alexametrics
32.8 C
Mojokerto
Friday, October 7, 2022

Khoiron Mahfudzi, Pelukis Realism Fotografis Asal Trawas

Hobi Sejak Kecil, Kini Pesanan Mengalir dari Berbagai Negara

Lukisan realism fotografis menjadi peluang bisnis menjanjikan di era saat ini. Peluang itu belakangan diambil Khoiron Mahfudzi. Hasil goresan yang istimewa membuat karyanya banyak diburu pecinta seni mancanegara sebagai cover album band metal.

KHUDORI ALIANDU, TRAWAS, Jawa Pos Radar Mojokerto

’’Sejak kecil saya hobi menggambar. Jadi, waktu luang selalu saya isi dengan menggambar,’’ ungkap Khoiron mengawali perbincangan. Pria asal Dusun Jibru, Desa Belik, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto mengaku, era digital sekarang ini mengharuskan dirinya lebih kreatif dan produktif.

Apalagi, di tengah pemulihan ekonomi setelah sebelumnya digempur pandemi Covid-19. ’’Jadi, sekarang lagi fokus memanfaatkan bakat saya untuk membuat lukisan realis fotografis. Dan Alhamdulillah, dari hobi itu sekarang bisa menghasilkan,’’ jelasnya.

Bermodalkan pensil dan secarik kertas, dirinya kerap mengisi waktu dengan membuat sketsa wajah dari berbagai tokoh budayawan, nasional, hingga beberapa Presiden RI. Mulai dari Presiden Ke-2 Soeharto, juga Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), hingga Joko Widodo.

Baca Juga :  Sukarelawan Mencari dan Mengevakuasi ODGJ Telantar

Termasuk, karakter dari berbagai film kartun juga kerap jadi bahan dirinya berekspresi. Alhasil, dari portopolio itu, belakangan banyak memikat para penikmat seni. ’’Sekarang berbagai pesanan banyak saya terima. Utamanya sketsa wajah. Kebanyakan untuk anak-anak atau kado ulang tahun dan pernikahan,’’ ungkapnya.

Hingga kini, ratusan karya sudah dibuat. Jasa membuat sketsa ini pun mulai fokus dilakukan sejak 2019. Menurutnya, pesanan yang mengalir tak hanya dari berbagai daerah di Indonesia, Makin ke sini, karya hasil goresan tangannya ini juga banyak diburu pecinta seni dari berbagai negara. ’’Agustus lalu, saya kirim lukisan ke Amerika, tema rata-rata cover album band metal, ada juga foto keluarga. Total ada 10 karya,’’ tuturnya.

Perkarya dengan ukuran 30×30 centimeter ditarif seharga 100 dolar. ’’Jadi total saya dapat 1000 dolar, kalau dirupiahkan sekitar Rp 15 juta,’’ terangnya bersyukur.

Baca Juga :  Berawal dari Mulut ke Mulut, Ibu Bertugas Jaga Cita Rasa

Harga jual karyanya berbeda-beda karena menyesuaikan ukuran dan tingkat kerumitan. Untuk pemesan asal Indonesia, setiap karya paling murah dibanderol Rp 100 ribu dan paling mahal Rp 2 juta. Masing-masing memiliki ukuran 15×20 cm hitam putih dan 50 cm berwarna. Sedangkan untuk ukuran satu meter seharga Rp 10 juta.

Selain Negeri Paman Sam, lanjut Khoiron, dirinya juga kerap mendapat pesanan dari berbagai negara. Namun, disebutnya harganya tak semahal yang dijual ke AS karena ukurannya lebih kecil. Penjualan itu dilakukan melalui aplikasi fiverr.

’’Ada dari Ukraina, Afrika Selatan, tapi untuk yang fiverr ini cuma kirim file dan video pembuatannya saja. Sehari mendapat orderan satu-tiga. Tapi kadang saya tolak kalau saya sedang sibuk. Saya juga harus mengurus usaha keripik. Jadi ini semacam hobi tapi dibayar,’’ jelasnya. (ron)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/