Kamis, 20 Jan 2022
Radar Mojokerto
Home / Features
icon featured
Features
Di Sini, Bersemayam Para Pahlawan 10 November

Mereka Gugur saat Pertempuran Kemerdekaan di Surabaya

10 November 2021, 10: 45: 59 WIB | editor : Fendy Hermansyah

Mereka Gugur saat Pertempuran Kemerdekaan di Surabaya

TMP MOJOKERTO: Taman Makam Pahlawan yang terletak di Jalan Pahlawan Kota Mojokerto tempat bersemayam pahlawan kemerdekaan. (Rizal Amrulloh/jawaposradarmojokerto.id)

Share this      

Peristiwa 10 November 1945 di Surabaya menjadi pengingat heroiknya para pejuang dalam mempertahankan kemerdekaan. Di sisi lain, pertempuran terbesar di masa revolusi itu juga meninggalkan kisah kelam karena ribuan nyawa gugur di garis depan. Sebagai bentuk penghormatan, mereka disemayamkan di Taman Makam Bahagia. Dan, tempat peristirahatan terakhir yang kini disebut Taman Makam Pahlawan (TMP) tersebut merupakan TMP pertama di Jawa Timur.

RIZAL AMRULLOH, Kota, Jawa Pos Radar Mojokerto

Sejarawan Mojokerto Ayuhanafiq mengungkapkan, tempat pemakaman khusus bagi jenazah para pahlawan itu bermula dari gugurnya pejuang dari Badan Keamanan Rakyat (BKR) Mojokerto Letkol Soemardjo. Komandan batalion tersebut mengembuskan napas terakhir setelah tertembus peluru saat memimpin pasukan melawan tentara Inggris di Surabaya, 29 Oktober 1945. ’’Untuk memakamkan jenazah Letkol Soemardjo telah disiapkan di Taman Kebun Rojo,’’ terangnya.

Baca juga: Pahami Pesan di Prasasti, Lestarikan Budaya yang Sudah Mati

Pria yang akrab disapa Yuhan ini menjelaskan, Kebun Rojo merupakan sebuah taman terbuka yang saat ini telah beralih fungsi menjadi kompleks sekolah swasta di jalan Letkol Soemardjo, Kota Mojokerto. Namun, ada beberapa keterangan yang menyebut bahwa mendiang Letkol Soemardjo dimakamkan di area Kantor Pemkot Mojokerto lama atau kini menjadi Rumah Rakyat di Jalan Hayam Wuruk.

Terlepas dari itu, terang Yuhan, lahan makam tersebut telah dipersiapkan secara khusus sebagai taman makam pahlawan. ’’Beberapa media masa sudah menyebut Letkol Soemardjo dimakamkan di Taman Makam Bahagia yang berarti tempat pemakaman bagi pahlawan yang gugur dalam pertempuran,’’ tandasnya.

Penulis buku Buku Revolusi di Pinggir Kali ini memaparkan, makin meluasnya pertempuran di Surabaya membuat makin banyak pejuang yang gugur di palagan. Terutama saat meletusnya Peristiwa 10 November 1945 yang mengakibatkan ribuan nyawa melayang. ’’Karena semakin banyak, akhirnya dipersiapkan lahan makam di tanah lapang di Panggreman,’’ imbuhnya.

Dibuatnya Taman Makam Bahagia itu seiring pindahnya Pemerintahan Karesidenan Surabaya ke Mojokerto pada akhir Desember 1945. Diperkirakan, kompleks pemakaman yang kini dinamakan TMP Gajah Mada itu resmi didirikan pada kisaran awal 1946.

Menurutnya, penetapan Taman Makam Bahagia itu ditandai dengan dipindahkannya jenazah Letkol Soemarjo dari taman Kebon Rojo ke TMP Gajah Mada. Komandan BKR Mojokerto tersebut sekaligus menjadi penghuni pertama yang mendapat tempat terhormat bagi para pejuang yang gugur di medan pertempuran. ’’TMP Gajah Mada menjadi Taman Makam Bahagia pertama yang ditetapkan di Jawa Timur. Karena situasi di Surabaya waktu itu belum sempat mempersiapkan makam khusus bagi korban pertempuran,’’ papar Yuhan.

Belum redanya pertempuran di Surabaya membuat Kota Mojokerto sibuk menerima evakuasi pejuang. Rumah Sakit (RS) Gatoel menjadi fasilitas kesehatan yang menerima rujukan. Tak hanya itu, jenazah pejuang yang gugur juga langsung dimakamkan di TMP Gajah Mada.

Yuhan menambahkan, tahun 1946 menjadi pemakaman pejuang terbanyak dikebumikan di TMP Gajah Mada. Mulai dari Tentara Keamanan Rakyat (TKR), kelaskaran, hingga unsur organisasi pejuang lainnya. Beberapa di antaranya juga tidak teridentifikasi lainnya.

Dahsyatnya pertempuran Surabaya membuat pemerintah menetapkannya menjadi Hari Pahlawan. Dan, TMP Gajah Mada menjadi tempat untuk menggelar peringatan Hari Pahlawan kali pertamanya dari Residen Surabaya yang digelar 10 November 1946. ’’Peringatan Hari Pahlawan dilaksanakan dengan s upacara di lokasi TMP Gajah Mada,’’ imbuh penulis buku Laskar Hisbullah 1945-1950 ini.

Di kompleks pemakaman di Jalan Pahlawan Kota Mojokerto juga dibangun sebuah tugu peringatan. Bangunan berbentuk peluru juga menjadi tugu pertama yang dibuat untuk mengenang kepahlawanan. (ram/abi)

(mj/ram/fen/JPR)

 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
Facebook Twitter Instagram YouTube
©2022 PT. JawaPos Group Multimedia