alexametrics
26.8 C
Mojokerto
Tuesday, May 24, 2022

Wajah Perekonomian Kabupaten Mojokerto

Tinggal beberapa hari lagi tahun 2021 segera berakhir. Bagaimana dengan wajah perekonomian Kabupaten Mojokerto selama kurun waktu 2021. Pandemi Covid-19 sudah hampir dua tahun menyerang bangsa Indonesia. Sejak pemerintah mengkonfirmasi infeksi virus tersebut pertama kali pada tanggal 2 Maret 2020.

Tak hanya mengganggu kesehatan masyarakat, tetapi juga memengaruhi aktivitas ekonomi secara nasional. Begitu pula dengan Kabupaten Mojokerto yang baru terbebas dari zona merah yang dirilis pada laman resmi https://infocovid19.jatimprov.go.id/ tanggal 1 September 2021.  

Melihat kondisi perekonomian Jawa Timur berdasarkan Berita Resmi Statistik BPS Provinsi Jawa Timur 5 Februari 2021, perekonomian Jawa Timur tahun 2020 terkontraksi sebesar 2,39 persen. Hal ini juga terjadi di Kabupaten Mojokerto.

Berdasarkan data BPS Kabupaten Mojokerto bahwa perekonomian Kabupaten Mojokerto juga mengalami kontraksi sebesar 1,11 persen. Hal ini karena kondisi pandemi Covid-19 yang memengaruhi semua sektor lapangan usaha. Sehingga menurunkan produksi barang ataupun jasa yang akhirnya berpengaruh pada turunnya angka pertumbuhan ekonomi.

Selama tahun 2021, upaya pemerintah menangani pandemi Covid-19 sudah mulai menunjukan hasil. Dengan gencarnya pemberian vaksinasi kepada masyarakat yang terus berjalan. Berdasarkan data dari vaksin.kemkes.go.id kondisi tanggal 24 Desember 2021 penerima vaksin dosis pertama di Jawa Timur sebesar 75,12 persen.

Sedangkan vaksin dosis kedua sebesar 55,42 persen. Dan kasus aktif di Jawa Timur tinggal 0,03 persen.  Namun demikian Jawa Timur tidak boleh terlena. Apalagi dengan masuknya varian Omicron yang terdeteksi kali pertama pada 16 Desember 2021 di Jakarta.

Banyak usaha pemerintah untuk bertahan di dalam masa pandemi. Hal ini dilakukan dengan tujuan meningkatkan kinerja perekonomian di Kabupaten Mojokerto. Caranya adalah dengan memberikan perhatian utama kepada sektor potensial. Potensi perekonomian ini dapat dilihat dalam struktur perekonomian dari Produk Domestik Regional Bruto (PDRB).

Selama sepuluh tahun terakhir, struktur perekonomian di Kabupaten Mojokerto tidak mengalami perubahan. Lapangan usaha industri pengolahan masih menjadi penopang terbesar dalam perekonomian. Yaitu, sebesar 54,56 persen. Lapangan usaha lain yang menopang perekonomian Kabupaten Mojokerto adalah lapangan usaha perdagangan besar, eceran, reparasi mobil dan sepeda motor sebesar 10,07 persen.

Selain itu, juga lapangan usaha konstruksi sebesar 8,99 persen, dan lapangan usaha pertanian sebesar 7,96 persen. Lalu bagaimana dengan kondisi perekonomian Kabupaten Mojokerto sampai dengan triwulan tiga tahun 2021 ini. Ada tiga penghitungan pembanding untuk melihat pertumbuhan ekonomi triwulanan. Yaitu, q to q (quarter to quarter), angka yang menunjukan besarnya perubahan PDRB ADHK (Atas Dasar Harga Konstan) suatu triwulan tahun berjalan dibandingkan triwulan sebelumnya.

