alexametrics
29.8 C
Mojokerto
Saturday, June 25, 2022

Warto, 16 Tahun Keluar Masuk Kampung Tawarkan Potong Rambut

DAWARBLANDONG, Jawa Pos Radar Mojokerto – Di bawah pepohonan jalan Desa Pucuk, Kecamatan Dawarblandong, Warto 63 tahun sibuk mencukur rambut seseorang. Semilir angin dan lokasi yang teduh biasa dipilih pria bertopi laken ini menjalankan pekerjaannya sebagai tukang cukur keliling.

Pekerjaan unik ini dilakoni Warto sejak 2004 lalu. Dia mengendarai motor Yamaha Jupiter warna ungu miliknya keliling keluar masuk kampung di Dawarblandong. Bekalnya, kotak kayu berisi peralatan cukur dan satu kursi lipat dari kayu untuk tempat duduk pelanggan.

SETIA: Warto saat mencukur rambut pelanggan di pinggir jalan bawah pepohonan Desa Pucuk, Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto. (Sofan Kurniawan/jawaposradarmojokerto.id)

Siang itu, satu pelanggan berhasil diraih Warto. Seorang pria dewasa yang minta dicukur rapi bak potongan rambut tentara, 3-2-1. Dua tangan Warto lalu memainkan pisau cukur dan sisir dengan lincah.

Baca Juga :  Diyakini sebagai Pintu Masuk Kerajaan yang Namanya Ada di Peta Zaman Belanda

Tak berapa lama, Warto merampungkan cukurannya. Pelanggannya meraba kepala lalu tersenyum. Sebelum berlalu, pelanggannya menyodorkan uang kertas kepada Warto. “Kalau penghasilan tidak tentu. Kadang dapat banyak, kadang ya sedikit,” ujar Warto ditemui Jawa Pos Radar Mojokerto.

Disinggung soal ongkos cukur, Warto menyebutkan, ongkos cukur untuk orang dewasa Rp 10 ribu sedang Rp 8 ribu untuk anak-anak. Dia juga mengaku sengaja keliling keluar masuk kampung. Itu agar dia dapat pelanggan lebih banyak. “Kalau manggrok (menetap), dapatnya sedikit,” aku pria yang memakai batik dan celana kain gelap ini.

MURAH: Warto mematok ongkos Rp 10 ribu untuk dewasa dan Rp 8 ribu untuk anak-anak. (Sofan Kurniawan/jawaposradarmojokerto.id)

Siang itu, dia baru dapat satu pelanggan. Warto berangkat dari rumah selepas salat duhur. Begitu pekerjaannya selesai, kotak kayu dia tutup dengan kursi lipat lalu diikat karet. Kunci motor dia putar lalu di-stater. Dan, Warto pun kembali berkeliling mencari orang-orang yang butuh tampil rapi. (fan/fen)

Baca Juga :  Replika Jung Majapahit, Ikon Baru di Pemandian Sekarsari

DAWARBLANDONG, Jawa Pos Radar Mojokerto – Di bawah pepohonan jalan Desa Pucuk, Kecamatan Dawarblandong, Warto 63 tahun sibuk mencukur rambut seseorang. Semilir angin dan lokasi yang teduh biasa dipilih pria bertopi laken ini menjalankan pekerjaannya sebagai tukang cukur keliling.

Pekerjaan unik ini dilakoni Warto sejak 2004 lalu. Dia mengendarai motor Yamaha Jupiter warna ungu miliknya keliling keluar masuk kampung di Dawarblandong. Bekalnya, kotak kayu berisi peralatan cukur dan satu kursi lipat dari kayu untuk tempat duduk pelanggan.

SETIA: Warto saat mencukur rambut pelanggan di pinggir jalan bawah pepohonan Desa Pucuk, Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto. (Sofan Kurniawan/jawaposradarmojokerto.id)

Siang itu, satu pelanggan berhasil diraih Warto. Seorang pria dewasa yang minta dicukur rapi bak potongan rambut tentara, 3-2-1. Dua tangan Warto lalu memainkan pisau cukur dan sisir dengan lincah.

Baca Juga :  Replika Jung Majapahit, Ikon Baru di Pemandian Sekarsari

Tak berapa lama, Warto merampungkan cukurannya. Pelanggannya meraba kepala lalu tersenyum. Sebelum berlalu, pelanggannya menyodorkan uang kertas kepada Warto. “Kalau penghasilan tidak tentu. Kadang dapat banyak, kadang ya sedikit,” ujar Warto ditemui Jawa Pos Radar Mojokerto.

Disinggung soal ongkos cukur, Warto menyebutkan, ongkos cukur untuk orang dewasa Rp 10 ribu sedang Rp 8 ribu untuk anak-anak. Dia juga mengaku sengaja keliling keluar masuk kampung. Itu agar dia dapat pelanggan lebih banyak. “Kalau manggrok (menetap), dapatnya sedikit,” aku pria yang memakai batik dan celana kain gelap ini.

MURAH: Warto mematok ongkos Rp 10 ribu untuk dewasa dan Rp 8 ribu untuk anak-anak. (Sofan Kurniawan/jawaposradarmojokerto.id)

Siang itu, dia baru dapat satu pelanggan. Warto berangkat dari rumah selepas salat duhur. Begitu pekerjaannya selesai, kotak kayu dia tutup dengan kursi lipat lalu diikat karet. Kunci motor dia putar lalu di-stater. Dan, Warto pun kembali berkeliling mencari orang-orang yang butuh tampil rapi. (fan/fen)

Baca Juga :  Ariyanto, Tiga Tahun Dipercaya Jadi Koki di Lapas Mojokerto

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/