alexametrics
32.8 C
Mojokerto
Friday, October 7, 2022

Masrukhan, Sulap Sejengkal Bambu Jadi Tumbler yang Mahal

Dilirik Pasar karena Unik dan Lebih Artistik

Sebatang bambu tak akan ada nilainya. Namun, di tangan kreatif, justru bisa menjadi karya artistik. Seperti yang dilakukan Masrukhan, pembuat tumbler dari bambu.

KHUDORI ALIANDU, Gedeg, Jawa Pos Radar Mojoketo

’’SAYANG sekali. Banyak tanaman bambu di sekeliling rumah tapi tidak dimanfaatkan. Makanya saya eksperimen membuat tumbler,’’ ungkap warga Desa Ngares Kidul, Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto mengawali perbincangan.

Saat tumbler buah tangannya dibagikan di media sosial, tak sedikit yang tertarik dan langsung diorder ratusan biji. Agar kian indah, Masrukhan membubuhkan merek R Khan miliknya dengan seni grafir. Sekaligus membuat logo atau tulisan di permukaan tumbler sesuai request pemesan.

Soal harga, dipastikan tak menguras kantong. Tumbler yang dilengkapi seni grafir dibanderol Rp 200 ribu. Sedangkan, yang polosan dipatok Rp 160 ribu. ’’Tumbler ini best seller, banyak yang order. Pertama dari perusahaan telekomunikasi ada 175 unit,’’ tegas pria kelahiran 1970 ini.

Baca Juga :  Desain Kostum Pertunjukan Wayang Beber, Usung Unsur Majapahitan

Di ajang Proprov Jatim lalu, hasil kreatif tangannya ini juga dipesan untuk suvenir cabang olah raga catur. Selain itu juga ada pesanan dari perbankkan. Selain tumbler, bapak satu anak ini juga membuat berbagai perabotan rumah tangga lainnya. Di antaranya, satu set teko, mug, sendok, garpu, hiasan bambu hingga tas cewek antik.

Dari melukis, dia mengaku mulai menggeluti kerajinan bambu sejak 2019. Itu setelah dirinya mengaku prihatin dengan melihat banyak tanaman bambu di pekarangan rumahnya yang tak dimanfaatkan dengan baik. ’’Memang sudah banyak warga yang membuat kerajinan seperti ini. Tapi saya buat berbeda, dan punya saya lebih unggul, selain halus, juga artistik, antiair dan jamur,’’ tegasnya.

Sebagai varian, dia juga membuat custom berbahan stainless dengan cover bambu. Namun, Masrukhan mengakui, pembuatan sedikit rumit karena permukaannya banyak lekukan. Pertama, potongan bambu dilubangi bagian tengahnya sesuai ukuran tabung stainless tumbler. Setelahnya, lapisan dalam tabung bambu lebih dulu di-coating dengan resin dan selanjutnya disatukan dengan tabung stainless. Sebagai finishing, permukaan luar tabung bambu dibentuk dan dihaluskan menggunakan mesin sander.

Baca Juga :  Sukarelawan Mencari dan Mengevakuasi ODGJ Telantar

’’Tumbler di-custom mulai tutup menyesuaikan lekuk tutup, diameter bawah, tengah dan atas tabung lain. Sehingga berbeda dengan tumbler yang banyak dijual di marketplace. Jadi, yang saya buat ini berbentuk kapsul,’’ bebernya.

Meski omzetnya tak menentu, dia memastikan, jika hingga kini, hasil karyanya banyak dilirik pasar. Orderan pun tak pernah sepi. Tak urung, untuk menyelesaikan pesanan tak jarang dia juga menggerakan warga sekitar. Ada yang dikerjakan di sanggar studio, ada pula yang dikerjakan di rumah masing-masing.

’’Tiap bulan pasti ada, namun jumlahnya tidak pasti. Pesanan juga tidak pasti. Kadang mug, set teko, dan costum tumbler. Sekarang saya juga kembali bereksperimen dengan membuat tas dari bambu,’’ tuturnya. (ron)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/