Baca Juga :  Bapenda Jadi Tulang Punggung Pembangunan Daerah

Selain itu ada y on y (year on year), angka yang menunjukan besarnya perubahan PDRB ADHK suatu triwulan tahun berjalan dibandingkan triwulan yang sama tahun sebelumnya. Untuk c to c (cumulative to cumulative), angka yang menunjukan besarnya perubahan PDRB ADHK sampai dengan suatu triwulan tahun berjalan dibandingkan periode kumulatif yang sama pada tahun sebelumnya.

Dari Berita Resmi Statistik Kabupaten Mojokerto tanggal 25 November 2021, untuk pertumbuhan ekonomi triwulan satu tahun 2021 berdasarkan (q to q) mengalami kontraksi sebesar 1,72 persen. Berdasarkan (y on y) meningkat sebesar 2,36 persen. Dan berdasarkan (c to c) sebesar 2,36 persen.

Pertumbuhan ekonomi triwulan satu tahun 2021 dibandingkan triwulan empat tahun 2020 mengalami penurunan dikarenakan hampir semua kategori dari 17 kategori lapangan usaha di PDRB mengalami penurunan. Terutama kategori pertanian mengalami kontraksi sebesar 18,03 persen.

Berasarkan hasil survei ubinan BPS Kabupaten Mojokerto bahwa bulan Januari dan Februari mengalami penurunan produksi padi. Jika dilihat triwulan satu tahun 2021 dibandingkan triwulan satu tahun 2020 pertumbuhan ekonomi mengalami kenaikan 2,36 persen.

Hal ini disebabkan kategori lapangan usaha Industri Pengolahan mengalami kenaikan 4,02 persen. Karena proses produksi dan pengiriman barang untuk ekspor sudah dibuka normal kembali. Sehingga mempermudah dalam lapangan usaha industri pengolahan. Sementara pertumbuhan ekonomi Kabupaten Mojokerto sampai dengan triwulan satu tahun 2021 meningkat sebesar 2,36 persen yang dilihat berdasarkan angka (c to c).

Bagaimana dengan wajah perekonomian triwulan dua tahun 2021? Berdasarkan Berita Resmi Statistik BPS  Kabupaten Mojokerto tanggal 26 November 2021, untuk pertumbuhan ekonomi triwulan dua tahun 2021 berdasarkan (q to q) mengalami kenaikan sebesar 3,00 persen.

Berdasarkan (y on y) meningkat sebesar 7,04 persen. Dan berdasarkan (c to c) sebesar 4,69 persen. Pertumbuhan ekonomi triwulan dua tahun 2021 dibandingkan triwulan satu tahun 2021 mengalami kenaikan dengan penyumbang pertumbuhan terbesar dari kategori pertanian sebesar 40,11 persen. Karena merupakan puncak panen raya.

Jika dilihat triwulan dua tahun 2021 dibandingkan triwulan satu tahun 2021 pertumbuhan ekonomi mengalami kenaikan 7,04 persen. Hal ini disebabkan kategori lapangan usaha industri pengolahan pada triwulan 2 tahun 2020 merupakan puncak pandemi Covid-19 yang merusak perekonomian Kabupaten Mojokerto. Sementara pertumbuhan ekonomi Kabupaten Mojokerto sampai dengan triwulan dua tahun 2021 meningkat sebesar 4,69 persen yang dilihat berdasarkan angka (c to c).

Baca Juga :  Maleman, Harga Pangan Naik, Telur Rp 18 Ribu, Ayam Rp 38 Ribu

Wajah perekonomian Kabupaten Mojokerto triwulan tiga dibandingkan triwulan dua (q to q) tahun 2021 sebesar 3,65 persen. Triwulan tiga tahun 2021 dibandingkan triwulan dua tahun 2021 (y on y) juga meningkat sebesar 3,90 persen. Untuk pertumbuhan ekonomi kumulatif sampai dengan triwulan 3 tahun 2021 (c to c) sebesar 4,41 persen.

Hal ini berarti bahwa pertumbuhan ekonomi sementara sampai dengan tiga perempat perjalanan di tahun 2021 sudah menunjukan tren yang baik dibandingkan kondisi di tahun 2020. Semoga di sisa triwulan 4 ini walaupun ada pembatasan liburan Nataru (Natal dan tahun baru) tidak berimbas banyak pada perekonomian.

