alexametrics
30.8 C
Mojokerto
Tuesday, May 24, 2022

Jelang Ramadan, Stok Migor Curah Minus

Hasil Pengumpulan Data Dispari dan Disperindag Kabupaten

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Stok kebutuhan pokok di Kabupaten Mojokerto jelang Ramadan menipis. Bahkan, untuk minyak goreng curah minus 5,5 ton dari kebutuhan konsumsi yang tersebar di 18 kecamatan.

Sesuai data Satgas Pangan Kabupaten Mojokerto per Selasa (29/3), dari sebelas bahan pokok Kabupaten Mojokerto stok migor curah hanya 297,42 ton. Sedangkan kebutuhan per hari masyarakat capai 302,92 ton. ’’Makanya stoknya kurang, sebelumnya pernah lenyap dari pasaran. Itu tugas dinas teknis yang menangani migor kalau sajian data Dispari menunjukkan angka minus,’’ ungkap Kabid Ketersediaan dan Distribusi Pangan Dinas Pangan dan Perikanan (Dispari) Kabupaten Mojokerto, Rofi Roza.

Selain migor curah, ada sejumlah bahan pangan yang stoknya juga menipis. Di antaranya, gula pasir 552 ton dari kebutuhan 431,25 ton per hari, bawang putih 55,7 ton dari kebutuhan 48,46 ton, cabai besar 49,92 dari 35,42 ton, cabai rawit 50,5 dari 40,42 ton, daging sapi 43 ton dari 36 ton, daging ayam ras 265 ton dari 184,79 ton, telur ayam ras 115 ton dari 94 ton. ’’Sedangkan, untuk beras medium stoknya melimpah capai 55.424 ton dari kebutuhan per hari 1.983 ton. Jagung 145 ton dari kebutuhan per hari 2 ton, dan bawang merah 443 ton dari kebutuhan per hari 75 ton,’’ bebernya.

Baca Juga :  Kemendag dan Polri Segel Pelaku Usaha Robot Trading yang Membandel

Angka ketersediaan dan kebutuhan se-kabupaten itu penghitungan Dispari berdasarkan rumus dari pemerintah pusat. Jumlah stok, lanjutnya, dihimpun dari berbagai sumber data meliputi; dinas perindustrian dan perdagangan (disperindag) dalam hal ini pasar-pasar; dinas pertanian (disperta); Bulog; dan Badan Pusat Statistik (BPS). ’’Berdasarkan penghitungan angka konsumsi dan neraca bahan pangan, muncul angka yang dihitung Dispari. Itu kebutuhan konsumsi, di luar kebutuhan pabrikan atau industri,’’ tegasnya.

Dari sejumlah data tersebut, lonjakan harga yang perlu diwaspadai merupakan migor curah dan gula pasir. Lantaran, harga kedua komoditi itu di atas Harga Eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah. Masing-masing, untuk gula pasir Rp 13.400 per kilogram (kg) dari HET Rp 12.500 per kg dan untuk migor curah tembus Rp 19.000 dari HET Rp 14.000 per liter. Begitu juga untuk harga daging ayam broiler, jelang Ramadan ini belakangan juga masih mahal pada angka Rp 34 ribu per kg. Termasuk, terlur ayam ras rata-rata Rp 24 ribu per kg.

Baca Juga :  Kemendag Pastikan Pasokan Kedelai Cukup Jelang Libur Nataru

Sementara itu, Kepala Disperindag Iwan Abdillah menegaskan, sesuai data pasar, untuk seluruh kebutuhan bahan pokok relatif stabil. Baik itu dari sisi harga maupun stok. ’’Hanya saja minyak goreng, itu trennya (stok) memang menurun, karena barang dan pasokannya kurang,’’ ungkapnya.

Dari delapan pasar yang dikelola Disperindag, stok minyak goreng curah mengalami penurunan capai 60 kg. Sehingga saat ini stoknya ada 560 kg. Sedangkan, migor kemasan mengalami penurunan mencapai 255 liter. Sehingga, stok sampai minggu ini ada 8.831 liter. ’’Untuk harga minggu ini juga alami kenaikan 0,35 persen untuk migor kemasan botol dan 2,63 persen untuk migor curah,’’ katanya. (ori/fen)

Hasil Pengumpulan Data Dispari dan Disperindag Kabupaten

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Stok kebutuhan pokok di Kabupaten Mojokerto jelang Ramadan menipis. Bahkan, untuk minyak goreng curah minus 5,5 ton dari kebutuhan konsumsi yang tersebar di 18 kecamatan.

