Rabu, 01 Dec 2021
Radar Mojokerto
Home / Features
icon featured
Features
Cara SMP Negeri 1 Kota Peringati Hari Pahlawa

Tanggalkan Seragam Rutin, Guru Bercerita Tentang Perjuangan

11 November 2021, 15: 05: 59 WIB | editor : Fendy Hermansyah

Tanggalkan Seragam Rutin, Guru Bercerita Tentang Perjuangan

SEKSAMA: Para murid di SMP Negeri 1 Kota Mojokerto beragam profesi hingga adat di tengah kegiatan pembelajaran. (Indah Oceananda/jawaposradarmojokerto.id)

Share this      

SMP Negeri 1 Kota Mojokerto memiliki cara tersendiri dalam memperingati Hari Pahlawan. Para guru dan siswa, tak lagi memakai seragam rutin. Mereka menanggalkan atribut rutinnya. Namun, untuk menghormati para pejuang, mereka menggunakan pakaian profesi hingga adat.

INDAH OCEANANDA, KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto

Sekolah di Jalan Ahmad Yani, Kota Mojokerto, terlihat tampak berbeda. Puluhan guru tak lagi mengajar dengan seragam hariannya. Begitu pula para siswa. Mereka memakai pakaian profesi tentara, polisi, dokter, pakaian adat bahkan ada yang berdandan layaknya pejuang tahun 1945. Seolah tak ingin dilewatkan begitu saja, Momen hari ini menjadi kesempatan mereka untuk melakukan swafoto bersama teman ataupun guru.

Baca juga: Perawatan Mudah, Masa Panen Hanya Butuh 25 Hari Saja

Seperti yang diakui Bintang Trisatya. Siswa kelas IX ini sengaja mengabadikan momen kebersamaan kawan-kawannya dengan berbagai pakaian profesi. Ia memilih memakai seragam TNI-AD. Alasannya, ia bercita-cita menjadi seorang tentara. ”Senang rasanya, bisa kembali dilaksanakan seperti ini. Dua tahun tidak dilaksanakan karena pandemi, walau harus pinjam bajunya dari teman kakak,” ungkap lelaki akrab disapa Bintang ini.

Bocah 15 tahun ini menambahkan, tradisi menggunakan pakaian khusus untuk mengenang jasa pahlawan setiap tahun, merupakan cara khas sekolahnya dalam menghargai para pejuang yang telah gugur untuk kemerdekaan Republik Indonesia. ”Kita juga jangan lupa berdoa untuk jasa para pahlawan kita. Tetap meneruskan kebaikan para pahlawan. Sebagai pelajar tentunya harus belajar dengan sungguh-sungguh,” ucap Bintang.

Sementara itu, Wakasek Kesiswaan SMPN 1 Kota Mojokerto Widya Budi mengatakan, ini pertamakalinya siswa dan guru SMP N 1 Kota Mojokerto bisa melaksanakan perayaan Hari Pahlawan di masa pandemi. Setelah dua tahun tanpa peringatan. ”Setiap tahun memang ada tradisi berpakaian tradisional saat Hari Pahlawan. Tapi, karena saat ini masih dalam pandemi kita tetap gaungkan tradisi itu tapi kostumnya bebas, tak harus berbaju adat. Yang penting tidak memberatkan mereka,” ujarnya.

Pria akrab disapa Widi ini menambahkan, selain berpakaian khusus, sekolahnya bisa kembali menggelar apel. Meski dengan waktu terbatas dan hanya diikuti siswa sesi pertama saja. Lantaran, Kota Mojokerto sudah masuk level 1 sesuai Imendagri Nomor 57 Tahun 2021. Meski harus dengan protokol kesehatan ketat. ”Di apel ini, kita tampilkan semua ajang kreativitas siswa juga yang diambil dari anggota ekstrakurikuler (ekskul). Seperti menyanyikan lagu kemerdekaan kita pakai paduan suara dari ekskul padus, ada juga pertunjukan teater singkat sekitar 10 menit selama apel yang temanya juga tentang kepahlawanan di lingkungan sekolah,” bebernya.

Selain memakai pakaian khas perjuangan, para guru juga diperbolehkan tak mengajar siswanya dengan materi sesuai kurikulum. Melainkan, bercerita tentang perjuangan pahlawan agar anak-anak semakin mengenal sejarah kemerdekaan bangsa mereka. ”Dari berbagai kegiatan ini, kami mengajarkan anak-anak agar memaknai Hari Pahlawan sesuai persepsi mereka seperti apa. Termasuk dari pakaiannya yang kami bebaskan. Jadi, tidak memaksa harus berpakaian pejuang atau tradisional dan ternyata mereka sangat antusias,” pungkasnya. (ron)

(mj/OCE/fen/JPR)

 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
Facebook Twitter Instagram YouTube
©2021 PT. JawaPos Group Multimedia