Karena pemerintah sudah memberikan stimulus ekonomi di sektor riil yang berfokus dalam pemulihan ekonomi untuk kelompok UMKM, korporasi, dan sektor riil melalui pemberian stimulus ekonomi. Kebijakan stimulus ekonomi di sektor riil berupa insentif perpajakan kepada sektor industri manufaktur. Untuk para pelaku UMKM dapat memanfaatkan channeling dana melalui perbankan dan lembaga pembiayaan berupa stimulus kredit UMKM.

Untuk menggenjot daya beli masyarakat dan perputaran uang di masyarakat dengan memberikan stimulus PPnBM untuk otomotif, bekerja sama dengan marketplace melalui momen belanja murah setiap bulannya, dan penyaluran bansos jaring pengaman sosial.

Pemerintah Kabupaten Mojokerto dalam mendukung kebijakan pemerintah tersebut selama tahun 2021 telah menyalurkan Bansos Jaring Pengaman Sosial untuk total 3.500 keluarga penerima manfaat pada tanggal 1 Oktober 2021. Selain itu melaksanakan pasar murah yang dilakukan setiap bulan, penyaluran bantuan tunai untuk pedagang kaki lima dan warung sebesar Rp 1,2 jua per penerima.

Dan masih banyak lagi bantuan yang telah digagas oleh Pemerintah Kabupaten Mojokerto untuk menggairahkan roda perekonomian. Semoga usaha-usaha yang telah dilakukan pemerintah semakin meyakinkan kita bahwa mobilitas perekonomian akan lancar. Tentunya dengan tetap mematuhi protokol kesehatan 5 M (mencuci tangan, pakai masker, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, mengurangi mobilitas) dan mendukung pemberian vaksinasi.

Insya Allah Kabupaten Mojokerto semakin membaik dan Jawa Timur akan bangkit. (*)  

*) Statistisi Ahli Muda BPS Kabupaten Mojokerto

 

Tinggal beberapa hari lagi tahun 2021 segera berakhir. Bagaimana dengan wajah perekonomian Kabupaten Mojokerto selama kurun waktu 2021. Pandemi Covid-19 sudah hampir dua tahun menyerang bangsa Indonesia. Sejak pemerintah mengkonfirmasi infeksi virus tersebut pertama kali pada tanggal 2 Maret 2020.

Tak hanya mengganggu kesehatan masyarakat, tetapi juga memengaruhi aktivitas ekonomi secara nasional. Begitu pula dengan Kabupaten Mojokerto yang baru terbebas dari zona merah yang dirilis pada laman resmi https://infocovid19.jatimprov.go.id/ tanggal 1 September 2021.  

Melihat kondisi perekonomian Jawa Timur berdasarkan Berita Resmi Statistik BPS Provinsi Jawa Timur 5 Februari 2021, perekonomian Jawa Timur tahun 2020 terkontraksi sebesar 2,39 persen. Hal ini juga terjadi di Kabupaten Mojokerto.

Berdasarkan data BPS Kabupaten Mojokerto bahwa perekonomian Kabupaten Mojokerto juga mengalami kontraksi sebesar 1,11 persen. Hal ini karena kondisi pandemi Covid-19 yang memengaruhi semua sektor lapangan usaha. Sehingga menurunkan produksi barang ataupun jasa yang akhirnya berpengaruh pada turunnya angka pertumbuhan ekonomi.

Selama tahun 2021, upaya pemerintah menangani pandemi Covid-19 sudah mulai menunjukan hasil. Dengan gencarnya pemberian vaksinasi kepada masyarakat yang terus berjalan. Berdasarkan data dari vaksin.kemkes.go.id kondisi tanggal 24 Desember 2021 penerima vaksin dosis pertama di Jawa Timur sebesar 75,12 persen.

