25.8 C
Mojokerto
Saturday, December 3, 2022

Sukiman, Warga Mojokerto Perajin Patung sekaligus Pemilik Penginapan Jadul

Butuh Waktu 15 Tahun Kumpulkan Barang Antik

Desa Bejijong layak mendapatkan julukan Kampung Wisata. Selain dikenal sebagai sentra industri kuningan dan patung, desa ini juga memiliki ragam wisata lainnya. Salah satunya destinasi penginapan berkonsep Rumah Jadul.

INDAH OCEANANDA, Trowulan, Jawa Pos Radar Mojokerto

Alunan gending terdengar lirih dari dalam Rumah Wisata Lotus di Dusun Kedungwulan, Desa Bejijong, Kecamatan Trowulan itu. Lantas, tampak seorang pria paro baya yang kerap disapa Pak Man menyambut ramah kedatangan wisatawan yang berkunjung ke Kampung Majapahit Bejijong.

Sukiman, nama lengkapnya. Pria 55 tahun ini salah satu perajin patung tradisional sekaligus pemilik Rumah Wisata Lotus. Bukan hal baru baginya untuk menyambut wisatawan untuk menginap di penginapan khas Majapahitan ini. ”Ya banyak wisatawan yang datang ke Bejijong. Tujuannya berwisata dan menginap di sini, di Rumah Wisata Lotus,’’ ungkapnya mengawali percakapan.

Sukiman menceritakan, zaman dulu, Rumah Wisata Lotus hanya rumah yang digunakan masyarakat berlindung dari banjir. Lantas, dia menyulap rumah tua luas 11 meter x 11 meter ini dengan dekorasi Jawa kuno. Untuk melengkapi suasana kuno itu, ia menambahkan pernak-pernik jadul dan tiang penuh kayu jati. ”Awalnya, saya renovasi rumah ini hanya untuk sanggar pembuatan patung dan kerajinan batik saja,” terang dia.

Baca Juga :  Kesenian Ujung, Ritual Pemanggil Hujan dan Adu Kanuragan Prajurit Majapahit

Seiring berjalannya waktu, dekorasi Jawa kuno itu mengundang banyak masyarakat berkunjung dan menjadikan rumah ini sebagai lokasi foto. Baik untuk momen pre wedding, bahkan ada juga wisatawan yang ingin menginap di rumah tersebut. ”Karena ternyata banyak yang suka dengan dekorasi Jawa kuno ini, akhirnya saya ubah jadi penginapan sekitar tahun 2017,’’ ungkapnya.

Sukiman mengaku, sempat mendapat cemooh saat membuat Rumah Wisata Lotus ini. Namun, dia membuktikan usaha kerasnya untuk menghasilkan peluang tersebut menjadi usaha yang mendatangkan pundi-pundi uang. Sekaligus, mengangkat perekonomian masyarakat setempat. ”Ya sempat di cemooh gitu, banyak yang bilang bangun rumah kok pakai kayu remuk. Tapi saya tetap fokus agar menarik wisatawan datang ke sini dan bisa menghasilkan peluang ekonomi juga buat masyarakat,’’ katanya.

Nama Rumah Wisata Lotus dilatarbelakangi dari dekorasi ukiran, desain, pagar, lampu yang diadopsi dari relief candi dan Bunga Lotus. Sebagai seniman, Sukiman mendekorasi sendiri dengan banyak barang-barang kuno. Dia sudah mengumpulkan barang-barang kuno dan langka sejak 15 tahun lalu. Adapun, fasilitas penginapan ini dihiasi dengan barang-barang antik paling mahal. Seperti, tempat tidur kuno berbahan kayu jati seharga kisaran Rp 25 juta.”Konon tempat tidur itu hanya digunakan bangsawan dan orang kaya zaman dulu,” terang dia.

Baca Juga :  Dinonjob, Kapus Kupang, Jetis, Mojokerto Diberi Kesempatan Ajukan Keberatan

Saking asyiknya mengelola usaha penginapan, kini Rumah Wisata Lotus menjadi sumber penghasilan utama bagi keluarganya. ”Saya keasyikan merawat rumah penginapan, saking ramainya. Buat patungnya justru sekarang jadi sampingan,” beber dia.

Dia mengungkapkan, banyak wisatawan yang berkunjung dan menginap di Rumah Wisata Lotus setiap bulannya. Selain wisatawan lokal, turis mancanegara juga banyak yang menginap di rumah wisata tersebut. Sekaligus, mereka juga menimba ilmu membuat patung atau membatik khas Majapahit di rumahnya. Tak jarang pula, rumahnya dijadikan persinggahan bagi turis yang melakukan penelitian. ”Minim kalau sepi rombongan enam kali satu bulan,” ucap Sukiman.

Tarif menginap di Rumah Wisata Lotus penginapan terbilang cukup terjangkau. Dia mematok harga sekitar Rp 140 ribu per malam maksimal tiga orang. Itu sudah tersedia fasilitas sarapan menu ala desa dan kopi dua kali. ”Kalau mau belajar mematung dan membatik ada biaya tambahannya,” imbuhnya.

Dikatakannya, selama pandemi Covid-19 lalu, Rumah Wisata Lotus tak terdampak. Justru, selama wabah korona merajalela, semakin banyak pengunjung yang datang untuk menginap. (ron)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/