Sesuai data Satgas Pangan Kabupaten Mojokerto per Selasa (29/3), dari sebelas bahan pokok Kabupaten Mojokerto stok migor curah hanya 297,42 ton. Sedangkan kebutuhan per hari masyarakat capai 302,92 ton. ’’Makanya stoknya kurang, sebelumnya pernah lenyap dari pasaran. Itu tugas dinas teknis yang menangani migor kalau sajian data Dispari menunjukkan angka minus,’’ ungkap Kabid Ketersediaan dan Distribusi Pangan Dinas Pangan dan Perikanan (Dispari) Kabupaten Mojokerto, Rofi Roza.

Selain migor curah, ada sejumlah bahan pangan yang stoknya juga menipis. Di antaranya, gula pasir 552 ton dari kebutuhan 431,25 ton per hari, bawang putih 55,7 ton dari kebutuhan 48,46 ton, cabai besar 49,92 dari 35,42 ton, cabai rawit 50,5 dari 40,42 ton, daging sapi 43 ton dari 36 ton, daging ayam ras 265 ton dari 184,79 ton, telur ayam ras 115 ton dari 94 ton. ’’Sedangkan, untuk beras medium stoknya melimpah capai 55.424 ton dari kebutuhan per hari 1.983 ton. Jagung 145 ton dari kebutuhan per hari 2 ton, dan bawang merah 443 ton dari kebutuhan per hari 75 ton,’’ bebernya.

Baca Juga :  Kemendag Pastikan Pasokan Kedelai Cukup Jelang Libur Nataru

Angka ketersediaan dan kebutuhan se-kabupaten itu penghitungan Dispari berdasarkan rumus dari pemerintah pusat. Jumlah stok, lanjutnya, dihimpun dari berbagai sumber data meliputi; dinas perindustrian dan perdagangan (disperindag) dalam hal ini pasar-pasar; dinas pertanian (disperta); Bulog; dan Badan Pusat Statistik (BPS). ’’Berdasarkan penghitungan angka konsumsi dan neraca bahan pangan, muncul angka yang dihitung Dispari. Itu kebutuhan konsumsi, di luar kebutuhan pabrikan atau industri,’’ tegasnya.

Dari sejumlah data tersebut, lonjakan harga yang perlu diwaspadai merupakan migor curah dan gula pasir. Lantaran, harga kedua komoditi itu di atas Harga Eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah. Masing-masing, untuk gula pasir Rp 13.400 per kilogram (kg) dari HET Rp 12.500 per kg dan untuk migor curah tembus Rp 19.000 dari HET Rp 14.000 per liter. Begitu juga untuk harga daging ayam broiler, jelang Ramadan ini belakangan juga masih mahal pada angka Rp 34 ribu per kg. Termasuk, terlur ayam ras rata-rata Rp 24 ribu per kg.

Baca Juga :  Rawat 26 Akun, Omzet Rp 2 M Per Bulan
- Advertisement -

Sementara itu, Kepala Disperindag Iwan Abdillah menegaskan, sesuai data pasar, untuk seluruh kebutuhan bahan pokok relatif stabil. Baik itu dari sisi harga maupun stok. ’’Hanya saja minyak goreng, itu trennya (stok) memang menurun, karena barang dan pasokannya kurang,’’ ungkapnya.

Dari delapan pasar yang dikelola Disperindag, stok minyak goreng curah mengalami penurunan capai 60 kg. Sehingga saat ini stoknya ada 560 kg. Sedangkan, migor kemasan mengalami penurunan mencapai 255 liter. Sehingga, stok sampai minggu ini ada 8.831 liter. ’’Untuk harga minggu ini juga alami kenaikan 0,35 persen untuk migor kemasan botol dan 2,63 persen untuk migor curah,’’ katanya. (ori/fen)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

Terancam Hukuman Maksimal

PPDB SMA/SMK Dimulai


/