Rabu, 01 Dec 2021
Radar Mojokerto
Home / Features
icon featured
Features
Qiais Muhibuddin, Perajin Bahan Kayu Palet

Ubah Limbah Jadi Kerajinan Indah Berbuah Rupiah

18 November 2021, 09: 00: 59 WIB | editor : Fendy Hermansyah

Ubah Limbah Jadi Kerajinan Indah Berbuah Rupiah

SIAP DIKIRIM: Qiais Muhibuddin menyelesaikan salah satu pesanan kerajinan kayu berbahan palet bekas di rumahnya, kemarin. (Indah Oceananda/jawaposradarmojokerto.id)

Share this      

Palet kayu yang digunakan sebagai bantalan pengiriman barang, seringkali dianggap sebagai limbah tak berguna. Namun, di tangan Qiais, kayu ini diolah menjadi woodcraft bernilai jual. Lewat usahanya, ia bisa memasarkan produknya hingga ke luar negeri.

INDAH OCEANANDA, Trowulan, Jawa Pos Radar Mojokerto

Sebuah rumah di Dusun Tlogogede, Desa Tlogogede, Kecamatan Trowulan, tampak lengang. Hanya terlihat, berbagai kerajinan indah menempel di dinding teras. Hiasan dinding hexagonal itu, juga tertumpuk rapi di lantai.

Baca juga: Putus Sekolah karena Kasihan Ortu Harus Menanggung Biaya

Itulah rumah Qiais Muhibuddin. Rumah yang dipenuhi dengan berbagai jenis kerajinan. Selain hiasan dinding hexagonal, juga ada tatakan gelas, standing pot serta lainnya. Semua kerajinan itu berbahan kayu dan terpajang rapi. Semua itu dibuat dari tangan pemilik usaha Elraf woodcraft yang akrab disapa Qiais.

Semua kerajinan tersebut hendak dikemas lantaran untuk pengiriman ke Jombang. ’’Produk kerajinan tersebut saya buat dari bahan baku palet bekas. Ini nanti mau saya packing sama dua pekerja lainnya. Kalau yang bagian proses di belakang ada lima orang,” beber bapak satu anak ini.

Meski berbahan dasar palet, namun hasil produknya sangat indah. Qiais mengaku, tak sembarangan memakai palet. Palet-palet yang bisa dipakai hanya yang berbahan jenis kayu jati Belanda.

Palet jati Belanda itu dibelinya dari salah satu perusahaan BUMN di Surabaya dan pabrik pakan ternak di Jombang. ”Karena seratnya unik, kuat, dan mudah dibentuk. Maka sengaja saya pilih palet dari kayu jati Belanda. Harganya murah serta terjangkau, cari dan belinya tak susah,” tutur pria 24 tahun itu.

Profesinya sebagai perajin limbah palet menjadi aneka kerajinan ini, berlangsung belum terlalu lama. Dia mengaku baru memulainya Oktober tahun lalu. Qiais memilih jadi wiraswasta dan melirik usaha ini karena modal pas–pasan.  ’’Saya sudah akrab sama dunia perkayuan karena tahun 2015 lalu sampai tahun 2017 pernah produksi alat musik cajon sama teman. Jadi lumayan akrab dengan kayu. Alhamdulillah, ternyata menghasilkan, dan bisa menjadi pekerjaan utama,” papar pria lulusan SMA Al-Azhar, Kairo, Mesir ini.

Pasca berhenti dari produksi alat musik, Qiais mendirikan bisnis kafe. Namun sayang, pandemi menghantam usahanya tersebut. Sehingga dia pun harus menjual kafenya. Qiais memutuskan banting setir.

Saat itu, dia iseng berpikir limbah kayu yang selama ini dibuang begitu saja ketika membuat alat musik cajon. Kemudian, dia nekat membeli beberapa tumpukan palet bekas dari relasi lamanya.

Tumpukan limbah itu dirangkainya menjadi hiasan dinding berbentuk hexagonal. Semuanya dikerjakan di kebun belakang rumahnya. Menggunakan peralatan sederhana, yakni pertukangan pada umumnya seperti gergaji, amplas, pahat, dan palu. ”Lalu, saya coba posting di market place lewat medsos. Ternyata responnya banyak. Waktu itu yang beli masih lokalan sini,” ungkap pria asli Lamongan ini.

Antusias pembeli terus bertambah pada awal tahun ini. Hingga akhirnya Qiais memutuskan untuk mulai memasarkan kerajinannya di salah satu e-commerce. Terbukti, pembelinya banyak dan mayoritas dari luar daerah, seperti Surabaya, Jombang, Madiun, hingga beberapa kota di Kalimantan. Bahkan, kerajinannya sudah dua kali diekspor ke Filipina dan Brunei Darusalam. ”Harganya terjangkau. Untuk jual eceran mulai Rp 2 ribu sampai Rp 98 ribu. Tergantung ukuran dan tingkat kesulitan dalam pembuatannya,” tukasnya. Melalui usahanya ini, ia bercita-cita ingin segera menambah jenis kerajinan kayu lainnya seperti hiasan nama berbahan kayu. (ron)

(mj/OCE/fen/JPR)

 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
Facebook Twitter Instagram YouTube
©2021 PT. JawaPos Group Multimedia