Rabu, 01 Dec 2021
Radar Mojokerto
Home / Features
icon featured
Features
Komunitas Anime-Manga Mojokerto

Tampung Bakat Para Penari, Cover Dance Grup Band Korea-Jepang

21 Oktober 2021, 12: 35: 59 WIB | editor : Fendy Hermansyah

Tampung Bakat Para Penari, Cover Dance Grup Band Korea-Jepang

HIBURAN: Komunitas Dance Anime-Manga saat latihan cover dance dari salah satu grup band Korea di Alun-alun Kota Mojokerto. (steve for jawaposradarmojokerto.id)

Share this      

Grup band asal Korea dan Jepang, memiliki banyak fans. Di Mojokerto, mereka berkumpul dalam satu komunitas. Mereka mencover tarian yang sama. Tak sekadar gerakan dan lekukan tubuhnya saja yang ditiru. Namun, kostum yang digunakan juga ala Korean Style.

INDAH OCEANANDA,Wates, Jawa Pos Radar Mojokerto

Sayup-sayup, iringan lagu Korea, terdengar di salah sudut Taman Kehati, Wates. Sejumlah remaja, menari dengan iringan lagu yang keluar dari speaker active tersebut. Gerakannya sangat memukau dan sedap dipandang. Selain itu, tampilan mereka juga unik. Menyerupai sebuah grup band Korea.

Baca juga: Masuk Jalur Bidikmisi Unair, Raih IPK 4.00

Mereka adalah para penari yang tergabung dalam Komunitas Dance Anime-Manga. Mereka seringkali bertemu dan mengembangkan bakat menarinya. ”Saat ini kita fokus cover lagu Korea. Banyak yang sedang hits dan gerakannya sudah familiar dibandingkan tarian Jepang,” jelas Stevanus Wahyudianto.

Ketua Komunitas Dance Anime-Manga ini menceritakan, komunitas ini terbentuk karena kesamaan latar belakang para anggota yang hobi menari. Mereka bertemu satu sama lain ketika ada dance event di salah satu mal Kota Mojokerto.

Pemuda yang kerap disapa Steve ini mengungkapkan, awalnya dia tertarik melihat kelompok dance yang bisa menunjukkan bakat mereka di hadapan publik. Akhirnya, Steve mencoba bergabung dengan komunitas yang berdiri sejak 2018 itu. ”Saya coba gabung aja, karena memang dari kecil suka nari. Lagian, pengin jadi pede karena kan punya bakat. Sayang kalau nggak diasah,” ucap dia.

Biasanya, Steve bersama teman-temannya latihan dua minggu sekali. Untuk tempat latihannya, pemuda 20 tahun ini mengaku tak harus dilakukan di sanggar latihan. Kecuali jika memang dibutuhkan kalau ada dance cover yang gerakannya terbilang sulit. Kerap kali, komunitas ini latihan di Taman Kehati dan Alun-alun Kota Mojokerto. ”Kita pilih di Kota, sebab anggotanya mayoritas memang rumahnya sekitar Kota. Ada juga sih yang di Kabupaten, tapi nggak banyak,” terang warga asal Kecamatan Wates ini.

Disinggung terkait kompetisi yang diikutinya, Steve membeberkan, hingga kini belum ada kejuaraan yang mereka raih. Sebab, dia beralasan, pembentukan komunitas tersebut bukan untuk mengejar juara. Namun, untuk menampung bakat yang dimiliki masing-masing anggota. Serta, komunitas ini dijadikan wadah sharing bersama dan mengisi kegiatan yang positif. ”Kita hanya ada event tahunan di mal saja. Kalau untuk kompetisi, kita belum mengarah ke sana. Sebab, komunitas ini untuk mengasah bakat dan mengajari kita berorganisasi di masa muda dengan hal yang positif,”  terang mahasiswa Universitas Mayjen Sungkono itu. (ron)

(mj/OCE/fen/JPR)

 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
Facebook Twitter Instagram YouTube
©2021 PT. JawaPos Group Multimedia