Koordinator Panitia Lomba Azan Fendy Hermansyah menuturkan, setelah pendaftaran ditutup kemarin (25/2), total ada 77 peserta yang dinyatakan siap mengumandangkan azan versi terbaik mereka. Namun, sebelumnya mereka diwajibkan menjalani TM sebagai persiapan awal. ’’TM ini wajib diikuti untuk penyamaan persepsi teknis pelaksanaan perlombaan,’’ katanya.
TM ini juga untuk menentukan nomor urut penampilan peserta melalui undian. Peserta diharapkan hadir didampingi guru atau wali. ’’TM sedianya dihadiri juri, panitia, bahkan perwakilan dinas pendidikan dan kemenag,’’ ungkapnya.
Dengan tema ’’Gema Suara Langit: Mencari Muazin Masa Depan’’, event perdana tersebut akan menampilkan pelajar SD/MI se-Mojokerto Raya dalam menunjukkan kepiawaian mereka mengumandangkan azan.
Sesuai ketentuan, azan yang dikumandangkan bukan azan Subuh. ’’Khusus dalam lomba ini, peserta bisa mengumandangkan azan bebas untuk waktu salatnya kecuali azan Subuh, yang notabene memiliki tambahan kalimat,’’ terangnya.
Masing-masing peserta diberi waktu penampilan maksimal 5 menit. Mulai dari salam pembuka hingga salam penutup. ’’Saat tampil, peserta wajib mengenakan pakaian muslim yang rapi, sopan, dan menutup aurat. Disarankan seperti baju koko, peci, dan sarung atau celana panjang,’’ ungkap dia.
Selama tampil, nantinya peserta akan dinilai oleh dewan juri yang telah ditentukan panitia. Adapun penilaian akan dibagi menjadi tiga poin utama.
Di antaranya aspek makhraj dan tajwid (ketepatan huruf, panjang-pendek lafal, dan kejelasan suara), aspek irama dan suara (keindahan irama, kejernihan suara, dan pengaturan napas), serta aspek adab dan penampilan (kerapian pakaian, ketenangan, dan kesopanan di atas panggung).
’’Untuk aspek makhraj dan tajwid dinilai dengan bobot 40 persen, kemudian dua aspek lainnya berkontribusi masing-masing 30 persen dari penilaian dewan juri,’’ tandasnya. (oce/fen)
Editor : Fendy Hermansyah