Sedangkan vaksin dosis kedua sebesar 55,42 persen. Dan kasus aktif di Jawa Timur tinggal 0,03 persen.  Namun demikian Jawa Timur tidak boleh terlena. Apalagi dengan masuknya varian Omicron yang terdeteksi kali pertama pada 16 Desember 2021 di Jakarta.

- Advertisement -

Banyak usaha pemerintah untuk bertahan di dalam masa pandemi. Hal ini dilakukan dengan tujuan meningkatkan kinerja perekonomian di Kabupaten Mojokerto. Caranya adalah dengan memberikan perhatian utama kepada sektor potensial. Potensi perekonomian ini dapat dilihat dalam struktur perekonomian dari Produk Domestik Regional Bruto (PDRB).

Selama sepuluh tahun terakhir, struktur perekonomian di Kabupaten Mojokerto tidak mengalami perubahan. Lapangan usaha industri pengolahan masih menjadi penopang terbesar dalam perekonomian. Yaitu, sebesar 54,56 persen. Lapangan usaha lain yang menopang perekonomian Kabupaten Mojokerto adalah lapangan usaha perdagangan besar, eceran, reparasi mobil dan sepeda motor sebesar 10,07 persen.

Selain itu, juga lapangan usaha konstruksi sebesar 8,99 persen, dan lapangan usaha pertanian sebesar 7,96 persen. Lalu bagaimana dengan kondisi perekonomian Kabupaten Mojokerto sampai dengan triwulan tiga tahun 2021 ini. Ada tiga penghitungan pembanding untuk melihat pertumbuhan ekonomi triwulanan. Yaitu, q to q (quarter to quarter), angka yang menunjukan besarnya perubahan PDRB ADHK (Atas Dasar Harga Konstan) suatu triwulan tahun berjalan dibandingkan triwulan sebelumnya.

Baca Juga :  Dinkes Temukan Produk Pangan Mengandung Boraks

Selain itu ada y on y (year on year), angka yang menunjukan besarnya perubahan PDRB ADHK suatu triwulan tahun berjalan dibandingkan triwulan yang sama tahun sebelumnya. Untuk c to c (cumulative to cumulative), angka yang menunjukan besarnya perubahan PDRB ADHK sampai dengan suatu triwulan tahun berjalan dibandingkan periode kumulatif yang sama pada tahun sebelumnya.

Dari Berita Resmi Statistik Kabupaten Mojokerto tanggal 25 November 2021, untuk pertumbuhan ekonomi triwulan satu tahun 2021 berdasarkan (q to q) mengalami kontraksi sebesar 1,72 persen. Berdasarkan (y on y) meningkat sebesar 2,36 persen. Dan berdasarkan (c to c) sebesar 2,36 persen.

Pertumbuhan ekonomi triwulan satu tahun 2021 dibandingkan triwulan empat tahun 2020 mengalami penurunan dikarenakan hampir semua kategori dari 17 kategori lapangan usaha di PDRB mengalami penurunan. Terutama kategori pertanian mengalami kontraksi sebesar 18,03 persen.

Berasarkan hasil survei ubinan BPS Kabupaten Mojokerto bahwa bulan Januari dan Februari mengalami penurunan produksi padi. Jika dilihat triwulan satu tahun 2021 dibandingkan triwulan satu tahun 2020 pertumbuhan ekonomi mengalami kenaikan 2,36 persen.

Hal ini disebabkan kategori lapangan usaha Industri Pengolahan mengalami kenaikan 4,02 persen. Karena proses produksi dan pengiriman barang untuk ekspor sudah dibuka normal kembali. Sehingga mempermudah dalam lapangan usaha industri pengolahan. Sementara pertumbuhan ekonomi Kabupaten Mojokerto sampai dengan triwulan satu tahun 2021 meningkat sebesar 2,36 persen yang dilihat berdasarkan angka (c to c).

Bagaimana dengan wajah perekonomian triwulan dua tahun 2021? Berdasarkan Berita Resmi Statistik BPS  Kabupaten Mojokerto tanggal 26 November 2021, untuk pertumbuhan ekonomi triwulan dua tahun 2021 berdasarkan (q to q) mengalami kenaikan sebesar 3,00 persen.

