unair melalui jalur undangan. Ia meneruskan pendidikannya dengan beasiswa  fast track dari program Pendidikan Magister Sain Ekonomi, beasiswa program percepatan pendidikan yang diberikan kepada lulusan sarjana yang memenuhi kualifikasi untuk menjadi seorang magister dengan masa pendidikan selama dua tahun.

Selama kuliah, nilainya pun konsisten dan tak pernah lepas dari lima besar di departemennya. Hasilnya, Hilda mendapatkan IPK tertinggi di wisuda periode September 2021 ini. ”Alhamdulillah bisa meraih IPK 4.00. Saya bersyukur pernah belajar di SMAN Sooko yang menempa dan membentuk saya menjadi pribadi yang tidak mudah patah dan terus semangat untuk belajar,’’ ujar Alumni SMAN  Sooko  tahun 2016 ini.

Dengan keberhasilan yang diraihnya, Hilda berpesan, sebagai mahasiswa Bidikmisi tidak boleh minder dan merasa rendah diri untuk terus berprestasi. Karena, negara sudah memberi fasilitas dan harus bisa dipertanggungjawabkan.

Soal rencana untuk melanjutkan pendidikan S3, wanita  kelahiran 24 Februari 1998 ini mengaku harus menunda dulu mimpi tersebut dan memilih untuk berkarir sebagai asisten peneliti dosen di almamaternya. "Kita harus tetap semangat meski dari keluarga kurang mampu. Karena negara memberi fasilitas beasiswa Bidikmisi dan beasiswa yang lain,’’ pungkasnya.

(mj/BAS/ron/JPR)

 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
Facebook Twitter Instagram YouTube
©2021 PT. JawaPos Group Multimedia