Kamis, 20 Jan 2022
Radar Mojokerto
Home / Features
icon featured
Features
Kelompok Usaha Sosial Kesuma Indonesia

Latih Sulam Ibu-Ibu dan Difabel, Sisihkan Keuntungan untuk Pelatihan

01 Januari 2022, 06: 10: 59 WIB | editor : Fendy Hermansyah

Latih Sulam Ibu-Ibu dan Difabel, Sisihkan Keuntungan untuk Pelatihan

TULARKAN ILMU: Anggota Kesuma Indonesia Kota Mojokerto saat memberi pelatihan produksi kriya sulam kepada ibu rumah tangga. (Rizal Amrulloh/jawaposradarmojokerto.id)

Share this      

Berawal dari kesamaan hobi di bidang kerajinan tangan, empat perempuan Kota Mojokerto membentuk kelompok usaha sosial. Namanya Kesuma Indonesia. Kumpulan kaum hawa ini aktif memberikan pelatihan menyulam kepada ibu rumah tangga dan penyandang disabilitas agar bisa menjadi wirausaha mandiri. 

RIZAL AMRULLOH, Magersari, Jawa Pos Radar Mojokerto 

KESUMA merupakan akronim Kelompok Sulam Majapahit. Kelompok usaha sosial yang terbentuk di medio 2019 ini getol menularkan keahlian menyulam ke masyarakat. Yakni dengan menggelar pelatihan secara cuma-cuma. ’’Khususnya kami berikan pada ibu-ibu dan teman-teman disabilitas,’’ terang Febrina Bayurini, salah satu founder Kesuma Indonesia.

Baca juga: Pasang Wifi di 30 Rumah, Rela Talangi Tagihan dan Biaya Perawatan

Pelatihan gratis tersebut bertujuan memberdayakan kaum perempuan. Terutama bagi yang sudah berumah tangga. Karena pada umumnya, ungkap dia, ibu-ibu cenderung sulit untuk bisa mendapatkan pekerjaan formal setelah berstatus berkeluarga. ’’Supaya ibu-ibu bisa punya keterampilan dan punya pekerjaan yang bisa dikerjakan dari rumah,’’ tandas perempuan yang akrab disapa Febri ini.

Pun demikian dengan penyandang disabilitas. Menurut Febri, warga berkebutuhan khusus juga membutuhkan mata pencaharian. Bagi yang memiliki keterbatasan fisik, keahlian sulam bisa menjadi peluang usaha yang tidak mengikat waktu maupun tempat. ’’Karena teman-teman disabilitas ada yang memiliki keterbatasan mobilitas. Dengan bekerja di rumah, paling tidak mereka akan bisa mandiri untuk menghidupi dirinya sendiri,’’ tuturnya.

Pelatihan sulam tersebut diterapkan dalam berbagai produk kriya. Di antaranya tas, dompet, sarung bantal, hingga sejumlah jenis home decoration lainnya. Dari pembekalan keterampilan itu, harap dia, masyarakat bisa berwirausaha secara mandiri dari ilmu yang diberikan.

Tak hanya pelatihan, anggota Kesuma Indonesia juga membantu proses pemasaran produk. Bahkan, mereka juga turut menyokong pelaku usaha untuk mengurus nomor induk berusaha (NIB) hingga strategi untuk mengembangkan usaha. ’’Kami malah lebih suka dari teman-teman nanti bisa muncul dengan brand-nya sendiri-sendiri. Karena teman-teman wirausaha baru ini bukan saingan buat kami, tapi menjadi mitra,’’ tandas warga Kelurahan Kedundung, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto, ini.

Kesuma Indonesia juga menampung produk kriya sulam hasil kreasi dari ibu-ibu dan penyandang disabilitas yang mengikuti pelatihan. Produk kerajinan tangan itu lalu dipasarkan atau diikutkan dalam pameran.

Januari depan, kelompok usaha sosial ini juga berencana membuka showroom dan workshop di Jalan Galunggung, Kelurahan Kedundung. Laba dari hasil penjualan dimanfaatkan untuk kegiatan sosial. ’’Sebagian keuntungan usaha yang kami dapatkan itu kami berikan ke masyarakat dalam bentuk pelatihan gratis,’’ imbuh Febri.

Hingga saat ini, sudah ratusan ibu rumah tangga dan penyandang disabilitas yang telah diberi pelatihan. Tak sedikit yang berhasil berwirausaha secara mandiri. Beberapa juga memilih untuk bergabung dengan Kesuma Indonesia yang kini telah memiliki 25 anggota aktif. (abi)

(mj/ram/fen/JPR)

 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
Facebook Twitter Instagram YouTube
©2022 PT. JawaPos Group Multimedia