Berdasarkan (y on y) meningkat sebesar 7,04 persen. Dan berdasarkan (c to c) sebesar 4,69 persen. Pertumbuhan ekonomi triwulan dua tahun 2021 dibandingkan triwulan satu tahun 2021 mengalami kenaikan dengan penyumbang pertumbuhan terbesar dari kategori pertanian sebesar 40,11 persen. Karena merupakan puncak panen raya.

Jika dilihat triwulan dua tahun 2021 dibandingkan triwulan satu tahun 2021 pertumbuhan ekonomi mengalami kenaikan 7,04 persen. Hal ini disebabkan kategori lapangan usaha industri pengolahan pada triwulan 2 tahun 2020 merupakan puncak pandemi Covid-19 yang merusak perekonomian Kabupaten Mojokerto. Sementara pertumbuhan ekonomi Kabupaten Mojokerto sampai dengan triwulan dua tahun 2021 meningkat sebesar 4,69 persen yang dilihat berdasarkan angka (c to c).

Baca Juga :  Permintaan Sembako Meningkat, Harga di Pasar Tradisional Melonjak

Wajah perekonomian Kabupaten Mojokerto triwulan tiga dibandingkan triwulan dua (q to q) tahun 2021 sebesar 3,65 persen. Triwulan tiga tahun 2021 dibandingkan triwulan dua tahun 2021 (y on y) juga meningkat sebesar 3,90 persen. Untuk pertumbuhan ekonomi kumulatif sampai dengan triwulan 3 tahun 2021 (c to c) sebesar 4,41 persen.

Hal ini berarti bahwa pertumbuhan ekonomi sementara sampai dengan tiga perempat perjalanan di tahun 2021 sudah menunjukan tren yang baik dibandingkan kondisi di tahun 2020. Semoga di sisa triwulan 4 ini walaupun ada pembatasan liburan Nataru (Natal dan tahun baru) tidak berimbas banyak pada perekonomian.

Karena pemerintah sudah memberikan stimulus ekonomi di sektor riil yang berfokus dalam pemulihan ekonomi untuk kelompok UMKM, korporasi, dan sektor riil melalui pemberian stimulus ekonomi. Kebijakan stimulus ekonomi di sektor riil berupa insentif perpajakan kepada sektor industri manufaktur. Untuk para pelaku UMKM dapat memanfaatkan channeling dana melalui perbankan dan lembaga pembiayaan berupa stimulus kredit UMKM.

Untuk menggenjot daya beli masyarakat dan perputaran uang di masyarakat dengan memberikan stimulus PPnBM untuk otomotif, bekerja sama dengan marketplace melalui momen belanja murah setiap bulannya, dan penyaluran bansos jaring pengaman sosial.

Pemerintah Kabupaten Mojokerto dalam mendukung kebijakan pemerintah tersebut selama tahun 2021 telah menyalurkan Bansos Jaring Pengaman Sosial untuk total 3.500 keluarga penerima manfaat pada tanggal 1 Oktober 2021. Selain itu melaksanakan pasar murah yang dilakukan setiap bulan, penyaluran bantuan tunai untuk pedagang kaki lima dan warung sebesar Rp 1,2 jua per penerima.

Dan masih banyak lagi bantuan yang telah digagas oleh Pemerintah Kabupaten Mojokerto untuk menggairahkan roda perekonomian. Semoga usaha-usaha yang telah dilakukan pemerintah semakin meyakinkan kita bahwa mobilitas perekonomian akan lancar. Tentunya dengan tetap mematuhi protokol kesehatan 5 M (mencuci tangan, pakai masker, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, mengurangi mobilitas) dan mendukung pemberian vaksinasi.

Insya Allah Kabupaten Mojokerto semakin membaik dan Jawa Timur akan bangkit. (*)  

*) Statistisi Ahli Muda BPS Kabupaten Mojokerto

 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/